Hirudoterapi, Terapi dengan Lintah

Hirudo Terapi kini mulai banyak dipelajari kembali. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Hirudo Terapi kini mulai banyak dipelajari kembali. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

HIRUDOTERAPI  atau dikenal pula dengan sebutan Hirudo Medicinalis adalah satu jenis terapi dengan memanfaatkan hisapan lintah. Pada dasarnya teknik pengobatan dengan menyedot darah untuk penyembuhan penyakit dan juga melancarkan aliran darah biasa disebut dengan istilah bekam dan fashdu, hanya saja ini medianya adalah lintah. Prinsipnya sama, yaitu mengeluarkan darah beku atau darah kotor atau darah yang sudah tidak fungsional bagi tubuh.

Mengeluarkan darah dengan menggunakan media lintah sudah sejak lama dikenal dalam dunia pengobatan. Sejak kurang lebih 4000 tahun silam, terapi lintah sudah akrab dengan dunia Kedokteran Yunani dan Romawi, bahkan dalam dunia pengobatan Islam, Hirudoterapi juga sudah diperkenalkan oleh Ibnu Sina (Avicenna) dalam karyanya The Canon of Medicine.  Ibnu Sina juga mengenalkan penggunaan lintah sebagai perawatan untuk penyakit kulit.

Dalam suatu pelatihan terapi lintah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Dalam suatu pelatihan terapi lintah. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Terapi Lintah menjadi salah satu metode yang disukai masyarakat Eropa pada abad pertengahan. Pengobatan dengan lintah diperkenalkan oleh Abdal Latif pada Abad ke 12 M, yang menulis bahwa lintah dapat digunakan untuk membersihkan jaringan penyakit setelah operasi pembedahan.  Hanya saja disarankan kepada pasien agar lintah harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan, kotoran yang melekat pada lintah harus dihilangkan sebelum digunakan.

Setelah lintah menghisap darah keluar, garam harus diteteskan pada bagian, jelas Nurdeen Deuraseh dalam “Ahadith of the Prophet on Healing in Three Things (al-Shifa’ fi Thalatha): An Interpretational”, Journal of the International Society for the History of Islamic Medicine. Pada pertengahan tahun 1800-an, lintah digunakan untuk menyedot darah pada titik lokal kepada pasien yang menginginkan perubahan warna pada wajah.

Sakit adalah pintu ilmu pengobatan dan memahami hakekat diri. (sumber: islamichealth/palontaraq)

Titik gigit lintah di lidah sesuai dengan penyakitnya. (sumber: islamichealth/palontaraq)

Kini, banyak juga ibu rumah tangga dan gadis remaja menggunakan sedot lintah untuk terapi kecantikan. Terutama untuk menyembuhkan jerawat, flek hitam, kerut wajah. Sehingga kulit wajah menjadi bersih dan tetap kencang. Penggunaan lintah dalam dunia medis dimaksudkan untuk membantu mengembalikan sirkulasi darah ke jaringan yang akan dicangkokkan dan disambungkan seperti jari tangan dan kaki.

Pada abad ke-19 lintah menikmati zaman keemasan. Jutaan lintah dibudidayakan untuk penggunaan medis dalam terapi sedot lintah. Namun, pada akhir abad ke 19 zaman keemasan lintah itu pun berlalu. Terapi alternatif menggunakan lintah telah digunakan sejak abad ke 18, tetapi sejak berkembangnya dunia medis kedokteran di abad 19, perlahan-lahan terapi lintah mulai dilupakan orang.

Lintah harus diposisikan pada titik gigit yang tepat agar hasilnya bisa maksimal. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Lintah harus diposisikan pada titik gigit yang tepat agar hasilnya bisa maksimal. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Terapi Lintah di titik ujung lidah untuk Penderita Penyakit Jantung. (foto: istimewa/palontaraq)

Terapi Lintah di titik ujung lidah untuk Penderita Penyakit Jantung. (foto: ist)

Terapi ini kembali digunakan pada awal 1990 dimana dalam sebuah riset medis dengan terapi lintah berhasil membuktikan bahwa terapi ini dapat menyembuhkan tumor tanpa kemoterapi dan pembedahan. Riset yang dilakukan di Eropa juga membuktikan bahwa terapi lintah yang dilakukan dengan pengobatan medis (obat-obatan) atau herbal dapat meningkatkan efektifitas obat. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya efek samping sebagai akibat terapi lintah.

Terapi lintah dapat menstabilkan kadar hormon serotonin untuk melancarkan peredaran darah dan oksigen pada jaringan saraf halus di kepala. Termasuk menormalkan penyempitan atau pelebaran pembuluh darah di otak. Terbukti sudah banyak orang sembuh setelah memanfaatkan sedot lintah. Lintah mengeluarkan semacam liur (zat hirudin) yang bercampur dengan darah dan membawanya ke seluruh tubuh. Hasilnya  sirkulasi darah menjadi lancar dan pada akhirnya tubuh terasa bugar kembali.

Di kekinian, lintah telah menemukan ketenaran baru dalam pemanfaatannya bagi dunia medis. Dokter dan Terapis memerlukan lintah untuk mengalirkan darah yang tersumbat dari tempat yang terluka. Mengingat manfaatnya yang begitu besar untuk pengobatan, selayaknya tidak ada satupun yang perlu ditakuti atau jijik terhadap lintah. (*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response