Belajar dari Pohon Kurma: Jadilah Pemenang Kehidupan

Pohon kurma tumbuh tangguh di gurun pasir. (foto: ist)

Pohon kurma tumbuh tangguh di gurun pasir. (foto: ist)

Oleh:  Ummu ‘Adil

Belajar dari Pohon Kurma

Perkataan dan perbuatan kita mencerminkan bagaimana kita menjalani dan mencapai kesuksesan dalam hidup. Bagaimana kerasnya tantangan yang dihadapi dalam hidup, sebesar itu pula kesuksesan menanti di masa depan.  Pepatah lama mengatakan bahwa “orang benar akan bertunas seperti pohon kurma”.

Di tengah gurun pasir yang panas, cuaca buruk, dan jarang ada air, ternyata pohon kurma bisa tumbuh dan berbuah. Artinya, selalu ada harapan hidup yang lebih baik ditengah kondisi yang buruk jika saja kita mampu keluar dari masalah dan mengatasi tantangan yang ada.

Pohon Kurma yang tumbuh di gurun pasir, diatas tanah yang kering, gersang, tandus, dan kerap dihantam badai gurun merupakan satu-satunya tanaman yang mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrim tersebut dan hal itu  tidak membuatnya tumbang. Kekuatan pohon kurma ada pada akar-akarnya. Karena itu, tidak berlebihan kalau pohon kurma dianggap sebagai pohon tahan banting.

Berdasar penelitian para ahli, akar pohon kurma bisa tertanam dan tumbuh hingga puluhan bahkan ratusan meter ke dalam tanah hingga menemukan sumber air. Pohon kurma yang tumbuh di tengah gurun pasir memberikan sebuah pertanda bahwa di bawah permukaannya ada air.

Pohon kurma tumbuh tangguh di gurun pasir. (foto: ist)

Buah pohon kurma manis dan kaya manfaat.  (foto: ist)

Petani kurma di Timur Tengah menanam biji kurma ke dalam lubang pasir lalu ditutup dengan batu.  Mengapa biji itu harus ditutup batu? Ternyata, batu sebagai penutup biji kurma yang ditanam itu akan memaksa pohon kurma berjuang untuk tumbuh ke atas.

Karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, membuat pertumbuhan akar pohon kurma menjadi maksimal masuk ke dalam tanah.  Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon kurma itu tumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yang menekan di atasnya.

“Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah.” Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa?

Sekarang kita tahu mengapa Allah kerap mengizinkan tekanan hidup datang. Bukan untuk melemahkan dan menghancurkan kita, sebaliknya Allah mengizinkan batu (tekanan hidup) itu untuk membuat kita berakar semakin kuat.

Lihat juga: Muslim dianjurkan Konsumsi ini:  Madu, Air Zamzam, dan Kurma

Belajarlah dari bagaimana pohon kurma itu tumbuh dan mengakar kuat.  Jadilah manusia yang tangguh dan tegar menghadapi beratnya tantangan masalah kehidupan.  Kita harus kuat, sabar dan yakin dengan Rahmat Allah.

“….. Dan janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, karena hanya Orang-orang kafir yang berputus asa dari rahmat Allah.” (Qs. Yusuf: 87)

Untuk punya kekuatan  menghadapi “tekanan” tersebut, manusia harus memiliki “akar” yang kuat. Dalam hidup ini yang dimaksud akar, ialah keyakinan pada Allah dan Ilmu.  Tidak sekadar bertahan, tapi ada waktunya benih yang sudah mengakar kuat itu mampu menjebol “batu masalah” yang selama ini menekan.  Inilah kunci untuk tampil sebagai pemenang kehidupan.

Lihat juga: Berobat dengan Kurma Madinah

Allah mendesain kita seperti pohon kurma. Sebab itu jadilah tangguh, kuat dan tegar menghadapi beratnya kehidupan. Tekanan hidup tidak akan pernah bisa melemahkan, justru membuat kita adaptif dan mampu bertahan dari segala macam guncangan masalah dan badai kehidupan.

Buah Kurma

Buah Kurma (foto: Lagizi)

Seperti itulah seharusnya seorang muslim memaknai pohon kurma.  Inilah salah satu hikmah dari penciptaan Allah SWT dari Pohon Kurma. Dan setelah pohon kurma sukses berbuah, siap memberikan persembahan terbaik,  buah yang manis dan kaya manfaat.  Mari belajar dari pohon kurma dan jadilah pemenang kehidupan. (*)

 

Like it? Share it!

Leave A Response