Beranda Islam Waktu, Adab dan Posisi Tidur yang Sehat

Waktu, Adab dan Posisi Tidur yang Sehat

 

Oleh: M. Farid Wajdi, S.H.i

Tulisan Sebelumnya: Adab dan Sunnah Sahur

PALONTARAQ.ID – Untuk mengenali bagaimana tidur yang sehat dan berkualitas, maka sangat penting bagi kita untuk meninjaunya dari aspek agama dan kesehatan.

Ternyata memang Islam telah mengatur waktu, adab, dan posisi tidur, sehingga baik untuk kesehatan, secara fisik dan psikis.

Tidur tidak hanya dipandang sebagai kegiatan mengistirahatkan tubuh dari segala rutinitas, tetapi tidur sebagai keharusan untuk mendapatkan kesegaran dan semangat kembali.

Waktu Tidur yang Sehat

1. Tidur di awal malam

Waktu tidur malam yang baik menurut Islam adalah tidur di awal malam. Maksudnya, tidur di awal malam adalah tidur setelah waktu isya, tentunya setelah Shalat Isya.

Rasulullah SAW membenci tidur sebelum Shalat Isya dan mengobrol setelahnya. Karena tidur yang dilakukan sebelum Shalat Isya bisa menjadikan orang lalai  mendirikan shalat isya, begitu pula mengobrol di waktu isya dapat seseorang lalai  mendirikan Shalat Isya.

Disebutkan dalam Hadits, “Bahwasanya Rasulullah SAW membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” (Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235).

Rasulullah SAW membenci tidur sebelum Shalat Isya dan berbincang-bincang setelahnya. Karena tidur di waktu Maghrib dan atau mengobrol di waktu Maghrib dan sebelum Shalat Isya dikhawatirkan dapat meninggalkan kewajiban Shalat Isya.

Berdasarkan penelitian kesehatan, tidur larut malam berpotensi  mengakibatkan kerusakan hati.

2. Tidur di Siang Hari

Berdasarkan hasil penelitian kesehatan, tidur siang dapat meminimalisir resiko terserang penyakit jantung, karena tidur di siang hari dapat meminimalisir stres dan detup jantung yang berlebihan.

Akan tetapi, Islam membatasi umatnya untuk tidak tidur siang terlalu lama karena hal tersebut dapat mengganggu kegiatan di siang hari untuk mencari rizki. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surat Ar-RUm ayat 23.

3. Tidur di Sore Hari

‘AILULAH adalah tidur sehabis melakukan sholat ashar. Tidur jenis satu ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya adalah : sesak napas dan murung dan gelisah.

Sebagian ulama mengatakan, “Siapa saja yang tidur setelah waktu ashar sehingga terganggu kejiwaannya, maka janganlah ia mencaci selain dirinya sendiri.

Disadari atau tidak,  setiap kali orang tidur di waktu sore tepatnya waktu ashar akan merasa kebingunan setelah bangun dari tidurnya.

Bahkan ada sebagian orang yang mengalami gangguan kejiwaan serius setelah tidur di waktu ashar selama 40 waktu berturut-turut.

4. Tidur Setelah Shalat Subuh dan Pagi Hari

Tidur di waktu shubuh dan setelah shubuh atau dengan kata lain di pagi hari sangatlah nikmat rasanya.

Akan tetapi ternyata dibalik kenikmatan tersebut terdapat keburukan di dalamnya, sebagaimana yang telah dilarang oleh Rasulullah SAW.

Kenapa Rasulullah SAW melarang umatnya tidur di waktu pagi hari?  Tidur di waktu pagi hari dapat menimbulkan rasa malas untuk melakukan aktivitas di sisa harinya, sehingga kemungkinan besar untuk bekerja sangat kecil. Dan secara tidak langsung kemungkinan besar hal tersbeut akan menghambat datangnya rizki.

HAILULAH adalah tidur sehabis melaksanakan sholat subuh, dinamakan demikian karena tidur tersebut dapat menghalangimu dari rejeki yang Allah SWT tebar pada waktu pagi hari.

Selain itu, berdasarkan penelitian kesehatannya, tidur di waktu pagi hari dapat menyebabkan gangguan metabolisme tubuh, tubuh akan menjadi lebih lemah dan lesu. Maka tidak heran jika tidur di pagi hari, apalagi dalam waktu yang lama, dapat menghambat rizki.

5. Tidur Sebelum Shalat Dhuhur

Tidur sebelum Shalat Dhuhur disebut Qailuillah, yaitu tidur sebelum melakukan sholat dhuhur, tepatnya sekitar 25-30 menit sebelum dikumandangkannya adzan Dzuhur.

Tidur ‘Qailullah’ jenis ini sangat bemanfaat dan sangat dianjurkan oleh Nabi SAW, demikian dijelaskan dalam suatu riwayat bahwa Rasulullah SAW ketika musim panas, beliau tidur sebelum Dzuhur dan ketika musim dingin beliau Nabi Muhammad tidur setelah Dzuhur.

6. Tidur Sepanjang Hari

Akan tetapi, kebanyak tidur pun sangat tidak dianjurkan karena dapat membuat tubuh semakin melemas. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 17 s.d 18.  Makruh hukumnya tidur di sepanjang hari.

Terlalu banyak tidur apalagi sampai sepanjang hari akan menyebabkan gangguan hari, membuat malas dan tentunya gangguan kesehatan pada tubuh lainnya.

