ARPSS Goes to Lombok

Relawan ARPSS untuk Lombok di Bandara Internasional Lombok. (foto: ist/palontaraq)

Relawan ARPSS untuk Lombok di Bandara Internasional Lombok. (foto: ist/palontaraq)

PALONTARAQ.ID, LOMBOK — Sebanyak 11 relawan dari berbagai komunitas dan organisasi yang tergabung dalam Aliansi Relawan Pendidikan Sulawesi Selatan (ARPSS) untuk Lombok, hari ini, Ahad (23/9) berangkat ke Lombok. Mereka adalah Ahmad Yani (Wilpala/Hipermawa), M. Farid Wajdi (Komunitas Palontaraq), Anton (Gerakan Mahasiswa Peduli Makassar), Mega Ayuni dan Andi Muhammad Ridho (Komunitas Peduli Anak Jalanan-KPAJ), Nur Indah Rusli dari Rumah Qur’an, Nawir dari BSMI Makassar, Muh Syahiruddin dan Syahril dari Sekolah Alam Luwu/KPA Anomali Indonesia, Sri Hastuti (Yayasan al-Hafidz Kota Palopo), dan Faisal (Solidaritas Pemuda Larompong Selatan).

Pemberangkatan 11 relawan dari ARPSS ini merupakan pemberangkatan pertama dari pemberangkatan relawan peduli pendidikan, sebagaimana diungkapkan Ahmad Yani yang bertindak sebagai Koordinator Lapangan bahwa Relawan Pendidikan Sulsel ini akan bertugas selama sepekan sampai sebulan. “Diantara teman-teman relawan ada yang bertugas selama sepekan sampai sebulan, sesuai dengan kesanggupan relawan yang bersangkutan serta kebutuhan tenaga relawan di lapangan. Kami bekerjasama dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap) yang nantinya memobilisir kami di posko titik gempa, dengan berbagai tugas, diantaranya sebagai guru mata pelajaran, guru mengaji, trauma healing, driver, logistik, manajemen posko, dan lain sebagainya”, ungkapnya.

Relawan ARPSS dan Hasil Pengumpulan Donasi untuk Lombok. (foto: ist/palontaraq)

Relawan ARPSS dan Hasil Pengumpulan Donasi untuk Lombok. (foto: ist/palontaraq)

Salah seorang relawan, Mega Ayuni dari KPAJ Makassar, mengungkapkan bahwa dirinya merasa terpanggil untuk peduli dan terlibat langsung dalam membantu korban gempa lombok, sesuai kemampuan dan kebutuhan di lapangan, sementara Andi Muhammad Ridho (KPAJ) mengungkapkan bahwa dirinya merasa terpanggil kembali ke Lombok karena masih secara fakta di lapangan, Lombok masih membutuhkan banyak perhatian dan bantuan. “Saya selalu merasa terpanggil untuk ke Lombok”, ungkap Muhammad Ridho yang familiar dipanggil Atheen. “Ini untuk kedua kalinya saya ke Lombok, sebelumnya dua pekan lalu, Lombok selalu punya magnet yang menarik saya untuk kembali terjun ke lapangan, membantu pemulihan sosial masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan”, tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Farid Wajdi dari Komunitas Palontaraq mengatakan bahwa pemberitaan media mainstream selama ini tentang Lombok sangat tidak sesuai dengan di lapangan. “Sungguh hari ini, kalau banyak media mainstream mengatakan bahwa Lombok baik-baik saja, sungguh hari ini Lombok belum baik-baik saja. Lombok masih sangat membutuhkan bantuan, perhatian dan kepedulian kita semua”, ujarnya.

Relawan ARPSS sesaat sebelum bertolak dari Bandar Udara Internasional Hasanuddin, Makassar ke Lombok. (foto: ist/palontaraq)

Relawan ARPSS sesaat sebelum bertolak dari Bandar Udara Internasional Hasanuddin, Makassar ke Lombok. (foto: ist/palontaraq)

Pemberangkatan beberapa relawan ARPSS ini merupakan tindak lanjut dari penggalangan donasi dan bantuan yang selama dilakukan oleh komunitas. “Kami bukan yang terbaik, tapi kami bersemangat untuk memberikan kontribusi yang terbaik bagi saudara-saudara kami di Lombok”, ujar Ahmad Yani, Korlap Relawan Peduli Pendidikan Lombok di Posko ACT, Mataram, seraya berharap kepedulian terus digelorakan untuk Lombok Bangkit dan cepat pulih. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response