Mengenal Sistem Syaraf Otak dan Pijat Otak Kranial – 1

Para Terapis "Islamic Medicine" bersama Tabib Haryono, saat Pelatihan Pijat Otak Kranial, Cranial and Spine Massage, di Makassar. (foto: ist/Palontaraq)

Para Terapis “Islamic Medicine” bersama Tabib Haryono, saat Pelatihan Pijat Otak Kranial, Cranial and Spine Massage, di Makassar. (foto: ist/Palontaraq)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

Pengantar: Tulisan ini (Bagian Pertama dari Dua Tulisan) merupakan review atau catatan penulis pada Pelatihan Pijat Otak Kranial (POK), 11 Maret 2018 di Makassar sebagai bagian dari terapi yang dianjurkan terkait banyak keluhan, khususnya penanganan nyeri sakit kepala serta gangguan syaraf lainnya. Pemateri Pelatihan adalah Tb. Haryono, AKp. (Praktisi Akupunktur, Refleksilo, dan POK/Owner Klinik TbaAsyifa, Depok).

TERAPI  Pijat Otak Kranial adalah suatu metode terapi dengan menggunakan sentuhan lembut pada tulang tengkorak kepala (kranial) sampai tulang kelangkang (sakrum) yang bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan fungsi dari sistem fisiologi tubuh yang disebut sistem kraniosakral.

Karena menggunakan sentuhan lembut maka terapi Pijat Otak Kranial (POK) ini menjadi aman untuk semua umur, termasuk anak-anak, dan bahkan bayi sekalipun yang mengalami trauma proses kelahiran seperti pada Kasus ADD/ADHD untuk mencegah masalah kesulitan belajar di masa depan.

Manfaat Terapi Pijat Otak bisa digunakan untuk menangani penderita dengan gejala kronis yang tidak bisa ditangani dengan terapi lain,  khususnya mereka yang mengalami cedera kecelakaan di kepala, leher atau punggung.

Terapi POK ini juga efektif menangani disfungsi terkait stress, seperti insomnia, kelelahan kronis, kecemasan, gangguan pencernaan dan temporoman dibular joint (TMJ) atau berbagai masalah hilangnya penciuman, pengecapan, telinga berdengung (tinnitus),vertigo dan masalah neuralgia seperti nyeri pada sciatica.

Brain Massage (sumber: vitabrain centella)

Brain Massage (sumber: vitabrain centella)

Otak dan Syaraf Kranial

Secara garis besar otak dapat dibagi kedalam 4 bagian besar yaitu batang otak, serebellum, serebrum dan diencephalon. Batang otak terdiri atas Medulla Oblongata, Pons dan otak tengah. Diencephalon terdiri atas Talamus, Hipotalamus, Epitalamus dan Subtalamus atau disebut juga Ventral thalamus.

Fungsi Bagian-bagian Otak

Pada otak terdapat 2 hemisfer yang satu sama lain dipisahkan oleh fissura longitudinalis cerebri. Kedua hemisfer dihubungkan oleh serabut commisura yang besar yaitu corpus callosum. Setiap hemisfer terdiri dari beberapa lobus yang dipisahkan oleh sulci.

Pada dasarnya cerebrum terbagi kedalam 6 lobus yaitu lobus frontalis, lobus temporalis, lobus parietalis, lobus occipitalis, lobus centralis atau insula dan lobus limbicus. Pada permukaan lateral terdapat 2 sulcus yang penting dalam orientasi topografi yaitu sulcus lateralis yang memisahkan lobus frontalis dengan lobus temporalis dan sulcus centralis yang terdapat pada tepi bagian atas hemisfer.

Lobus Frontalis

Lobus frontalis merupakan lobus yang terbesar, hampir 1/3 dari seluruh permukaan hemisfer. Pada lobus ini terdapat 4 gyrus yang utama yaitu gyrus precentralis, gyrus frontalis superior, gyrus frontalis medius dan gyrus frontalis inferior.