Perhatikanlah Adab-adab dan Berdoa sebelum Tidur. (ilustrasi: ist/palontaraq)
Perhatikanlah Adab-adab dan Berdoa sebelum Tidur. (ilustrasi: ist/palontaraq)

Lihat pula: Adat, Adab Berinteraksi

Adab-adab Sebelum Tidur

Selain waktu tidur yang baik dan larangan waktu tidur, Islam juga memiliki cara dan adab dalam melakukan tidur guna untuk mendapatkan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Berikut adalah beberapa hadits yang menjadi beberapa tahapan cara dan adab tidur yang baik ala Rasulullah SAW.

1. Berwudhu ketika hendak tidur

“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)

2. Membaca doa sebelum dan sesudah tidur

“Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa, “Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa” (Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup).

Bila bangun tidur berdoa, “Alhamdulillahillaji ahyana ba’da maa ama tanaa wa ilayhinnusur.” (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali.” (HR. Muslim)

3. Tidur dengan posisi miring ke sebelah kanan dan meletakkan tangan dibawah pipi ketika tidur

Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad saw pernah bersabda, “Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan“.

“Rasulullah Muhammad saw apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)

Al-Bara’ bin ‘Azib ra. berkata: “Sesungguhnya Rasulullah SAW saat berbaring di tempat tidurnya, beliau letakkan telapak tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan, seraya berdoa: Robbi qinii ‘adzaabaka yawma tab’atsu ‘ibaadaka (Ya Robbi, peliharalah aku dari azab-Mu pada hari Kau bangkitkan seluruh hamba-Mu).” (HR. At Tarmidzi)

4. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas sebelum tidur

Aisyah ra. berkata: “Bila Rasulullah Muhammad saw berbaring di tempat tidurnya, beliau kumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniup keduanya dan dibaca pada keduanya surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas.”

“Kemudian disapunya seluruh badan yang dapat disapunya dengan kedua tangannya. Beliau mulai dari kepalanya, mukanya dan bagian depan dari badannya. Beliau lakukan hal ini sebanyak tiga kali.” (HR. At Tarmidzi)

5. Mengusap wajah setelah bangun tidur

“Maka bangunlah Rasulullah Muhammad saw dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya” (HR. Muslim No. 763 (182)

6. Beristinsyak dan beristinsar serta bersiwak setelah bangun tidur

Beristinsyak dan beristinsar adalah menghirup air ke hidung, dan mengeluarkan dan menyemburkan kembali dari hidung.

Sedangkan bersiwak adalah membersihkan mulut dengan kayu siwak, atau sikat gigi. “Apabila Rasulullah SAW bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255)

7. Tidur Tidur Setelah Makan

Tidur setelah makan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, karena proses pencernaan pada waktu itu akan mengalami kegagalan proses pencernaan makanan.

Posisi Tidur yang baik dan sehat. (foto: ist/palontaraq)
Posisi Tidur yang baik dan sehat. (foto: ist/palontaraq)

Posisi Tidur

Berdasarkan penelitan kesehatan, tidur dengan posisi tengkurap berbahaya bagi kesehatan karena tidur dengan posisi tengkurap dapat mengakibatkan gangguan pernapasan.

Hal ini  terjadi dikarenakan dada tidak dapat mengembang secara maksimal pada saat bernafas sehingga aliran oksigen pada pernafasan pun mengalami hambatan.

Selain itu juga dapat membuat otot-otot leher dan pundak serta kepala akan merasa nyeri dan sakit setelah bangun dari tidur.

Rasulullah SAW mengatakan bahwa tidur dengan posisi tengkurap adalah tidurnya Orang-orang yang dimurkai Allah SWT. (Hadits Riwayat Bukhari, Tirmidzi No 2768), bahkan dalam HR. Ibnu Majah, No. 3724, Rasulullah SAW mengatakan bahwa tidur tengkurap adalah tidurnya penghuni neraka.

Larangan tidur dengan posisi tengkurap ini juga disebutkan dalam Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla”.

Tidur dengan posisi miring ke kanan merupakan posisi tidur yang benar dan tepat.  Ukuran paru-paru sebelah kiri lebih kecil daripada paru-paru sebelah kanan.

Karena itu, jantung menahan beban yang lebih sedikit dan lever pun berada dalam kondisi stabil dan tidak menggantung. Lambung juga berada dalam kondisi nyaman.  Posisi seperti ini membantu mempercepat proses pengosongan lambung.

Tidur dengan posisi miring ke kanan merupakan metode medis yang paling disarankn. Posisi ini juga memudahkan sekresi yang berupa cairan lendir pada bronkus (cabang paru-paru) sebelah kiri.

Seringnya terjadi pembengkakan paru-paru sebelah kiri (dan bukan paru-paru sebelah kanan) disebabkan oleh posisi bronkus yang berbeda.

Bronkus sebelah kanan posisinya menyamping sehingga lendir mudah dikeluarkan, sedangkan bronkus sebelah kiri posisinya vertikal sehingga lendir lebih sulit dikeluarkan, sebab harus didorong ke atas.

Jika dibiarkan, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penimbunan lendir di batang tenggorokan yg mengakibatkan pula munculnya gangguan pada paru-paru dan organ pengeluaran misalnya ginjal.

Karena itu pengobatan paling mutakhir untuk mengatasi masalah tersebut adalah tidur dengan posisi miring ke kanan. Manfaat tidur miring ke kanan, yaitu Mengistirahatkan otak ssebelah kiri, Mengurangi beban jantung dan Mengistirahatkan lambung.

Tidur miring ke kanan juga dapat meningkatkan pengosongan kandung empedu dan pankreas, Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi, Merangsang buang air besar (BAB), Mengistirahatkan kaki kiri, Menjaga kesehatan paru-paru, serta Menjaga saluran pernafasan. (*)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT