Momentum Ustadz Abdul Somad

by Kontributor Palontaraq | Minggu, Apr 14, 2019 | 61 views
Salah satu tabligh akbar Ustadz Abdul Somad di Bandung. (foto: islamedia)

Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam salah satu tabligh akbarnya, di Bandung, Jawa Barat. (foto: islamedia)

Oleh: Wah Yudi

Ustadz langsing bersuara lantang itu bergerak tepat waktu. Langkahnya jenius dan terukur. Dia buat One moment in time. Bagai Ledakan quantum.

Pas disaat ummat menunggu nunggu sikapnya. VVIP Al azhar circle, Riil alumni Cairo. The brave heart.

Right man on the right time and the right place. Dengan cakap dia memberi tanda, bagi siapa saja yang pernah melarangnya datang. Bagi siapa saja yang pernah mengusirnya pulang.

Bagi siapa saja yang pernah menuduhnya anti Pancasila, anti NKRI, mempermalukannya dengan dipaksa menyanyi Indonesia raya hingga mencium bendera. Difitnah bagai pengkhianat tanah tumpah darahnya.

Lihat juga:  Ustadz Abdul Somad, Da’i Sejuta Viewers

Ustadz Abdul Somad (UAS)  telah menentukan pilihan. Inilah saatnya dia membalikkan keadaan.

Pesannya tajam. Dengan elegan langsung menusuk jantung pertahanan. Persekusi tak membuatnya surut. Beliau punya cara sendiri untuk memberi perlawanan.

Menghentak. Mengguncang panggung di injury timeHe is the man behind our champion.

Saat ia berkisah, Dalam pencarian panjangnya beliau telah menentukan sikap. Perjalanan spiritual hingga ke zona teresterial mengetuk hati jiwa- jiwa yang bersih. Membisikkan satu nama pemimpin. Hanya ada seorang saja yang disebut hingga lima kali.

Prabowo, Capres pilihan hasil ijtima' ulama. (foto: fb/2019gp)

Prabowo, Capres 02, pilihan hasil ijtima’ ulama. (foto: fb/2019gp)

Dialah Prabowo, manusia yang datang dalam mimpi penghuni-penghuni langit itu menitikkan air mata mendengar tuturan UAS saat namanya disebut. He is so touching. Both of them.

Dibalik sikapnya yang tegas, Hatinya rapuh. Vulnerable. Gampang tersentuh. Sentimentil, jiwanya halus. Kesannya priyayi. Well educated.

Dia memang Orang  Jawa yang lama jadi tentara. Tangan kekarnya sering membelai lembut Bobby si kucing kampung hingga terlelap di pangkuannya. Tak jarang ia Memeluk orang miskin lusuh yang begitu mencintainya.

Nampak jelas begitu hormat pada ulama, walaupun jauh lebih muda. Tangannya tersusun rapi dengan badan penuh menghadap lawan bicaranya. Concern. Mendengarkan dengan penuh seksama. Sambil sesekali menyeka air matanya yang terlanjur tumpah. Mungkin terbayang betapa beratnya menahan amanah.

Wejangan UAS begitu mengena. Ummat menyaksikan pasti jadi mengharu biru. Menyampaikan untaian mutiara hikmah. Bagaimana akhlak pemimpin.

Lihat juga: UAS Dukung dan Nasehati Prabowo

Tak banyak meminta malah memberi. Tasbih kesayangan yang paling berharga sebagai hadiah. Berharap dibalas jangan diberi jabatan bahkan hanya untuk sekedar undangan ke istana. Permintaan yang tidak biasa dari orang yang telah selesai dengan dunia.

Biarkan orang kampung itu mengembara, mendakwahi umat. Masuk hutan keluar hutan, menyusuri sungai menyeberangi lautan. Terbang hingga sejauh cakrawala memandang. Jiwa nya telah diwakafkan untuk mendidik ummat. Begitu mulianya engkau Tuan.

Bersyukur kepada Allah SWT. Kita masih diberi role model Orang-orang baik. Mewakili rahmat Tuhan untuk seluruh sekalian alam. Menyejukkan mata batin, menentramkan hati nurani. Berpihak pada sebenarnya kebenaran.

Terimakasih UAS telah memberi penerangan jalan. Hingga yakin melangkah makin terang. Semakin memudahkan ummat untuk memilih pemimpin yang layak mensejahterakan dalam keadilan dan kemakmuran. Serangan balik yang memantapkan pilihan.

Mari kita dudukkan orang baik pada tempat yang lebih tinggi. Semoga dengannya berkah Allah menaungi bangsa ini. (*)

 

Wah Yudi, 12.4.2019

Like it? Share it!

1 Comment so far. Feel free to join this conversation.

Leave A Response