Gyrus frontalis inferior terbagi oleh rami ascenden anterior sulcus lateralis kedalam 3 bagian yaitu pars orbitale, pars triangularis dan pars opercularis. Pars triangularis dan pars opercularis dikenal sebagai area Broca.

Lobus frontalis merupakan area kontrol motorik terhadap pergerakan yang disadari termasuk yang berkaitan dengan bicara. Aktivitas motorik: Area Broadman 4 (Primary motor cortex), area 6 (suplementary and premotor motor cortex), area 8 (pergerakan mata) area 44 (area Brocca untuk bicara). Selain control motorik lobus frontalis juga berperan dalam kontrol ekspresi emosi dan perilaku, moral.

Syaraf Otak. (foto: ist/palontaraq)

Lobus Parietalis

Batasnya kurang jelas kecuali pada bagian anterior yaitu dibatasi oleh sulcus centralis dan bagian medialis oleh sulcus parieto-occipitalis. Terdapat 3 bagian lobus parietalis yang dikenal yaitu gyrus postcentralis, lobulus parietalis superior dan lobulus parietalis inferior.

Lobulus parietalis superior dan inferior dipisahkan oleh sulcus intraparietalis. Lobulus parietalis inferior terdiri dari 2 gyrus yaitu gyrus supramarginalis dan gyrus angularis.

Lobus Parietalis berperan dalam sensasi umum, selera. Are 1,2,3 (integrasi sensasi secara umum) 5,7,40 (apresiasi terhadap tekstur, berat, mengenali bentuk benda yang dipegang).area 40 memiliki peran penting dalam body image/gambaran diri. Area 43 (selera dalam hal pengecapan)

Lobus Temporalis

Lobus temporalis terletak disebelah lateral dengan 3 gyrus yang letaknya oblik yaitu gyrus temporalis superior, gyrus temporalis medius dan gyrus temporalis inferior.

Pada bagian dalam dari sulcus lateralis terdapat gyrus temporalis transversalis (Heschl). Permukaan inferior lobus temporalis terletak pada fossa cranii media.

Lobus temporalis merupakan pusat pendengaran, keseimbangan, emosi dan memori. Terdapat area 41,42 yang berperan dalam pengaturan keseimbangan, area 39 yang berperan dalam Pemahaman terhadap bicara atau kata-kata. Bagian anterior lobus ini berperan dalam emosi, halusinasi, memori jangka pendek dari beberapa menit s.d beberapa minggu atau bulan

Lobus Oksipitalis

Lobus occipitalis merupakan lobus yang terkecil yang dibatasi bagian rostralnya oleh sulcus parieto-occipitalis. Permukaan lateralnya terdapat gyrus occipitalis lateralis yang ireguler yang dipisahkan oleh sulcus occipitalis lateralis. Pada bagian medialnya terbagi oleh sulcus calcarinus menjadi cuneus dan gyrus lingualis.

Lobus Oksipitalis merupakan pusat penglihatan, pengaturan ekspresi. Terdapat area 17 (area penglihatan utama), area 18,19 memaknai hasil penglihatan, area 39 memahami bahasa tulisan, area 22 memahami bahasa lisan dan area Wernicks (39,22,40).

Lobus Centralis

Lobus Centralis atau Insula merupakan daerah cortex yang mengalami invaginasi terletak pada bagian dalam sulcus lateralis. Lobus ini hanya dapat terlihat jika lobus temporalis dan lobus frontalis dipisahkan.

Lobus ini dikenal juga sebagai area triangularis cortical dan tertutupi oleh gyrus longus dan gyrus brevis yang berjalan paralel dengan sulcus lateralis.

Lobus Lymbicus

Lobus lymbicus terletak pada permukaan medial hemisfer yang meliputi gyrus subcallosum, gyrus cinguli, gyrus parahippocampus, formasi hippocampus dan gyrus dentatus.

Gyrus parahippocampus berhubungan langsung dengan gyrus cinguli melalui bagian cortex yang dikenal sebagai isthmus gyrus cinguli yang terletak di sebelah postero-inferior splenium corpus callosum.

Korteks cerebri fungsinya: (1) Persepsi sensorik. (2) Kontrol gerakan volunter. (3) Bahasa (4) Sifat pribadi (5) Proses berpikir, mengingat, kreatifitas.

DIENCEPHALON

Talamus

Talamus merupakan pusat prosesing dan relay semua input sensoris kecuali penciuman. Talamus memiliki 4 area utama yaitu sistem sensoris, sistem motorik, aktivitas neurofisiologius dan ekspresi korteks serebri.

Talamus berhubungan dengan sistem limbik dalam pengaturan ekspresi emosi, perilaku manusia yang unik. Talamus berkaitan dengan proses berfikir, kreativitas, interpretasi dan pemahaman bahasa lisan dan tulisan dan mengenali objek dengan cara menyentuh.

Secara detail, Fungsi Thalamus adalah:  (1) Menerima impuls eksteroseptif dan proprioseptif (2) Stasiun penyambung yang mengirim impuls ke korteks serebri. (3) Beberapa tingkat kesadaran (4) Pusat koordinasi timbulnya gerakan afektif, ekspresif yang terjadi sebagai rangsangan emosional. (5) Kontrol motorik yang termodifikasi (6) Bagian penting dari sistem aktivasi retikular.

Hipotalamus

Hipotalamus terletak dibawah thalamus, berdekatan dengan hipofisis. Hipotalamus mengatur banyak fungsi tubuh untuk keseimbangan. Merupakan pusat pengaturan dan koordinasi tertinggi dari sistem syaraf otonom, pengaturan suhu, pengaturan keseimbangan cairan dan elektrolit, seperti rasa haus, pengeluaran urine dan asupan makanan serta sebagai Pusat primer dari sistem saraf otonom perifer.

Hipothalamus juga mengontrol emosi dan pola perilaku, pengaturan pola tidur dan terjaga, berperan dalam pengaturan lapar dan keinginan untuk makan yang dibantu dengan kadara glukosa, lemak dan protein dalam tubuh, Respon perilaku berkaitan dengan emosi, Kontrol endokrin juga berperan dalam respon seksual seperti Orgasme dan respon terhadap stimulus organ seksual.

Epithalamus

Epitalamus terdiri dari 3 bagian: Trigonum habenulae, badan pineal, dan komisura posterior.Trigonum habenulae mengandung serabut syaraf yang berhubungan dengan midbrain, berperan sebagai pusat relay. Badan pineal (epiphysis) berperan seperti kelanjar endokrin (neuroendokrin). Komisura posterior berhubungan dengan midbrain

Ventral thalamus/subthalamus

Terletak dibagian ventral diensepalon, mengandung nuklei subtalamik

Batang Otak

Berbatasan dengan medula spinalis pada bagian bawah dan diensepalon pada bagian atas. Sedikit menyempit saat keluar dari tengkorak melalui foramen magnum untuk bersatu dengan medula spinalis.

Batang otak memiliki fungsi yang sangat penting termasuk traktus yang panjang dari jalur asenden dan desenden. Jaringan dari badan sel dan serabutnya dari formatio retikularis terdapat disini, yang sangat berperan penting dalam mempertahankan hidup. Seluruh syaraf kranial kecuali olfaktorius dan optikus keluar dari batang otak.

Batang Otak dibentuk oleh Medulla Oblongata, Pons, dan Mesencephalon. Fungsinya sebagai penyalur asenden dan desendens yang menghubungkan medulla spinalis dengan pusat yang lebih tinggi.

Batang Otak juga berfungsi sebagai pusat refleks penting yang mengatur sistem respirasi, kardiovaskuler dan kendali tingkat kesadaran. Batang Otak mengandung nuclei saraf kranial III sampai XII, berfungsi memodulasi rasa nyeri, sebagai pusat yang bertanggungjawab untuk tidur, serta mengatur refleks otot yang terlibat dalam keseimbangan dan postur.

