BerandaKesehatanPesan Dakwah Prof dr Veny Hadju, Ph.D: Stunting (50)

Pesan Dakwah Prof dr Veny Hadju, Ph.D: Stunting (50)

Oleh: Prof dr Veny Hadju, Ph.D

Related Post: Pesan Dakwah Prof dr Veny Hadju, Ph.D: Stunting (49)

PALONTARAQ.ID – Saat Nabi Musa meninggalkan Kota Mesir untuk menyelamatkan diri dari Firaun, dia akhirnya tiba di sebuah Kota yang bernama Madyan. Dia melihat pemandangan yang tidak adil. Ada dua wanita yang hanya mengikat ternaknya karena tidak bisa berebut air dengan pemuda lainnya.

Nabi Musa akhirnya dapat membantu ke dua wanita yang ternyata kakak beradik itu. Selanjutnya Nabi Musa berteduh dan beristrahat setelah perjalanan yang panjang. Tiba-tiba, dia melihat salah seorang wanita yang dibantunya dengan malu-malu datang mendekatinya dan mengatakan bahwa Nabi Musa diundang ke rumah oleh orang tua dari dua wanita tersebut. Di sinilah awal terbitnya benih-benih cinta pàdà dua orang insan yang berakhir dengan pernikahan yang berberkah.

Pemuda yang kuat dan jujur, itulah julukan yang diberikan kepada Nabi Musa oleh calon istrinya saat itu. Kuat, karena dalam membantu mengambil air tadi, Nabi Musa mengangkat batu yang selama ini menutupi sumur air.

Jujur, karena Nabi Musa memperlihatkan sifat yang seadanya dan menceritakan dengan sejujurnya siapa dirinya. Dengan dasar kepercayaan yang diberikan membuat Navi Musa bisa hidup bersama dengan sitrinya dan mertuanya selama bertahun-tahun seblelum diperintahkan Allah untuk menemui Firaun yang saat itu sangat keras kekejamaanya kepada Bani Israil.

Kejujuran adalah dasar kehidupan yang membahagiakàn. Sayang sekali, tidak sedikit yàmg berbuat sèbaliknya. Ada orang yang ingin mewujudkan keinginannya dengan cara yang tidak lazim. Banyak aturan yang akhirnya harus dilanggar. Ada yang bahkan menempuh hal yang tidak etis di mata orang lain.

Sangat disayangkan mereka yang menganggap tidak jujur bukan perbuatan tercela. Bahkan ada pendapat bahwa tidak jujur adalah salah satu metode untui bisa meraih kemenangan. Menemukan pemimpin yang kuat dan jujur (qowiyyul-amin) sangat didambakan saat ini, seperti permintaan putri Syuaib kepada bapaknya:

Qoolat ihdaahumaa yaaa abatista-jir-hu inna khoiro manista-jartal-qowiyyul-amiin

Artinya:

“Dan salah seorang dari kedua (perempuan) itu berkata, “Wahai ayahku! Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.””
(Qs. Al-Qasas 28: Ayat 26)

JADILAH PEMUDA KUAT DAN JUJUR AGAR DAPAT MEMIMPIN KELUARGA DAN BANGSAMU

 

Pesan Dakwah, 27 Rajab 1445H

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT