BerandaKesehatanPengantar Thibb al-Nabawi (1)

Pengantar Thibb al-Nabawi (1)

Oleh: Abul Kahf *)

Related Post: Referensi Penting Terapis: Kitab Thibbun Nabawi

PALONTARAQ.ID –ย ๐™h๐™ž๐™—๐™— (๐™ ๐™š๐™™๐™ค๐™ ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™–๐™ฃ) ๐™–๐™™๐™–๐™ก๐™–๐™ ๐™˜๐™–๐™—๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ž๐™ก๐™ข๐™ช ๐™ฅ๐™š๐™ฃ๐™œ๐™š๐™ฉ๐™–๐™๐™ช๐™–๐™ฃ ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ข๐™š๐™ข๐™ฅ๐™š๐™ก๐™–๐™Ÿ๐™–๐™ง๐™ž ๐™ฉ๐™š๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ ๐™ค๐™ฃ๐™™๐™ž๐™จ๐™ž ๐™ ๐™š๐™จ๐™š๐™๐™–๐™ฉ๐™–๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ฅ๐™š๐™ฃ๐™ฎ๐™–๐™ ๐™ž๐™ฉ ๐™ฅ๐™–๐™™๐™– ๐™ฉ๐™ช๐™—๐™ช๐™ ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™ช๐™จ๐™ž๐™– ๐™™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ฉ๐™ช๐™Ÿ๐™ช๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ข๐™—๐™ž๐™ก ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™™๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™š๐™ฅ๐™–๐™ฉ ๐™ช๐™ฃ๐™ฉ๐™ช๐™  ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™Ÿ๐™–๐™œ๐™– ( ๐™ฅ๐™ง๐™š๐™จ๐™š๐™ง๐™ซ๐™–๐™ฉ๐™ž๐™ค๐™ฃ ) ๐™–๐™ฉ๐™–๐™ช ๐™ข๐™š๐™ข๐™ช๐™ก๐™ž๐™๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™š๐™จ๐™š๐™๐™–๐™ฉ๐™–๐™ฃ.

Kelahiran Nabi Muhammad menandai puncak dan kesempurnaan petunjuk Ilahi, yang diberikan kepada umat manusia, sebagaimana disebutkan dalam ayat Al-Qur’an:

ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู’ุชู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุชู’ู…ูŽู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุชููŠ ูˆูŽุฑูŽุถููŠุชู ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ูŽ ุฏููŠู†ู‹ุง..

Artinya:

“Pada hari ini telah ku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah ku cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah kupilih Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Maidah: 3)

‘Kesempurnaan’ ini terwujud dalam Al-Qur’an (sumber segala ilmu pengetahuan) dan Sunnah (manifestasi dan interpretasi Al-Qur’an). Al-Qur’an dan Sunnah adalah puncak dari petunjuk ini, dan memberi arahan dan wawasan yang tegas tentang semua ilmu pengetahuan, termasuk Thibb / perubatan.

Selain memberikan petunjuk bagi umat manusia, Al-Qur’an dan Sunnah mengkatalisasi pencarian ilmu pengetahuan dan penyelidikan ilmiah dalam konteks etos Islam. Bahkan, ‘Zaman Keemasan’ peradaban Muslim mencapai puncaknya semata-mata karena petunjuk ini yang memberikan wawasan ke dalam setiap bidang pengetahuan, mulai dari ilmu fisika dan sosial dasar hingga filsafat dan kedokteran.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika mereka mengadopsi model Yunani (Unฤnฤซ), karena model ini memiliki akar yang sama dengan ajaran Ibrahim dalam Taurat, Alkitab, dan Al-Qur’an, dalam konteks penciptaan alam semesta, penciptaan Adam dan Hawa dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi, namun tetap dalam etos tauhid Islam.

Umat Islam memperluas dan mengembangkan prinsip-prinsip teoritis pengobatan Yunani menjadi sistem penyembuhan yang komprehensif dan praktis. Karenanya, Al-Qur’an dan Sunnah memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan ilmu kedokteran.

Para cendekiawan dan dokter Muslim pada masa awal secara kritis meneliti semua filsafat dan praktik medis yang tersedia berdasarkan sistem kepercayaan mereka sendiri. Umat โ€‹โ€‹Islam berkewajiban untuk menjalani hidup sesuai Sunnah.

Pengobatan ala Nabi atau Tibb al-Nabawi merupakan bagian integral dari Sunnah. Tidak ada cara yang lebih baik untuk mencapai dan menjaga kesehatan melebihi penerapan Tibb al-Nabawi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dicapai oleh banyak dokter, termasuk al-Rฤzฤซ (w. 317/930), al-Zahrฤwฤซ (w. 403/1013), Ibn Sฤซnฤ (w. 428/1037), Ibn Rushd (w. 594/1198) dan Ibn Nafฤซs (w. 686/1288). (*)

 

Bersambung …..

 

(* Dishare/dibagi oleh Abul Kahf pada Group Thibbuna Institute.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT