Oleh: Muhammad Farid Wajdi
PALONTARAQ.ID – Ada yang pernah mendengar istilah Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) atau penerapannya dalam suatu perusahaan atau industri, khususnya dalam pengolahan dan pengelolaan bahan pangan atau makanan?
Makanan menjadi salah satu kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh manusia setiap harinya. Seiring perkembangan waktu, banyak sekali varian makanan yang diproduksi dan diolah oleh industri atau perusahaan.
Disinilah pentingnya HACCP sebagai pengontrol keamanan makanan atau bahan pangan yang kita konsumsi, termasuk pula diantaranya jenis makanan instan dan siap saji.
Dalam kenyataannya, banyak jenis penyakit yang timbul dikarenakan bahan pangan dan makanan siap saji tersebut tidak memiliki kontrol gizi dan kebersihan yang baik dan benar. Begitu pula soal lolos uji makanan yang sudah ditetapkan.
Pengertian HACCP
Pengertian HACCP dalam Industri Pangan merupakan sebuah sistem yang mengontrol kondisi makanan sesuai dengan tolak ukur yang ditetapkan, serta berfokus pada kemungkinan bahaya yang ada dalam makanan tersebut.
HACCP adalah suatu sistem jaminan mutu yang mendasarkan kepada kesadaran atau penghayatan bahwa hazard (bahaya) dapat timbul pada berbagai titik atau tahap produksi tertentu tetapi dapat dilakukan pengendalian untuk mengontrol bahaya-bahaya tersebut.
Kunci utama HACCP adalah antisipasi bahaya dan identifikasi titik pengawasan yang mengutamakan kepada tindakan pencegahan dari pada mengandalkan kepada pengujian produk akhir.
Sistem HACCP bukan merupakan sistem jaminan keamanan pangan yang zero-risk atau tanpa resiko, tetapi dirancang untuk meminimumkan resiko bahaya keamanan pangan.
HACCP dapat diterapkan dalam rantai produksi pangan mulai dari produsen utama bahan baku pangan (pertanian), penanganan, pengolahan, distribusi, pemasaran hingga sampai kepada pengguna akhir.
Karena HACCP dikenal sebagai sistem keamanan pangan yang efektif, maka dengan menerapkan HACCP secara konsekuen maka perusahaan jaminan pangan akan dapat memberikan kepercayaan pada pelanggan terhadap jaminan keamanan yang telah dilakukan.
Dengan penerapan HACCP juga akan memberikan kesan yang baik bahwa industri pangan yang bersangkutan memenuhi komitmen yang kuat dan profesional dalam menjamin keamanan pangan.
Bahkan suatu industri pangan penerap HACCP dapat mendemonstrasikan bahwa sistem keamanan pangannya telah memenuhi persyaratan regulasi pemerintah dalam menjamin masyarakat terhadap kemungkinan timbulnya bahaya keamanan pangan.

Tujuan HACCP
Keberadaan HACCP ini sangatlah penting karena akan mengawasi peredaran berbagai produk makanan yang semakin banyak variasinya dewasa ini.
HACCP ini hadir untuk membantu masyarakat dalam memilih makanan, karena itu HACCP juga bisa dikaitkan dengan uji mutu terhadap makanan yang harus dilakukan, karena memang didasarkan pada kesadaran masyarakat akan bahan pangan atau makanan yang bisa membahayakan tubuh.
Arah tujuan dari HACCP ini adalah pengurangan resiko bahaya dari makanan. Sehingga kemungkinan HACCP ini bisa gagal, karena ada resiko yang membuntutinya. Namun resikonya sangat kecil sehingga HACCP ini dipastikan sebagai sistem uji pangan yang sangat efektif.
Manfaat HACCP
Manfaat dengan Penerapan HACCP dalam organisasi atau perusahaan anda di harapkan proses anda akan lebih terjamin dan perusahaan mendapatkan manfaatnya, seperti:
– Menjamin keamanan pangan
– Memproduksi produk pangan yang aman setiap saat.
– Memberikan bukti sistem produksi dan penanganan produk yang aman.
– Memberikan rasa percaya diri pada produsen akan jaminan keamanannya.
– Memberikan kepuasan pada pelanggan akan konformitasnya terhadap standar nasional maupun internasional.
– Mencegah kasus keracunan pangan, sebab dalam Penerapan Sistem HACCP bahaya-bahaya dapat diidentifikasi secara dini, termasuk bagaimana tindakan pencegahan dan tindakan penanggulangannya.
– Mencegah/mengurangi terjadinya kerusakkan produksi atau ketidakamanan pangan, yang tidak mudah bila hanya dilakukan pada sistem pengujian akhir produk saja.
– Dengan berkembangnya HACCP menjadi standar internasional dan persyaratan wajib pemerintah, memberikan produk memiliki nilai kompetitif di Pasar Global.
– Memberikan efisiensi manajemen keamanan pangan, karena sistemnya sistematik dan mudah dipelajari, sehingga dapat diterapkan pada semua tingkat bisnis pangan.
Tujuh Prinsip HACCP
Karena pentingnya HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) ini , maka setiap konsumen dan produsen makanan pada khususnya harus paham prinsip-prinsip penerapannya, yaitu:
1. Analisis bahaya
2. Identifikasi CCP (Critical Control Point)
3. Penetapan batas kritis setiap CCP
4. Penetapan sistem monitoring setiap CCP
5. Penetapan tindakan koreksi untuk penyimpangan yang terjadi
6. Penetapan prosedur verifikasi, dan
7. Penetapan penyimpanan catatan dan dokumentasi.
Penerapan HACCP
Penerapan ini sebaiknya diwajibkan bagi penjual makanan, karena secara tidak langsung akan memberikan dorongan moral kepada para penjual agar lebih hati-hati dalam menjual dan memproduksi makanan.
Selain itu, penerapan HACCP di Indonesia juga sangat penting mengingat standar makanan yang tidak berbahaya sudah diatur dan dijamin dalam Undang Undang perlindungan konsumen. Sehingga HACCP sangat dibutuhkan.
Beberapa manfaat penerapan dari sistem HACCP ini adalah Mengurangi kasus keracunan, Membuktikan bahwa produk pangan yang beredar di masyarakat sudah aman, Meningkatkan nilai kompetitif pada pangan, serta Meningkatkan nilai kepuasan pelanggan, dan manfaat lainnya.
Dengan demikian, makanan yang dikonsumsi akan aman sehingga tidak akan ada resiko yang dapat membahayakan tubuh dan diri kita. (*)


