Surat untuk Lombok

by Etta Adil | Rabu, Sep 19, 2018 | 217 views
Surat dari Santri Putri IMMIM Pangkep-Sulsel untuk Pelajar Lombok. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Surat dari Santri Putri IMMIM Pangkep-Sulsel untuk Pelajar Lombok. (foto: mfaridwm/palontaraq)

 

RATUSAN  pelajar putri/santriwati Pesantren Modern Putri IMMIM berinisiatif mengirim surat kepada Pelajar di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan korespondensi ini difasilitasi oleh Komunitas Palontaraq, salah satu komunitas yang tergabung dalam Aliansi Relawan Pendidikan Sulawesi Selatan untuk Lombok.

Bertempat di Aula Mini, Pesantren Putri yang beralamat di Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep ini, para santri putri ini begitu antusias melayangkan surat “sahabat pena” kepada teman-temannya yang ada di Lombok. “Meskipun kami tidak pernah bertemu dan bertatap muka langsung, namun dari cerita dan berita yang sampai kepada kami, kami merasa perlu untuk menyemangati, turut berduka cita atas gempa yang terjadi di Lombok, merasa turut prihatin, diantara mereka mungkin ada yang kehilangan keluarga, sahabat, teman sepermainan, dan bahkan sekolah. Kami para santri turut merasakan apa yang mereka alami dan rasakan saat ini”, ujar Nadya, salah seorang santri.

Ratusan santriwati menulis surat untuk Pelajar Lombok. (foto: ist/palontaraq)

Ratusan santriwati menulis surat untuk Pelajar Lombok. (foto: ist/palontaraq)

Dari santri putri IMMIM Pangkep, mereka mengirim salam untuk Pelajar Lombok. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Dari santri putri IMMIM Pangkep, mereka mengirim salam untuk Pelajar Lombok. (foto: mfaridwm/palontaraq)

 

Sementara itu, Muhammad Farid Wajdi, salah seorang pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep mengaku bahwa kegiatan korespondensi, surat menyurat ini merupakan salah satu wujud kepedulian dan kepekaan sosial santri terhadap saudaranya sesama muslim dan se-tanah air. “Dari sini, lewat kegiatan ini, kita mengasah kepekaan sosial santri dan pelajar, dan bahkan bukan hanya surat menyurat, kitapun meminta diantara mereka, jika punya kelebihan uang saku, untuk menyisipkan diantara surat-surat kepedulian mereka. Dan Alhamdulillah, antusias santri cukup tinggi. Mereka menyampaikan salam buat saudaranya di Lombok yang sedang ditempa ujian dengan gempa dan berharap surat-suratnya tersebut dibalas”, ungkap Muhammad Farid Wajdi, yang juga merupakan Relawan Pendidikan untuk Lombok.

Pengumpulan bantuan untuk Lombok. (foto: ist/palontaraq)

Pengumpulan bantuan untuk Lombok. (foto: ist/palontaraq)

Koordinator Aliansi Relawan Pendidikan, Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa surat-surat tersebut akan dikirimkan bersamaan dengan pemberangkatan relawan pendidikan Sulsel, dalam waktu dekat ini, dalam Bulan September ini. “Surat-surat tersebut akan sangat bermanfaat sebagai “trauma healing” bagi pelajar di Lombok, juga sebagai wujud, bahkan mereka tidak sendiri, dan ada banyak teman dan saudaranya di daerah lain yang juga turut prihatin dan bersuka cita atas musibah yang menimpanya. Bantuan apapun itu, khususnya untuk pemulihan pendidikan dan sekolah di Lombok masih sangat dibutuhkan”, ujarnya. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response