Pertolongan Pertama dan Tanaman Obat bagi Penderita Stroke

Berikan Pertolongan pertama pada Orang terkena stroke dengan tindakan tepat sesuai ilmu. (foto:klikdokter)

Berikan Pertolongan pertama pada Orang terkena stroke dengan tindakan tepat sesuai ilmu. (foto:klikdokter)

Pertolongan Pertama bagi Penderita Stroke

Jika seseorang penderita Stroke mendadak jatuh, semisal terjatuh di WC, atau di lokasi lain, maka pada saat itu pembuluh darah ke otak akan pecah sedikit demi sedikit. Untuk mengatasi hal ini, sangat penting bagi kita untuk tidak gugup atau panik sehingga dapat melakukan pertolongan pertama dengan cepat dan tepat. Jika korban berada di tempat kejadian seperti dikamar mandi/ruang tidur/ruang tamu, dan lain-lain maka janganlah dipindah-pindahkan ke tempat lain, karena tindakan itu hanya akan percepat pecahnya pembuluh darah, dan diusahakan agar penderita jangan sampai terjatuh untuk kedua kalinya.

Tindakan yang harus diambil adalah dengan cara mengeluarkan darah korban dengan menggunakan jarum yang telah dibakar atau disterilkan, kemudian ditusukkan ke ujung setiap jari masing-masing sampai darahnya keluar ± 1-2 tetes. Kalau darahnya tidak keluar dapat diurut sampai keluar, sesudah itu korban akan sadar setelah beberapa menit kemudian. Jika korban mulutnya miring, tariklah kedua daun telingany sampai merah dan langsung tusuk bagian bawah daun telinga dengan jarum steril sampai darah keluar ± 1-2 tetes.

Setelah korban sadar dan mulutnya sudah pulih kembali, barulah dibawa ke dokter atau Rumah Sakit terdekat. Umumnya orang yang terkena Stroke, pembuluh darahnya akan lebih cepat pecah karena goncangan dalam perjalanan ke Rumah Sakit atau Tempat Praktek Dokter. Orang tersebut dapat tidak sadar kembali atau pingsan sehingga berpotensi akan cacat/lumpuh. Kita harus ingat tindakan mengeluarkan darah dari jari orang yang terkena Stroke, maka kita sudah bisa menolong orang tersebut dari penyakit Stroke.

Tanaman Obat bagi Penderita Stroke

Sebagai Negara Mega-Biodiversitas yang kedua di dunia setelah Brasilia, Indonesia memiliki 30.000 jenis spesies tumbuhan berkhasiat obat, sekitar 75 % tumbuh dengan baik dan baru 1.000 jenis tanaman yang telah dimanfaatkan, baik dalam upaya kesehatan Promotif, Preventif, Kuratif, Rehabilitatif maupun Paliatif.

Tanaman Obat yang berfungsi sebagai anti koagulan diantaranya Daun dewa (Gynura segetum), Temu putih (Curcuma zedoaria), Buah Makassar (Brucea javanica L.), dan Iler/miana (Coleus scutellarioides (L) Benth.), sedang Tanaman Obat yang berfungsi sebagai homeostatik diantaranya Sambang darah (Excoecaria bicolor Hassk.), Akar alang-alang (Imperata cylindrical), Andong (Cordyline fructicosa Linn.), Temu putih (Curcuma zedoaria), Cakar ayam (Selaginella doederleinii Hieron), dan Buah Makassar (Brucea javanica L).

Daun Dewa. (foto: ist/palontaraq)

Daun Dewa. (foto: ist/palontaraq)

Untuk Tanaman obat yang memiliki efek farmakologi memperlancar sirkulasi darah diantaranya Daun dewa (Gynura segetum), Konfrey (Symphytum officinale L.), Pegagan (Centella asiatica (L) Urtban.), Mengkudu (Morinda citrifolia), Sambung nyawa (Gynura procumbens), Pulai (Alstonia scholaris R.Br.), Selasih (Ocimum basilicum L.), Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.), Baru cina (Artemisia vulgaris L.), Jahe merah (Zingiber officinale Linn).

Disamping kekayaan flora, maka fauna di Indonesia ini mempunyai potensi besar bagi pengobatan stroke, seperti ludah kelelawar (mengandung bahan trombolisis), lintah (mengandung Hirudin, serta bahan anti koagulan), ular (mengandung bahan trombolisis sera Nert Growth Factor Bakteri, serta obat anti hipertensi), serta cacing (lumbrokinase berkhasiat sebagai anti platelet agregasi, fibriolisis, dan antikoagulan). Maka sudah saatnya kita mengembangkan penelitian bioteknologi untuk memanfaatkan potensi bahan alam dari Indonesia bagi manfaat pengobatan.

(* Tulisan ini merupakan ringkasan dari artikel dr. Hardhi Pranata Sp.S, MARS, Konsulen Departemen Syaraf dan Unit Stroke RSPAD Gatot Soebroto, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia.  Judul asli artikel, “Terapi Trombolisis Pada Stroke Iskemik”, termuat di  Scientific Jurnal of Pharmaceutical Development and Medical Application “MEDICINUS”, Vol.24. No.2, edisi Mei 2011.

 

Like it? Share it!

Leave A Response