Untuk Ganglia Basalis, termasuk ganglia basalis: nukleus kaudatus, putamen, serta globus pallidus. (sust.nigra, korpus subtalamikus dan nukleus ruber) mempunyai  fungsi motorik.

Yang paling utama adalah mengatur aktifitas motorik yang kompleks bersama dengan korteks serebri dan traktus kortikospinalis, pengaturan kognitif dari aktifitas motorik (nukleus kaudatus)‏, menentukan kecepatan gerakan yang harus dilakukan, serta mengatur berapa besar gerakan tersebut harus dilakukan (Bersama korteks serebri terutama daerah parietal)‏

Hippocampus

Hippocampus merupakan bagian dari otak hemisphers di bagian sebelah medial basal dari lobus temporal. Ini bagian dari otak yang penting untuk belajar dan memori, untuk mengubah memori jangka pendek ke memori yang lebih permanen, dan untuk mengingat hubungan spasial.

Amigdala

Amigdala merupakan bagian dari telencephalon, yang terletak di lobus temporal, yang terlibat dalam memori, emosi, dan ketakutan. Amigdala terletak di bawah permukaan bagian depan, sebelah medial dari lobus temporal di mana menyebabkan tonjolan di permukaan disebut uncus (komponen dari sistem limbik).

Otak Tengah

Otak tengah/mesencephalon terletak di bagian rostral dari batang otak, yang meliputi tectum dan tegmentum. Otak tengah terlibat dalam fungsi seperti penglihatan, pendengaran, gerak mata, dan gerak tubuh. Bagian anterior mempunyai tangkai otak, yang merupakan bundel besar akson yang bepergian dari korteks serebral melalui batang otak dan serat ini (bersama dengan struktur lainnya) yang penting untuk fungsi motorik.

Pons

Terletak diatas Medulla, pada bagian dorsal terdapat Formatio Retikularis dan nuklei syaraf kranial jalur asenden dan desenden. Dalam Formatio Retukularis terdapat pusat apneu dan pneumotoxic yang membantu dalam pengaturan pernafasan.

Pons merupakan bagian dari metencephalon di otak belakang. Bagian ini terlibat dalam kontrol motor dan analisis sensorik. Misalnya, informasi dari telinga pertama memasuki otak di pons.

Pons memiliki bagian yang penting bagi tingkat kesadaran dan untuk tidur. Beberapa struktur dalam pons terkait dengan otak kecil, sehingga terlibat dalam gerakan dan postur.

Medulla Oblongata

Medulla oblongata merupakan bagian yang vital dalam pengaturan jantung, vasomotor/kontriksi dan dilatasi pembuluh darah dan pusat pernafasan.

Medulla Oblongata memonitor kadar CO2 yang berperan dalam pengaturan pernafasan, mengatur muntah, bersin, batuk dan menelan. Dibagian ventral terdapat pyramid yang merupakan jalur motorik dari serebral ke spinal.

Jalur di pyramid menyilang (pyramidal decussation) sehingga dibawah medulla keadaan motorik tubuh dikontrol oleh bagian yang berlawanan dalam hemisfer serebri.  Struktur ini merupakan bagian ekor-sebagian besar batang otak, antara pons dan sumsum tulang belakang. Medulla ini bertanggung jawab untuk menjaga fungsi tubuh yang vital, seperti pernapasan dan detak jantung.

Meningen

Meningen atau lapisan pembungkus otak merupakan bagian terluar dari otak. Meningen memiliki beberapa lapisan yaitu Duramater, Arachnoid dan Piamater.

Duramater merupakan bagian terluar atau lapisan periosteum tulang tengkorak, lapisan yang kuat, lapisan fibrosa yang mengandung pembuluh darah dan  memberikan nutrisi pada tulang. Lapisan luar dan dalam menempel dengan tengkorak sehingga tidak ada lapisan epidural antara tulang dengan membran seperti pada spinal.

Antara duramater bagian dalam dan arachnoid terdapat rongga subdural dan tidak mengandung Cerebro Spinal Fluid (Cairan serebro spinal). Pada beberapa tempat kedua lapisan dalam dan luar membentuk saluran yang mengandung Pembuluh Darah yang disebut dengan Dural sinus dan terdapat darah vena dari Pembuluh Darah di otak.

Arachnoid merupakan Lapisan tengah dari meningen. Lapisan ini merupakan jaringan ikat, antara arachnoid dan piamater terdapat seperti jaring-jaring trabekula dan rongga subarachnoid yang mengandung CSF.

Lapisan arachnoid tidak mengandung Pembuluh Darah, tapi Pembuluh Darah terdapat pada rongga subarachnoid. Sedang Piamater merupakan lapisan yang bersentuhan langsung dengan otak. Sebagian besar suplai darah pada otak di suplai oleh pembuluh-pembuluh darah kecil yang banyak terdapat pada piamater.

Ventrikel

Ventrikel otak dilapisi oleh epitel kuboid yang disebut ependima.Terdapat kapiler-kapiler yang disebut dengan pleksus koroides. Terdapat 4 ventrikel yang diberi nomor dari atas ke bawah dari otak yaitu: Ventrikel lateral kiri dan kanan pada hemisfer serbri, ventrikel ke tiga pada diensepalon dan ventrikel ke empat pada pons dan medulla.

Ventrikel lateral dihubungkan dengan ventrikel ke tiga oleh interventrikular foramen sedangkan Ventrikel ke tiga nyambung dengan ventrikel ke empat melewati celah sempit yang disebut serebral aqua duktus di midbrain/otak tengah.

Cairan Serebrospinal

Cairan serebrospinal (CSF) berperan dalam melindungi otak, menjaga keseimbangan bahan-bahan kimia Susunan Syaraf Pusat. CSF dibentuk dalam pleksus koroides pada ventrikel lateral, tiga dan empat dengan kombinasi proses diffusi dan transport aktif.

Pleksus koroid menseleksi komponen darah yang dapat melewati membrannya ke ventrikel (tidak untuk Sel Darah Merah, protein dengan molekull besar). Yang dapat lewat: protein berukuran kecil, oksigen, karbondioksida, Na, K, Ca, Mg, Cl, glukosa dan sejumlah kecil Sel Darah Putih.

CSF dibentuk di Ventrikel lateral, lalu melalui interventrikuler foramen masuk ke ventrikel III dan melalui Aqua Duktus CSF mengalir ke Ventrikel IV. Di ventrikel IV erdapat 3 buah lubang terbuka di dasar ventrikel 4. Melalui ketiga lubang tersebut CSF mengalir ke Subarachnoid spaces ( cisterna magna) disebelah medulla, aliran berlanjut ke Spinal lalu ke lumbal sisterna.

Sebagian naik lagi ke otak melalui subarachnoid spaces masuk ke vili arachnoid dan sinus sagital superior.  Vili arachnoid memiliki katup yang sensitif dengan tekanan dengan sistem satu arah. Cerebro Spinal Fluid (CSF)  selalu diperbarui sekitar 3 kali dalam sehari.

Nutrisi Otak

Sebanyak 20% oksigen dari seluruh kebutuhan tubuh digunakan oleh otak. Kebutuhan oksigen tinggi saat otak istirahat. Otak mendapatkan nutrisi hanya dari darah.

Otak membutuhkan Oksigen dan glukosa setiap saat tetapi otak tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan cadangan. Kekurangan oksigen dan glukosa pada otak menyebabkan kerusakan yang lebih cepat dibandingkan pada jaringan lain. Kekurangan dalam beberapa menit dapat menyebabkan kerusakan yang menetap.

Formatio Retikularis

Terbagi kedalam jalur asenden, jalur desenden dan nervus kranialis. Formatio retikularis terbentang sepanjang batang otak, dengan akson terbentang menuju diensepalon dan medula spinalis. Memiliki sekiar 30.000 sinaps. Lesi pada formatio retikularis dapat menyebabkan koma sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Neuron dalam Formatio Retikularis (RF) dikelompokan sesuai dengan fungsinya masing-masing.  RF memiliki pusat respirasi dan cardiovaskuler yang berperan dalam pengaturan pernafasan, nadi dan perubahan diameter Pembuluh Darah.

