BerandaBeritaDaerahUpacara Adat Menre Baruga Budaya Turiolo

Upacara Adat Menre Baruga Budaya Turiolo

– CSR Tonasa Apresiasi Budaya Khas Biringere

Laporan: Muhammad Farid Wajdi

Related Post: Program Tonasa Bersahaja dan Keswadayaan Masyarakat

PALONTARAQ.ID – Desa Biringere menggeliat dalam perebutan tempat dan waktu untuk bertahan dan mempertahankan tradisinya. Desa ini tetap adaptif mengukuhkan diri bertahan dari serbuan modernisasi, secara sosial dan budaya bertahan di depan Kantor Pusat PT. Semen Tonasa.

Uniknya, Adat yang dulu dikhawatirkan akan hilang dan pupus seiring berjalannya waktu, kini malahan menjadi perhatian serius perusahaan dalam Program CSR PT. Semen Tonasa, karena berada dalam wilayah ring 1 perusahaan.

Kekhawatiran masyarakat selama ini bahwa budaya khas Desa Biringere akan tergerus seiring dengan pertumbuhan industrialisasi yang satu lingkungan dengan lokasi pabrik PT. Semen Tonasa akhirnya terjawab sudah.

Dalam Tahun 2016 ini, Bantuan CSR Perusahaan lewat Forum Desa “Mitra Amanah” Desa Biringere melingkupi kegiatan Pembangunan Sanggar Seni dan Pembinaan Kesenian Tradisional untuk Pilar Tonasa Bersahaja.

Beberapa waktu lalu, Sanggar Seni “Budaya Turiolo” Desa Biringere resmi dilaunching dalam suatu tajuk acara Upacara Adat Menre Baruga yang dihadiri sekitar 500 orang dari perusahaan, pemerintah dan masyarakat setempat.

Pembangunan Sanggar Seni “Budaya Turiolo” ini berlangsung selama tiga bulan dengan anggaran sebesar Rp 86 juta. “Kehadiran Sanggar Seni ini sudah lama dinanti masyarakat, kehadirannya menjadi bagian tak terpisahkan kelengkapan budaya khas yang sudah lama hilang,” ujar Simpuang Ago, Tokoh Adat Masyarakat Biringere.

“Jadi, Di Biringere ini sudah pernah ada sanggar seni namun perlu dibuat baru, dalam bentuk bangunan baru untuk memenuhi kebutuhan pentas, upacara, ritual atau kegiatan adat”, tambah Simpuang Ago.

Tokoh Adat Masyarakat Biringere, A.S. Simpuang Ago. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Tokoh Adat Masyarakat Biringere, A.S. Simpuang Ago. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Tokoh Adat Masyarakat Biringere, A.S. Simpuang Ago. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Tokoh Adat Masyarakat Biringere, A.S. Simpuang Ago. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Upacara Adat Menre Baruga Sanggar Seni ini berlangsung semarak di Dusun Borong Untia, 16 November 2016 lalu.  Kedatangan tamu dan undangan disambut dengan tari paduppa dan atraksi mangngaru, pernyataan sumpah setia dengan menghunus badik.

Bupati Pangkep H. Syamsuddin A Hamid mengungkapkan bahwa budaya khas yang ada di Desa Biringere tidaklah boleh hilang, bahkan harus menjadi identitas dan karakter tersendiri.

“Apa lagi yang bisa kita banggakan selain budaya ini. Masyarakat memahami toleransi, sipakatau, saling menghargai, saling memberi ruang untuk hidup sesuai dengan potensi sosial dan ekonominya, kalau bukan karena budaya. Budaya ini harus hidup terus dan kita ada sekarang ini dalam rangka bagian dari menghidupkan budaya itu”, ujar H. Syamsuddin A. Hamid.

Bupati Pangkep, H. Syamsuddin A. Hamid. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Bupati Pangkep, H. Syamsuddin A. Hamid. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Bupati Pangkep, H. Syamsuddin A. Hamid. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Bupati Pangkep, H. Syamsuddin A. Hamid. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Upacara Adat Menre Baruga ini merupakan upacara ritual sebelum menempati suatu bangunan. Banyak sekali prosesi ritual yang mewarnainya. Ada prosesi mengelilingi bangunan sanggar seni sebanyak tujuh kali, dengan diiringi gendang adat serta kelengkapan tradisi kesenian lokal lainnya, termasuk acara sabung ayam di akhir acara.

Direktur Produksi PT. Semen Tonasa, Ir. Joko Sulistiyo didampingi Kadep CSR dan Umum, Ferry Djufri mengungkapkan bahwa Pembangunan Sanggar Seni ini merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap budaya lokal masyarakat Pangkep, khususnya budaya masyarakat Desa Biringere yang satu lingkungan dengan lokasi perusahaan dan pabrik.

“Biringere haruslah menjadi warna lokal yang terus melengkapi kearifan pengelolaan perusahaan. Biringere tidaklah diistimewakan dari yang lain, tapi ia menjadi teristimewa karena unsur budaya dan kearifan lokal didalamnya, termasuk potensi ketenagakerjaan didalamnya”, ungkap Ir. Joko Sulistiyo.

Direktur Produksi PT. Semen Tonasa, Ir. Joko Sulistyo. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Direktur Produksi PT. Semen Tonasa, Ir. Joko Sulistyo. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Direktur Produksi PT. Semen Tonasa, Ir. Joko Sulistyo. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Direktur Produksi PT. Semen Tonasa, Ir. Joko Sulistyo. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Belum lama ini, Keunikan bangunan, warna tradisi dan kegiatan sosial budaya yang terselenggara dengan adanya sanggar seni ini mendapatkan apresiasi positif dari  Grup SINDO Media dalam tajuk kegiatan “Malam Apresiasi CSR 2016” yang dihelat oleh SINDO Media Grup di Hotel Borobudur Jakarta pada  Tanggal 13 Desember 2016 lalu.

Ada 22 perusahaan yang mendapatkan apresiasi CSR dengan 8 kategori pilihan, yaitu Lingkungan, Pendidikan, Budaya, Pemberdayaan Ekonomi, Sosial, Kesehatan, Inovasi Program CSR, dan Inovasi Komunikasi CSR.

Penulis bersama Kades Biringere, A. Alam dan Tokoh masyarakay adat lainnya dalam Acara Menre Baruga di Borong Untia, Desa Biringere. (foto: ist/palontaraq)
Penulis bersama Kades Biringere, A. Alam dan Tokoh masyarakay adat lainnya dalam Acara Menre Baruga di Borong Untia, Desa Biringere. (foto: ist/palontaraq)
Ikrar menjaga adat dan tradisi. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Ikrar menjaga adat dan tradisi. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Pembangunan Sanggar Seni dari CSR PT. Semen Tonasa ini mendapatkan Apresiasi CSR untuk Kategori Budaya.  Penghargaan ini diterima langsung Dirut PT. Semen Tonasa, Ir H Andi Unggul Attas, MBA dari  Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, Braman Setyo.

Pimred SINDO Weekly Nevy Hetharia mengungkapkan bahwa Apresiasi CSR ini Sudah menjadi agenda tahunan untuk memberikan dorongan lebih baik pada peningkatan kegiatan dan kualitas CSR perusahaan sehingga memberi dampak yang lebih besar bagi penerima manfaat.

“Dalam prakteknya inovasi dan kreatifitas dalam pelaksanaan CSR sangat diperlukan menyangkut pembagian komposisi dana yang disalurkan ke masing-masing pilar maupun jenis dan format kegiatan CSR di lapangan”, ujar Nevy Hetharia. (*)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT