Oleh: Abul Kahf *)
Related Post: Referensi Penting Terapis: Kitab Thibbun Nabawi
PALONTARAQ.ID –ย ๐h๐๐๐ (๐ ๐๐๐ค๐ ๐ฉ๐๐ง๐๐ฃ) ๐๐๐๐ก๐๐ ๐๐๐๐๐ฃ๐ ๐๐ก๐ข๐ช ๐ฅ๐๐ฃ๐๐๐ฉ๐๐๐ช๐๐ฃ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ข๐๐ข๐ฅ๐๐ก๐๐๐๐ง๐ ๐ฉ๐๐ฃ๐ฉ๐๐ฃ๐ ๐ ๐ค๐ฃ๐๐๐จ๐ ๐ ๐๐จ๐๐๐๐ฉ๐๐ฃ ๐๐๐ฃ ๐ฅ๐๐ฃ๐ฎ๐๐ ๐๐ฉ ๐ฅ๐๐๐ ๐ฉ๐ช๐๐ช๐ ๐ข๐๐ฃ๐ช๐จ๐๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ฉ๐ช๐๐ช๐๐ฃ ๐ข๐๐ฃ๐๐๐ข๐๐๐ก ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐ ๐๐ฃ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ฉ๐๐ฅ๐๐ฉ ๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ ๐ข๐๐ฃ๐๐๐๐ ( ๐ฅ๐ง๐๐จ๐๐ง๐ซ๐๐ฉ๐๐ค๐ฃ ) ๐๐ฉ๐๐ช ๐ข๐๐ข๐ช๐ก๐๐๐ ๐๐ฃ ๐ ๐๐จ๐๐๐๐ฉ๐๐ฃ.
Kelahiran Nabi Muhammad menandai puncak dan kesempurnaan petunjuk Ilahi, yang diberikan kepada umat manusia, sebagaimana disebutkan dalam ayat Al-Qur’an:
ุงููููููู ู ุฃูููู ูููุชู ููููู ู ุฏููููููู ู ููุฃูุชูู ูู ูุชู ุนูููููููู ู ููุนูู ูุชูู ููุฑูุถููุชู ููููู ู ุงููุฅูุณูููุงู ู ุฏููููุง..
Artinya:
“Pada hari ini telah ku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah ku cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah kupilih Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Maidah: 3)
‘Kesempurnaan’ ini terwujud dalam Al-Qur’an (sumber segala ilmu pengetahuan) dan Sunnah (manifestasi dan interpretasi Al-Qur’an). Al-Qur’an dan Sunnah adalah puncak dari petunjuk ini, dan memberi arahan dan wawasan yang tegas tentang semua ilmu pengetahuan, termasuk Thibb / perubatan.
Selain memberikan petunjuk bagi umat manusia, Al-Qur’an dan Sunnah mengkatalisasi pencarian ilmu pengetahuan dan penyelidikan ilmiah dalam konteks etos Islam. Bahkan, ‘Zaman Keemasan’ peradaban Muslim mencapai puncaknya semata-mata karena petunjuk ini yang memberikan wawasan ke dalam setiap bidang pengetahuan, mulai dari ilmu fisika dan sosial dasar hingga filsafat dan kedokteran.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika mereka mengadopsi model Yunani (Unฤnฤซ), karena model ini memiliki akar yang sama dengan ajaran Ibrahim dalam Taurat, Alkitab, dan Al-Qur’an, dalam konteks penciptaan alam semesta, penciptaan Adam dan Hawa dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi, namun tetap dalam etos tauhid Islam.
Umat Islam memperluas dan mengembangkan prinsip-prinsip teoritis pengobatan Yunani menjadi sistem penyembuhan yang komprehensif dan praktis. Karenanya, Al-Qur’an dan Sunnah memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan ilmu kedokteran.
Para cendekiawan dan dokter Muslim pada masa awal secara kritis meneliti semua filsafat dan praktik medis yang tersedia berdasarkan sistem kepercayaan mereka sendiri. Umat โโIslam berkewajiban untuk menjalani hidup sesuai Sunnah.
Pengobatan ala Nabi atau Tibb al-Nabawi merupakan bagian integral dari Sunnah. Tidak ada cara yang lebih baik untuk mencapai dan menjaga kesehatan melebihi penerapan Tibb al-Nabawi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dicapai oleh banyak dokter, termasuk al-Rฤzฤซ (w. 317/930), al-Zahrฤwฤซ (w. 403/1013), Ibn Sฤซnฤ (w. 428/1037), Ibn Rushd (w. 594/1198) dan Ibn Nafฤซs (w. 686/1288). (*)
Bersambung …..
(* Dishare/dibagi oleh Abul Kahf pada Group Thibbuna Institute.


