Beranda Islam Do'a Lailatul Qadr

Do’a Lailatul Qadr

Mesjid Amirul Mukminin, Pantai Losari, Kota Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Mesjid Amirul Mukminin, Pantai Losari, Kota Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Oleh: M. Farid Wajdi, S.H.i

LAILATUL QADR, adalah satu malam diantara malam-malam ganjil dalam 10 terakhir Bulan Ramadan.

Lailatul Qadr adalah salah satu keistimewaan Bulan suci Ramadan, yang pada malam itu setiap muslim berburu amaliah untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadr, yang disebutkan dalam Alquran sebagai malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Amalan apakah yang mesti diperbanyak atau sering dilakukan untuk mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadr? Beberapa amaliah atau bentuk ibadah  yang bisa atau biasa dilakukan untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadr tersebut ialah:

❶| Membaca Alquran tanpa menyentuh mushaf.

❷| Berzikir dengan memperbanyak bacaan tasbih (Subhanallah), tahlil (La ilaha illallah), tahmid (Alhamdulillah), dan dzikir lainnya.

❸| Memperbanyak istigfar.

❹| Memperbanyak doa.

❺| Membaca zikir ketika lailatul qadar.

Hidupkan 10 Malam Terakhir. (foto: ist/palontaraq)
Hidupkan 10 Malam Terakhir. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga: Tips 10 Malam Terakhir Ramadhan

Lantas, jika kita mendapati malam Lailatul Qadr tersebut, bagaimana do’a yang sahih dan sesuai tuntunan yang mesti diucapkan. Sebagaimana yang disebutkan dalam suatu riwayat, Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam yang itu merupakan lailatul qadar, apa yang aku ucapkan?’

Nabi SAW menjawab, “Ucapkanlah:

 

 ‘اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ ٌ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

 عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ  قُولِى

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

 

Artinya:

“Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah SAW, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasulullah SAW, Berdo’alah: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni”.

“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Malam-malam ganjil 10 Malam Terakhir
Malam-malam ganjil 10 Malam Terakhir (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga: Hukum dan Adab I’tikaf

Dalam hadits lain disebutkan selengkapnya, Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau bertanya kepada Nabi Muhammad SAW:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي “

Artinya:

Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam merupakan lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan di malam itu? Beliau menjawab, Ucapkanlah, “Allahumma Innaka ‘Afuwwun.” (HR. Ahmad 25384, At-Turmudzi 3513, Ibn Majah 3850, An-Nasai dalam Amal Al-yaum wa lailah, dan Al-Baihaqi dalam Syua’bul Iman 3426. Hadis ini dinilai shahih oleh Al-Albani).

Semoga kita mendapatkan keberkahan Ramadan dan kemuliaan Lailatul Qadr. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT