Mengenal Pemasaran Konten (1)

by Penulis Palontaraq | Minggu, Apr 14, 2019 | 120 views
Sumber: Billionaire Coach

Billionaire Coach

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID – APA itu Pemasaran Konten atau Content Marketing itu? Istilah ini belakangan sering diucapkan terutama dalam konteks digital marketing. Banyak yang hanya mengira-ngira bahwa yang dimaksudkan sebenarnya adalah hanya model pemasaran digital.

Tapi apa sih sebenarnya pengertian dari content marketing itu? Mengapa pemasaran konten di kekinian menjadi strategi efektif untuk mendapatkan kustomer loyal jika dibandingkan dengan pemasaran tradisional?

Secara sederhana, Pemasaran konten adalah menggunakan konten untuk tujuan pemasaran. Pemasaran konten adalah strategi pemasaran, dari merencanakan, membuat, sampai mendistribusikan konten yang menarik bagi audiens, kemudian mendorong mereka menjadi kustomer.

Jadi, ada dua tujuan dari pemasaran konten tersebut, yaitu: Pertama, Menarik audiens baru untuk mengenal bisnis anda. Kedua, Mendorong (mengajak) mereka untuk menjadi kustomer.

Sebagai contoh, misalkan ada akun milik perusahaan/brand besar yang bisa difollow di social media. Biasanya pemilik akun mengirimkan update yang menarik, berupa foto, video, artikel, atau sekedar update status. Hal seperti itulah sebenarnya salah satu contoh dari content marketing.

Lihat juga: Mengenal Industri 4.0

Konten yang dimaksud bisa dalam berbagai bentuk. Bisa berupa gambar, video, audio, tulisan, dan lain sebagainya. Konten bisa juga dibedakan berdasarkan sifanya: menghibur, mendidik, emosional, dan lain-lain.

Integra Cipta Kreasi

Integra Cipta Kreasi

Yang terpenting, konten harus menarik. Kalau konten tidak mampu membuat audiens tertarik untuk menyimak, berarti gagal dalam upaya content marketing. Karena itu, diperlukan Panduan tahap-tahap menyusun strategi content marketing untuk bisnis.

Cara-cara membuat konten berkualitas yang mampu menarik audiens dan mendorongnya menjadi kustomer diperlukan pembelajaran tersendiri untuk membuatnya lebih efektif, tentunya lebih bisa lebih mudah dibandingkan dengan model pemasaran tradisional.

Perbedaannya dimana? Dalam pemasaran tradisional, biasanya mempromosikan apa yang dijual (produk/jasa) melalui media iklan. Harapannya supaya yang melihat iklan langsung beli. Model seperti ini sudah tidak efektif lagi. Masyarakat sudah kebal dengan berbagai macam promosi produk. Maka ketika melihat iklan secara online maupun offline yang mempromosikan produk, kadang dianggap angin lalu.

Iklan promosi tidak memberikan manfaat bagi orang lain. Karena itulah tingkat kliknya sangat rendah. CTR iklan? Hanya 0.12%. Tapi jangan salah paham. Praktisi content marketing juga bisa menggunakan iklan. Bedanya, iklan tidak digunakan untuk langsung mempromosikan produk. Melainkan untuk mendistribusikan konten yang bermanfaat.

Sekarang tanyakan pada diri sendiri: Lebih menarik mana, iklan yang mempromosikan produk atau iklan yang mempromosikan konten gratis yang bermanfaat bagi audiens?Itulah sebabnya pemasaran konten lebih superior daripada pemasaran tradisional.

Pertanyaannya kemudian. Kalau kita mempromosikan konten, bukan produk, penjualannya bagaimana? Tujuan dari content marketing yaitu menarik audiens baru dan mendorong mereka untuk menjadi kustomer (melakukan pembelian).

Yang pertama sudah jelas. Dengan konten, kita lebih mudah untuk menarik audiens baru, dibandingkan pemasaran tradisional. Kedua, Website yang menggunakan content marketing mendapatkan konversi dan penjualan 6x lebih tinggi daripada yang tidak.

Alasannya? Ketika mempromosikan produk/jasa, masyarakat tidak tahu apapun tentang kredibilitas anda. Ini karena anda hanya menunjukkan apa yang dijual. Karena itu pula, konversi penjualan akan jadi lebih kecil.

Sementara kalau kita memiliki konten yang bernilai, masyarakat jadi tahu bahwa bisnis kita bisa dipercaya. Konversi penjualan akan meningkat. Inilah salah satu hal yang menarik dari content marketing.

Atomic Reach

Traditional Marketing vs Content Marketing (Source: Atomic Reach)

Bagi bisnis atau usaha baru yang menggunakan model pemasaran tradisional, ketika mereka menggunakan iklan maka normalnya jumlah pembeli akan meningkat. Tapi ketika iklan dihentikan, maka kembali ke 0 lagi. Ini karena mereka hanya tahu keberadaan anda lewat iklan dan promosi. Tidak demikian dengan content marketing.

Lihat juga: Unicorn pada Startup

Ketika anda sudah punya konten yang benar-benar bermanfaat, maka orang lain akan tetap bisa menemukan anda. Pengunjung akan menjadi follower, subscriber, kemudian menjadi customer, pada akhirnya mereka juga akan membantu mempromosikan bisnis anda kepada kenalan mereka.

Beberapa kelebihan Konten Marketing, antara lain adalah:
1. Memperlihatkan kelebihan dari produk.
2. Membangun hubungan dengan audiens.
3. Meningkatkan kesadaran dan pengakuan terhadap merk (brand)
4. Membangun loyalitas serta kepercayaan kustomer.
5. Memposisikan bisnis sebagai ahli dalam industri.
6. Mempercepat audiens dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan bisnis.

Tidak hanya itu dengan menyediakan konten, berarti kita juga akan membuka channel baru untuk mendatangkan pengunjung selain dengan iklan. Seperti: Search engine, Social media, Situs komunitas, Website milik orang lain, Email, dan lain-lain.

Itulah kenapa website yang melakukan content marketing akan mendapatkan lebih banyak pengunjung dalam jangka panjang. Bahkan dibandingkan mereka yang memasang iklan.

Jenis Konten Marketing bisa dibuat dalam bentuk: Artikel, Info Grafis, Video di Youtube (video tutorial), Meme, Animasi Explainer, Video Webseries, eBook, eMagazine, dan lain sebagainya. Setiap jenis konten memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri.

Memilih jenis konten terbaik untuk setiap kondisi adalah tugas kita sebagai brand, atau konten kreator, dalam membuat konten, dan menyukseskan program Content Marketing Anda!

Bersambung…..

 

 

 

Like it? Share it!

1 Comment so far. Feel free to join this conversation.

  1. Writer Daylight September 26, 2019 at 2:48 pm - Reply

    MKSH INFONYA

Leave A Response