BerandaIslam4 Fase Kondisi Tubuh saat Berpuasa

4 Fase Kondisi Tubuh saat Berpuasa

foto by: istimewa/palontaraq
Tetap Sehat dan Bugar dalam menjalani puasa (foto by: istimewa/palontaraq)

Oleh:  M. Farid Wajdi, S.H.i

PALONTARAQ.ID – PERSIAPAN fisik agar tetap sehat dan kuat pada Bulan Ramadhan sangat penting. Mengingat kesehatan merupakan modal utama dalam beribadah.

Orang yang sehat dapat melakukan ibadah dengan baik dan penuh semangat. Namun sebaliknya bila seseorang sakit, maka ibadahnya sangat terganggu dan tidak semangat.

Tak hanya dari segi fisik, juga psikis-mental harus dipersiapkan dengan baik. Faktor Psikis-mental ini termotivasi dari kebulatan “Niat” beribadah dan menyelesaikan semua amalan yang direncanakan dalam Bulan Suci Ramadhan.

Jika persiapan fisik bagus, psikis-mental juga bagus, maka pastinya lahir kekuatan spiritual yang bagus dalam meraih berkah Ramadhan.

Lihat juga: Urutan Cara Berbuka Puasa

Kondisi Tubuh saat Berpuasa. (foto: )
Kondisi Tubuh saat Berpuasa, (source: Fasting a great medicine )

Ada empat fase  yang terjadi pada tubuh saat berpuasa, sebagaimana dikutip dari “Fasting a Great Medicine“, Ali Wasil el Helwany (tt), yaitu:

Fase (1),  Hari 1-2, secara fisiologis gula (glukosa) dalam tubuh mengalami penurunan. Jantung akan berdegup perlahan.

Glikogen ditarik keluar dari otot dan menjadikan otot berasa lemah. Efek sampingnya adalah pusing, mual, lapar dan mulut berbau.

Fase (2), Hari 3-7, Lemak mulai dipecahkan dengan tujuan untuk menghasilkan tenaga. Berlakunya tindakan kimia dari gliceride ke glicerol berubah menjadi glukosa.

Pada fase ini juga berlangsungnya proses detoksifikasi dimana tubuh dan kulit menjadi berminyak.

Selain itu organ detoks seperti paru-paru masih belum terbiasa. Pada fase ini juga aktivitas sel darah putih meningkat sekaligus meningkatkan sistem antibodi.

Fase (3), Hari 8-15. Proses detoksifikasi berlangsung dengan sel-sel mati dan rusak mulai dikeluarkan.

Proses penyembuhan lebih mudah pada saat ini, malah penyakit lama juga diperbaiki. Mungkin berlaku rasa sakit pada fase ini. Pada fase ini juga tenaga meningkat dan pikiran menjadi lebih jelas.

Fase (4), Hari 16-30. Badan mula terbiasa dengan puasa. Proses pemulihan masih berlaku, hasilnya pernafasan menjadi lebih baik dan kualitas darah meningkat.

Menanti saat berbuka puasa. (foto: wahyu/ist)
Menanti saat berbuka puasa. (foto: wahyu/ist)

Lihat juga: Meraih Berkah Ramadhan

Mencermati Keempat fase diatas, selayaknya seorang muslim memperhatikan setiap makanan yang tercerna pada saat sahur dan berbuka.

Begitu pula dengan urutan cara berbuka puasa, serta menghindari makanan yang berlemak.

Sikap kita yang sabar dan dapat mengontrol diri saat berbuka akan sangat bagus bagi ketahanan dan kebugaran tubuh dalam melakukan ibadah pada malam hari (qiyamul lail)

Mari menjaga ketahanan fisik kita untuk tetap sehat dan bugar dalam menjalani 30 hari berpuasa.

Tak hanya fisik, tapi juga memperhatikan kondisi psikologis pikiran dan mental kita dalam meraih berkah Ramadhan.

Dengan memahami keempat fase ketahanan fisik diatas, seorang muslim seharusnya lebih bijak dan menyikapi proses menjalani setiap kegiatan amaliah Ramadhan.  (*)

 

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT