Beranda Berita Internasional 15 Mei 1948: "Nakba", Hari Bangsa Palestina Terusir dari Negerinya

15 Mei 1948: “Nakba”, Hari Bangsa Palestina Terusir dari Negerinya

 

Laporan: Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID – Palestina hari ini adalah Palestina yang masih berkabut duka lara dibawah todongan laras panjang monyet laknatullah Yahudi Israel.

Palestina hari ini adalah jalan panjang perjuangan mempertahankan sejengkal demi sejengkal tanah negeri yang dirampas sejak 72 tahun lalu.

Bagi kaum muslimin dimanapun berada, tetaplah jadi yang pertama dan selalu utama, menjadi yang terdepan membela kehormatan negeri Islam, Tanah Al-Quds, Palestina.

Hari ini, bertepatan dengan 15 Mei 1948 adalah Hari Nakba, peristiwa bencana dimana zionis mendeklarasikan negara ilegalnya dan secara buas mencaplok 78% wilayah Palestina.

Sejak Tahun 1948, ratusan ribu penduduk Palestina dipaksa keluar dari rumahnya oleh serdadu zionis, Yahudi. Mereka pergi tanpa tahu harus kemana dan Zionis mendeklarasikan berdirinya negara Israel diatas tanah yang dirampasnya.

Dalam perjalanan panjang sejarahnya, Negeri yang pernah dibebaskan oleh Umar bin Khattab pada Tahun 1917 pernah menjadi tanah pijakan pertama Inggris setelah memenangkan perang Dunia I di tanah suci Palestina.

Pasukan Inggris dengan pongah berbaris angkuh memasuki gerbang Baitul Maqdis. Dengan penuh kedengkian, mereka meruntuhkan menara jam tertinggi di kawasan Masjid Al Aqsha.

Menyaksikan Palestina jatuh adalah sebuah kepedihan yang dirasakan Umat Islam sejak tahun itu hingga kini tahun 2020, tepat telah 103 tahun kepiluan itu meluka ternganga.

Kita bahkan lahir ketika israel telah mengklaim berdirinya negara yahudi -dimulai sejak 1948- di atas 78% tanah —dan terus bertambah— yang mereka rampas dari Umat Islam Palestina.

Detik ini bahkan, menurut sumber berita terpercaya, israel sudah tak takut menutup penuh seluruh kawasan Masjid Al Aqsha, masjid yang disebut dalam Peristiwa Isra’ Nabi Muhammad SAW.

Umat Islam Palestina terus menerus menderita diusir dari negerinya berjalan kaki ke negeri seberang, beratus kilometer jauhnya.

Mereka mengira akan kembali pulang dalam waktu cepat, sampai-sampai mereka masih bawa kunci rumah mereka.

Meski begitu, Palestina bangkit melawan Zionis Laknatullah dan berjuang dengan batu-batu intifadah. Terus melawan dengan apa saja yang bisa dijadikan senjata.

Rakyat Palestina terus berjuang tanpa henti. (foto: ist/palontaraq)
Rakyat Palestina terus berjuang tanpa henti. (foto: ist/palontaraq)

Kini, sudah 3 generasi berganti. Kakek punya anak, anaknya punya anak lagi, dan mereka tak kunjung kembali. Mereka bahkan tak tahu lagi letak rumahnya, seiring dengan penderitaan yang terus melanda di Camp-camp pengungsian.

Jumlah warga Palestina yang terusir mencapai 8 juta. Mengungsi dari negerinya sendiri dan terjajah. Dihempas dan diperangi. Orang zionis dengan bangga menulis grafiti di tembok-tembok Palestina, “kill all arabs!”

Membela Palestina bukan urusan Bangsa Palestina saja. Tidak! Sekali-kali tidak! Palestina adalah tanah wakaf umat Islam seluruh dunia.

Jika Al Aqsha runtuh sementara kita masih hidup saat melihatnya, sungguh dosa besar terpikul amat berat di pundak kita. Mari bantu perjuangan membebaskan Al-Aqsha sampai Palestina kembali merdeka!

“Kamu tidak mau memikirkan dan membela Palestina, tidak apa-apa”, kata Ismael Haneya mantan PM Palestina, “namun ingat, nanti di padang Mahsyar, kalian akan kami adukan di hadapan Allah! “Yaa Rabb, jangan pisahkan Palestina dari kehidupan kami.” (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...