Belajar dari Kebijaksanaan Gandhi

by Penulis Palontaraq | Selasa, Feb 5, 2019 | 26 views
Mahatma Gandhi. (foto: ist/palontaraq)

Mahatma Gandhi. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID – GANDHI  lahir di Orbandar, Gujarat, 2 Oktober 1869 dari keluarga politisi senior, Karamchand Gandhi dengan Putibai Gandhi. Gandhi hidup dalam Komunitas Hindu Bania yang terletak di daerah pesisir Gujarat. Dalam Bulan Mei 1883, saat Gandhi berumur 13 tahun, Gandhi dinikahkan dengan Kasturbai Makhanji (14 tahun) sesuai adat disana.

Dalam pendidikannya, Gandi tercatat sebagai siswa yang pandai berbahasa Inggris dan pandai memimpin. Dengan kerja keras, Gandhi lolos masuk di Samaldas College di Bhavnagar, Gujarat. Pada Tahun 1888, Gandhi sekolah ilmu hukum di University College, London dan menjadi pengacara di Inner Temple. Saat tinggal di London, Gandhi tergabung dalam Vegetarian Society dan menarik banyak orang untuk mempelajari Hindu. Pada tahun 1875, mendirikan Theosophical Society dimana Gandhi sebagai pemimpinnya dan selalu diminta membacakan Bhagavad Gita bagi komunitasnya.

Mahatma Gandhi adalah satu dari banyak pemimpin India yang dikenal sebagai tokoh penganjur perdamaian dunia. Beliau dikenal sebagai pemimpin rakyat India yang memperjuangkan kemerdekaan India dan melepaskan diri dari belenggu penjajahan Inggris. Gandhi menginspirasi dunia untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia, kemerdekaan dan perdamaian dunia.

***

Dulu ketika Mahatma Gandhi sedang belajar di Fakultas Hukum University College, London, ada seorang profesor yang bernama Peter, yang kurang menyukai Gandhi. Suatu hari ketika Prof. Peter sedang makan siang di kantin kampus, Gandhi datang dan duduk di sampingnya sambil membawa makan siangnya.

Prof. Peter berkata, “Gandhi, apakah Anda tidak mengerti bahwa seekor babi dengan seekor burung tidak duduk berdampingan untuk makan?” Gandhi bagai orang tua yang menatap anak nakal menjawab, “Jangan khawatir Prof. Saya akan segera terbang.” Dan Gandhipun segera ngeloyor ke meja lainnya. Muka Prof. Peter memerah penuh kemarahan dan memutuskan untuk suatu saat balas dendam.

Hari berikutnya di dalam kelas, Prof. Peter sengaja mengajukan pertanyaan ke Gandhi, “Gandhi, andai kamu sedang berjalan tiba-tiba menemukan paket berisi 1 tas penuh uang dan 1 tas penuh dengan kebijaksanaan, mana yang kamu ambil?” Tanpa ragu Gandhi menjawab, “Ya uang-lah.” Prof. Peters tersenyum sinis dan berkata, “Jika itu aku, maka aku akan mengambil kebijaksanaan.” Gandhi menjawab: “Seseorang itu mengambil apa yang tidak dia punya.”

Prof. Peter seperti kehilangan akal menghadapi Gandhi. Ia tidak bisa berkata apa-apa. Dengan penuh kemarahan dia menulis kata “idiot” pada lembar jawaban ujian Gandhi dan memberikan ke Gandhi. Gandhi mengambil lembar jawabannya dan duduk dengan tenang. Beberapa menit kemudian Gandhi berdiri dan menghampiri sang profesor seraya berkata dengan sangat sopan, “Prof. Peter, Anda hanya menanda-tangani lembar jawaban saya tapi belum memberi nilai.”

Apa pesan dan hikmah dari cerita ini? Bersikaplah tenang dan bijak apabila ada orang yang membenci kita. Sebab semakin dia membenci kita, semakin banyak kebodohan yang akan dibuatnya. Di dalam dunia yang penuh dengan kompetisi, ingatlah untuk tetap rendah hati sehingga kejadian berikut ini bisa terjadi: “First they ignore you, then they laugh at you, then they fight you, then you win.” [Mahatma Gandhi]

Like it? Share it!

Leave A Response