Jalur asenden menuju serebrum bergabung dengan RAS (reticular activating system) yang berperan dalam pengaturan siklus terjaga dan tidur.

Midbrain/mesensepalon

Midbrain terdapat diatas pons. Terdapat pusat refleks yang membantu koordinasi [ergerakan bila matadan kepala, membantu pengaturan mekanisme fokus pada mata, mengatur respon pupil terhadap stimulus cahaya. Terdapat substansia nigra yang beperan dalam pengaturan aktivitas motorik somatic.

Serebellum

Serebelum berperan dalam fungsi keseimbangan. Secara terus menerus menerima input dari otot, tendon, sendi dan organ vestibular(keseimbangan) dalam bentuk proprioceptive input (kepekaan terhadap posisi tubuh yang satu dari yang lainnya). Mengintegrasikan kontraksi otot satu dengan yang lain, mengatur tonus otot.

Serebrum

Serebrum merupakan struktur terbesar dan paling rumit dalam sistem syaraf. Terdapat dua hemisfer serebri yang Terdiri dari korteks yang merupakan substansi abu-abu (gray matter), substansi putih dan ganglia basalis.

Korteks terbagi kedalam 6 lobus: frontal, parietal, temporal, oksipital, lilmbik dan insula/lobus sentralis. Korteks serebri merupakan lapisan terluar dari serebrum, terdiri dari substansi abu-abu.

Serebrum banyak berperan dalam pengaturan aktivitas kehidupan yang disadari.  Kalau Insula berperan dalam pengaturan aktivitas gastrointestinal dan organ visceral lainnya, maka Limbik berperan dalam pengaturan emolsi, perilaku, memori jangka pendek dan penciuman.

Syaraf Kranial (SK)

Terdapat 12 pasang syaraf kranial yaitu:

(1) SK  I (olfactorius): S, Penciuman.

(2) SK  II (Opticus): S, Penglihatan, input refleks fokusing dan konstriksi pupil di limbik.

(3) SK  III (Okulomotorius): M, Pergerakan bola mata elevasi alis, konstriksi pupil dan memfokuskan lensa.

(4) SK  IV (Trochlearis): M, Pergerakan bola mata ke bawah.

(5) SK  V (Trigeminus), terdiri atas oV1 (Syaraf optalmik): S, input dari kornea, rongga hidung bagian atas, kulit kepala bagian frontal, dahi, bagian atas alis, konjungtiva kelenjar air mata, oV2 (Syaraf maksilari): S, input dari dagu, bibir atas, gigi atas, mukosa rongga hidung, palatum, faring, serta oV3 (Syaraf Mandibular): S,M, input dari lidah (bukan pengecapan), gigi bawah, kulit di bawah dagu, mengunyah.

(6) VI (Abdusen): M, Pergerakan mata ke lateral.

(7) SK VII (Fasialis): S,M, Pengecapan, Salivasi, lakrimasi, pergerakan otot wajah.

(8) SK VIII(Vestibulocochlearis): Vestibular untuk keseimbangan, cochlearis untuk pendengaran.

(9) SK  IX(Glossofaringeus): S,M Pengecapan, sensasi lain dari lidah, salivasi dan menelan.

(10) SK  X (vagus): S,M, menelan, monitor kadar oksigen dan karbondioksida darah, tekanan darah, kegiatan organ visceral lain.

(11) SK  XI(Aksesorius): M, produksi suara di laring, Pergerakan kepala dan bahu, muscle sense.

(12) SK  XII(Hipoglosus): M, Pergerakan lidah saat bicara, mengunyah, muscle sense.

Semoga bermanfaat adanya. Salam POK.  (*)

Like it? Share it!

Leave A Response