Beranda Al-Qur'an 20 Tipe Hati Manusia dalam Al-Qur’an

20 Tipe Hati Manusia dalam Al-Qur’an

human liver (sumber foto: tgp.com.ph)
human liver (sumber foto: tgp.com.ph)

Oleh:  Ummu ‘Adil

Related Post: 100 Pesan Al-Qur’an dalam Interaksi Sosial

PALONTARAQ.ID – SETIAP manusia mempunyai hati dan dari hati tersebutlah yang memerintahkan manusia didalam semua gerak dan tindakannya. Amalan  hati memiliki nilai dan kedudukan yang sangat tinggi, memperhatikan dan berilmu dengannya adalah termasuk al-maqashid (tujuan) bukan sekedar wasa`il (sarana dan perantara).

Karenanya termasuk perkara yang terpenting adalah menjelaskan urgensi dan kedudukannya dalam nash-nash Al-Qur`an dan As-Sunah, serta menjelaskan berbagai maslahat yang lahir dari baiknya hati serta semua mafsadat yang lahir dari jeleknya hati.

Allah SWT mengingatkan, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9-10)

Dalam khazanah pengetahuan Islam, terdapat  20 (dua puluh) macam sifat hati manusia yang disebutkan dalam Al-Qur’anul Karim, yaitu:

1. Hati yang SALIM, yang selamat dan suci. “Yaitu hati yang ikhlas dan kosong dari sifat kufur, munafik, dan kotoran.” (QS. Asy-syuara: 89)

2. Hati yang MUNIB, yang selalu inabah. Yaitu hati yang selalu kembali, dan tazkiyah taubat kepada Allah SWT, dengan selalu mengerjakan perintahNya.”(QS. Qaff: 33)

3. Hati yang MUKHBIT, yang tunduk. “Yaitu hati yang selalu patuh, merendah yang tenang dan lapang Sakinah.” (QS. Al-Hajj: 54)

4. Hati yang WAJAL, yang bergetar. “Yaitu hati yang selalu takut, jikalau tidak mengerjakan perintah dan tidak selamat dari azab.” (QS. Al-Mukminun: 60)

5. Hati yang TAQIY, yang bertakwa. “Yaitu hati yang selalu mengagungkan syiar Allah.” (QS. Al-Hajj: 32)

6. Hati yang MAHDIY, yang diberi hidayah. “Yaitu hati yang selalu ridha dengan takdir Allah, dan berserah atas perkaraNya.” (QS. At-Taghabun: 11)

7. Hati yang MUTHMAINNAH*, yang tenang. “Yaitu hati yang selalu mantap dengan keesaan Allah dan terus berdzikir.” (QS. Ar-Ra’ad: 28)

8. Hati yang HAYYU, yang hidup. “Yaitu hati yang kasyaf dari seluruh kejadian yang dialami oleh manusia.” (QS. Qaaff: 37)

9. Hati yang MARIDH, yang sakit. “Yaitu hati yang terkena penyakit seperti ragu, munafik, yang didalamnya ada ilham untuk fujur, mendorong kepada syahwat haram.” (QS. Al-Ahzab: 32)

10. Hati yang A’MAA, yang buta. “Yaitu hati yang tidak bisa melihat kebenaran, dan ibrah dari bashirahnya.” (QS. Al-Hajj : 46)

11. Hati yang LAHIY, yang lalai. “Yaitu hati yg selalu lalai daripada al-quran. Selalu terlena, sibuk dgn kebatilan dunia dan syahwatnya.” (QS. Al-Anbiya: 3)

12. Hati yang ATSIM, yang berdosa. “Yaitu hati yang menyembunyikan kesaksian terhadap kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 283)

13. Hati yang MUTAKABBIR, yang sombong. “Yaitu hati yang tidak mau mentauhidkan Allah dan ketaatan padaNya. Banyak melakukan kezaliman dan permusuhan.” (QS. Ghafir: 35)

14. Hati yang GHALIDH, yang kasar. “Yaitu hati yang dicabut rasa empati dan kasihan terhadap sesama.” (QS. Ali ‘Imran: 159)

15. Hati yang MAKHTUM, yang terkunci. “Yaitu hati yang mendengar nasehat, tapi tidak melaksanakan nasehat.” (QS. Al-Jatsiyah: 23)

16. Hati yang QAASIY, yakni hati yang keras. “Yaitu hati yang ugal-ugalan, tidak memiliki kelembutan untuk iman dan tidak pernah berbekas ancaman, dan berpaling dari zikir kepada Allah.” (QS. Al-Maaidah: 13)

17. Hati yang GHAAFIL, yang Lalai. “Yaitu hati yang tidak berdzikir, lebih memilih hawa nafsunya, dari pada ketaatannya.” (QS. Al-Kahfi: 28)

18. Hati yang AGHLAF, yang terhijab. “Yaitu hati yang tertutup, tidak mau menerima nasehat dari Hadits Rasulullah.” (QS. Al-Baqarah: 88)

19. Hati yang ZAA-IGH, yang miring. “Yaitu hati yang selalu condong kepada selain kebenaran.”   (QS. Ali ‘Imran: 7)

20. Hati yang MURIIB, yang selalu ragu. “Yaitu hati yang tidak ada kepastian, selalu goyah.” (QS. At-Taubah: 45)

Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Arti, Tujuan dan Fungsi menjadi Relawan Pendidikan

  Oleh: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Relawan pada hakikatnya adalah kata lain dari Kemanusiaan. Kalau ada orang yang ikhlas, tulus, dan bekerja tanpa pamrih untuk menolong...

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...