BerandaAkademiaKeutamaan Mempelajari Hadits/Ilmu Hadits

Keutamaan Mempelajari Hadits/Ilmu Hadits

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Pengertian dan Pokok Bahasan Ilmu Hadits

PALONTARAQ.ID – Sebagai sumber hukum islam kedua setelah Al-Qur’an, tentu Hadits perlu dan penting untuk dipelajari. Untuk mempelajarinya, tentu juga kita memerlukan guru, ustadz atau syekh yang tepat dalam mengajarkannya.

Itulah sebabnya, penulis yang selalu merasa haus akan keilmuan Islam, termasuk didalamnya kajian dan pembelajaran Hadits, sedapat mungkin tidak akan melewatkan untuk mengikuti Daurah Hadits jika tidak ada halangan yang berarti.

Seperti dua hari lalu, Rabu (13/4/2022), penulis sempat mengikuti Daurah “40 Hadits Seputar Bulan Ramadan” via Online (Zoom) dengan Pemateri Al-Syekh Dr. Muhibbudin Ali bin Taqiy al-Mishriy حفظه الله تعالى , beliau Hafizh Al-Quran Bersanad, Pewaris Sanad Ulum Syar’iyyah dan Mudir Akademia Al-Ruwwaqi Al-Atsari Litta’silil ‘Ilmi bersama Al-Ustaz Takbir, S.Th.I., S.Pd.I., M.Th.I., M.Pd.I حفظه الله تعالى (Mudir Ma’had Imam Bukhari WI Makassar) sebagai Penerjemah Faedah dan Muqri.

Mengapa mesti memaksakan diri belajar Hadits. Apa manfaat dan keutamaan Belajar Hadits? Diantara keutamaan mempelajari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Menambah cahaya wajah. Bukankah kita pernah mendengar atau membaca hadits yang diriwayatkan At-Tirmidzi berikut ini:

Nabi Shallalahu ‘alaihi wasallam mendo’akan orang yang mempelajari hadits Nabi agar diberikan cahaya di wajahnya, beliau SAW bersabda:

 

نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ

مِنْهُ ثَلَاثٌ لَا يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ وَمُنَاصَحَةُ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ

وَلُزُومُ جَمَاعَتِهِمْ فَإِنَّ الدَّعْوَةَ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهِمْ

 

Artinya:

“Semoga Allah memberikan nudhrah (cahaya di wajah) kepada orang yang mendengarkan sabdaku lalu ia memahaminya, menghafalnya dan menyampaikannya, berapa banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faqih darinya, ada tiga perkara yang tidak akan dengki hati muslim dengannya: mengikhlaskan amal karena Allah, menasehati pemimpin kaum muslimin dan berpegang kepada jama’ah (yang mencocoki kebenaran) mereka karena do’a mereka meliputi dari belakang mereka (semuanya)”. [HR At Tirmidzi no 2658]

Beberapa faedah dari Hadits ini adalah:

1. Keutamaan belajar hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam;

2. Keutamaan menghafalkan hadits;

3. Orang yang belajar dan menghafalkan hadits akan akan mendapatkan nudhrah (cahaya di wajah);

4. Keutamaan menyebarkan hadits dan mendakwahkannya;

5. Orang yang hafal ilmu, belum tentu paham;

6. Orang yang hafal ilmu, belum tentu di atas kebenaran;

7. Wajib memastikan keshahihan hadits karena Nabi mengatakan “orang yang mendengarkan sabdaku…” berarti harus dipastikan itu sabda Nabi;

8. Wajibnya mengikhlaskan amalan shalih untuk Allah semata;

9. Wajibnya berpegang pada jama’ah, yaitu pada ulama sunnah dan umara’ kaum Muslimin. Tidak boleh keluar dari ketaatan atau memberontak;

10. Maksud “doa mereka meliputi dari belakang mereka” adalah kekuatan serta keberkahan didapatkan dari persatuan di atas jama’ah, dan kelemahan karena perpecahan dan keluar dari jama’ah.

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, ”Kalaulah tidak ada keutamaan menuntut ilmu (hadits) kecuali hadits ini, cukuplah ia sebagai kemuliaan. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendo’akan untuk orang yang mendengar sabdanya, memahami, menghafal dan menyampaikannya.

Inilah martabat-martabat ilmu. Yang pertama dan kedua adalah mendengarkan dan memahaminya dengan hati maksudnya mengikatnya dan menjadi tetap di dalam hatinya.Yang ketiga adalah menghafalnya sehingga tidak melupakannya, dan yang keempat adalah menyampaikan dan menyebarkannya kepada umat sehingga tercapai maksud.

Buah dari belajar Hadits tersebut yaitu menyebarkannya kepada umat, karena ia bagaikan harta karun yang terpendam di dalam bumi yang apabila tidak dipergunakan ia akan segera hilang. Ilmu bila tidak diinfakkan dan diajarkan akan hilang, namun bila diinfakkan ia akan berkembang dan bertambah.

“Barangsiapa yang melaksanakan empat martabat ini, ia termasuk ke dalam do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut yang mengandung keindahan lahir dan batin. Karena nudhrah adalah keindahan dan keelokan yang menghiasi wajah akibat pengaruh iman, kebaikan batin, kegembiraan hati, dan merasakan kelezatannya yang semuanya itu tampak sebagai cahaya di wajah.” [Miftah Darissa’adah 1/94]

Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berkata, ”Tidak ada seorangpun dari ahli hadits kecuali di wajahnya terdapat cahaya berdasarkan hadits ini.” [Qowa’id tahdits hal 48]

Hadits di atas memberikan motivasi kepada kita untuk mempelajari Hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, memahaminya, menghafalnya dan menyampaikannya kepada orang lain, oleh karena itu setiap kita berusaha dan berlomba-lomba untuk memahami hadits dan mengamalkannya dalam kehidupan kita, dan mendahulukannya dari perkataan siapapun.

Beberapa  tulisan tentang Hadits, dapat dipelajari pada link berikut: 

Pengantar Ilmu Hadits

Pengertian dan Pokok Bahasan Ilmu Hadits

Apa saja Keutamaan Mempelajari Hadits

10 Istilah dalam Ilmu Hadits yang Penting Diketahui

Pembagian Ilmu Hadits

Hadits berdasarkan Jumlah Penutur

Pengertian, Kriteria dan Hukum Hadits Dhaif

Beberapa Pengertian Terkait Sanad dan Matan Hadits

Hadits tentang Menuntut Ilmu dan Menghargai Waktu

Imam Malik dan Kitab Al-Muwaththa’ yang Disepakati

Mengenal Kitab Bulughul Maraam dan Ibnu Hajar al-Asqalani

Barakallahu fiikum. Semoga bermanfaat adanya dan menetapkan hati kita untuk semangat dan tersemangati dalam mempelajari, menghafal, menyebarkan dan mendakwahkan Hadits/Ulumul Hadits. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT