Michael Jordan: Jangan Remehkan Dirimu Sendiri!

by Penulis Palontaraq | Kamis, Mei 9, 2019 | 72 views
Michael Jordan. (foto: ist/*palontaraq)

Michael Jordan. (foto: ist/*palontaraq)

Oleh: Ummu ‘Adil

Michael Jordan, berkulit hitam, lahir pada Tahun 1963, di daerah kumuh Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Ia memiliki empat saudara, sementara upah ayahnya yang hanya sedikit tidak cukup untuk menafkahi keluarga.

Sewaktu kecil, Michael Jordan melewati kehidupannya dalam lingkungan miskin dan penuh diskriminasi, hingga ia sama sekali tidak bisa melihat harapan untuk masa depannya.

Ketika ia berusia 13 tahun, ayahnya memberikan sehelai pakaian bekas kepadanya, “Menurutmu, berapa nilai pakaian ini?” Jordan menjawab, “Mungkin 1 dollar.” Ayahnya kembali berkata, “Bisakah dijual seharga 2 dollar? Jika engkau berhasil menjualnya, berarti telah membantu ayah dan ibumu.” Jordan menganggukkan kepalanya, “Saya akan mencobanya, tapi belum tentu bisa berhasil.”

Lihat juga: Belajar dari Pohon Kurma: Jadilah Pemenang Kehidupan

Dengan hati-hati dicucinya pakaian itu hingga bersih. Karena tidak ada setrika untuk melicinkan pakaian, maka ia meratakan pakaian dengan sikat di atas papan datar, kemudian dijemur sampai kering. Keesokan harinya, dibawanya pakaian itu ke underground station yang ramai.Ditawarkannya pakaian bekas itu hingga lebih dari 6 jam.

Akhirnya Jordan berhasil menjual pakaian itu. Kini ia memegang lembaran uang 2 dollar dan berlarilah ia pulang. Setelah itu, setiap hari ia mencari baju bekas, lalu dirapikan kembali dan dijualnya di keramaian.

Lebih dari 10 hari kemudian, ayahnya kembali menyerahkan sepotong pakaian bekas kepadanya, “Coba engkau pikirkan bagaimana caranya untuk menjual pakaian ini hingga seharga 20 dolar?”

Kata Jordan, “Bagaimana mungkin? Pakaian ini paling tinggi nilainya hanya 2 dollar.” Ayahnya kembali memberikan inspirasi, “Mengapa engkau tidak mencobanya dulu? Pasti ada jalan.”

Lihat juga: Ciptakan Impian sebagai Motivasi Sukses

Akhirnya, Jordan mendapatkan satu ide, ia meminta bantuan sepupunya yang belajar melukis untuk menggambarkan Donal Bebek yang lucu dan Mickey Mouse yang nakal pada pakaian itu.

Jordan lalu berusaha menjualnya di sebuah sekolah anak orang kaya. Tak lama kemudian seorang pengurus rumah tangga yang menjemput tuan kecilnya, membeli pakaian itu untuk tuan kecilnya. Tuan kecil itu yang berusia 10 tahun sangat menyukai pakaian itu hingga pula memberikan tip 5 dolar. Tentu saja 25 dollar adalah jumlah yang besar bagi Jordan, setara dengan satu bulan gaji dari ayahnya.

Setibanya di rumah, ayahnya kembali memberikan selembar pakaian bekas kepadanya, “Apakah engkau mampu menjualnya kembali dengan harga 200 dolar?” Mata ayahnya tampak berbinar.

Michael Jordan

Michael Jordan

Kali ini, Jordan menerima pakaian itu tanpa keraguan sedikitpun. Dua bulan kemudian kebetulan aktris film populer “Charlie Angels”, Farah Fawcett datang ke New York melakukan promo.

Setelah konferensi pers, Jordan pun menerobos pihak keamanan untuk mencapai sisi Farah Fawcett dan meminta tanda tangannya di pakaian bekasnya. Ketika Fawcett melihat seorang anak yang polos meminta tanda tangannya, ia dengan senang hati membubuhkan tanda tangannya pada pakaian itu.

Jordan pun berteriak dengan sangat gembira, “Ini adalah sehelai baju kaus yang telah ditandatangani oleh Miss Farah Fawcett, harga jualnya 200 dollar!” Ia pun melelang pakaian itu, hingga seorang pengusaha membelinya dengan harga 1.200 dollar.

Sekembalinya ke rumah, ayahnya dengan meneteskan air mata haru berkata, “Tidak terbayangkan kalau engkau berhasil melakukannya. Anakku! Engkau sungguh hebat!”

Malam itu, Jordan tidur bersama ayahnya dengan kaki bertemu kaki. Ayahnya bertanya, “Anakku, dari pengalaman menjual tiga helai pakaian yang sudah kau lakukan, apakah yang berhasil engkau pahami?”

Jordan menjawab dengan rasa haru, “Selama kita mau berpikir dengan otak, pasti ada caranya.”

Lihat juga: Ingin Sukses? Ikuti 5 Orang Hebat Sekelilingmu!

Ayahnya menganggukkan kepala, kemudian menggelengkan kepala.  “Yang engkau katakan tidak salah! Tapi bukan itu maksud ayah. Ayah hanya ingin memberitahumu bahwa sehelai pakaian bekas yang bernilai satu dolar juga bisa ditingkatkan nilainya, apalagi kita sebagai manusia yang hidup? Mungkin kita berkulit lebih gelap dan lebih miskin, tapi apa bedanya? Tergantung bagaimana kita mendayagunakan potensi yang ada dalam diri kita masing-masing.”

Seketika dalam pikiran Jordan seakan ada matahari yang terbit. Bahkan sehelai pakaian bekas saja bisa ditingkatkan harkatnya, lalu apakah saya punya alasan untuk meremehkan diri sendiri?

Sejak saat itu, dalam hal apapun, Michael Jordan merasa bahwa masa depannya indah dan penuh harapan. Tak ada alasan untuk meremehkan diri sendiri.  Ya, tidak boleh under estimate terhadap diri sendiri.

Michael Jordan

Michael Jordan

Michael Jordan mengasah potensinya hingga akhirnya menjadi salah satu pilar penting dalam skuad tim Bola Basket kebanggaan Amerika Serikat.  Ia mengantarkan Chicago Bulls meraih gelar juara NBA sebanyak 6 kali, sementara dirinya juga memenangkan penghargaan pemain terbaik NBA (MVP) sebanyak 5 kali, tepatnya pada tahun 1987-88, 1990-91, 1991-92, 1995-96, dan 1997-98.

Kini, Michael Jordan dikenal sebagai salah seorang pemain basket terhebat dan terkaya di dunia ini. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response