Kehebatan KPU

by Penulis Palontaraq | Minggu, Mei 26, 2019 | 41 views
DPT Bermasalah capai 17,5 juta. (foto: wartadesa)

DPT Bermasalah capai 17,5 juta. (foto: wartadesa)

Oleh: Mochamad Sa’dun Masyhur, Alumnus S2 Perencanaan dan Kebijakan Publik UI Universitas Indonesia.

Dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini, rakyat disuguhi permainan kalkulasi yang sangat hebat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Suatu permainan politik yang nyaris sempurna hingga akhir pertarungan.

Pada babak awal, sesui pesan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) terkait administrasi kependudukan, KPU menyatakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) berbintang bersifat rahasia. Setelah didesak dan dibuka, disinyalir terdapat 31 juta DPT yang bermasalah. Lalu dilakukan pemutahiran data, namun masih ditemukan 25 juta DPT bermasalah.

Kemudian dilakukan pemutahiran data lagi, dan TIM Pasangan Calon (Paslon) 02 tetap menemukan 17,5 juta DPT yang bermasalah. Dengan itikad baik dan janji KPU untuk memperbaiki, akhirnya Pemilu serentak dilaksanakan. Nyatanya hingga selesai Pemilu, DPT tetap bermasalah.

Lihat juga: KPU Tetapkan Jokowi-Ma’ruf Pemenang Pilpres 2019

Entah sengaja atau tidak, di babak akhir hasil rekapitulasi KPU menunjukan bahwa kekalahan Paslon 02, mendekati jumlah DPT bermasalah itu.

Sebagaimana diketahui bahwa Paslon 01 meraih 55.50% atau sebanyak 85.607.362 suara. Sedangkan Paslon 02 meraih 45,50% atau sebanyak 68.650.239 suara. Dengan demikian selisih kekalahan Paslon 02 adalah sebanyak 17.957.123 suara.

Bagi orang awam, tentu perhitungan KPU itu sangat akurat, presisi, tanpa cacat dan sangat sempurna. Sehingga tidak bisa digugat, karena gugatan harus memenuhi bukti 17,9 juta bukti. Suatu kalkulasi yang cermat.

Perhitungan KPU juga cocok dan tidak meleset dibanding dengan hasil quick count lembaga survei bayaran. Maka wajar jika 10 menit setelah pengumuman Denny JA tampak buru-buru merelease tiga meme sekaligus. Tentu dibuat spontan. Meme itu berisi bahwa hasil rekap Pilpres KPU, dibanding dengan hasil quick count LSI hanya selisih 0,12%. Dibanding 10 lembaga survei ternama lainnya LSI DJA paling presisi dan tiada lawan.

Lihat juga:108 Jenderal Purnawirawan TNI-Polri Tolak Hasil Pilpres 2019

Hebatnya hasil rekap KPU, bahwa Jokowi menang di 21 Propinsi, juga sama persis dengan hasil quick count LSI.  Mantap betul, karena masing-masing 21 Propinsi yang diprediksi Denny JA, tidak ada satupun yang berselisih dengan hasil rekap KPU. Tidak ada yang meleset!!

Lebih hebat lagi, pengumuman hasil Pilpres 2019 itu dilakukan dini hari, tepatnya pukul 02.00. Saat yang sangat tepat untuk dilanjutkan dengan makan sahur.

Mungkin KPU juga ingin menunjukkan kehebatan kerja kerasnya. Meskipun kita khawatir karena terlalu keras bekerja dan tidak kenal waktu, mereka menjadi kelelahan, atau sebab lain sehingga sakit.

Semoga tidak berujung kematian seperti yang dialami lebih dari 700 Petugas KPPS. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response