Kamis, November 5, 2026
BerandaSosial BudayaNarasi BudayaUsai Terima Rekor MURI, Fadli Zon: Indonesia Harus Menulis Ulang Sejarahnya

Usai Terima Rekor MURI, Fadli Zon: Indonesia Harus Menulis Ulang Sejarahnya

Laporan: Etta Adil 

Related Post: Cagar Budaya Indonesia: Rawat atau Musnah?

PALONTARAQ.ID – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mendapatkan dua Piagam Rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) dalam satu hari, Ahad (3/11/2024), yaitu Rekor pengangkatan dirinya sebagai Menteri Kebudayaan pertama di Indonesia, dan Rekor mahakarya kebudayaan untuk pendirian museum sastra pertama di Indonesia.

Kedua Piagam Rekor MURI itu diserahkan langsung oleh pendiri MURI budayawan Jaya Suprana dan istri, Aylawati Sarwono, di Rumah Kreatif Fadli Zon di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Ini adalah rekor MURI ke-55 dan ke-56 yang diterima Fadli Zon.

Dalam sambutannya, Jaya Suprana mengatakan, dirinya yakin sosok Fadli Zon menjadi penyebab Presiden Prabowo Subianto mendirikan Kementerian Kebudayaan. Dan hanya kepada Fadli Zon, yang juga sahabat lama Prabowo, kursi Menteri Kebudayaan dipercayakan. “Karena Pak Fadli Zon, Presiden Prabowo membentuk Kementerian Kebudayaan. Itu karena beliau yakin kepada Anda, maka beliau mempercayakan kursi ini pada Anda,” ujar Jaya Suprana.

Acara penyerahan Rekor MURI ini turut dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai kalangan, antara lain Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, penyanyi senior Ernie Djohan, mantan Dubes RI untuk Ukraina Yuddy Chrisnandi, wartawati senior Dian Islamiati Fatwa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa, Dubes Ukraina Vasyl Hamianin, dan politisi Indra J. Piliang serta tokoh-tokoh dari berbagai kelompok seni dan budaya.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon dalam sambutannya mengungkapkan bahwa dirinya telah berkeliling ke sekitar 100 negara, dan dari pengamatannya tidak ada negara yang memiliki budaya sehebat  budaya yang dimiliki Indonesia.

“Kita juga peradaban tertua di dunia. Ini bukan sekadar klaim. Tapi kenyataannya artefak-artefak yang ada di Indonesia, baik itu di Sulawesi, di Kalimantan, dan lain sebagainya, menunjukkan bahwa peradaban Indonesia kita setidak-tidaknya dimulai dari 52 ribu tahun yang lalu. Apa buktinya? Buktinya adalah lukisan-lukisan purba di gua-gua yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan. Sekarang yang ditemukan baru 702 di Gua Leang-leang di Maros, Sulawesi Selatan,” urai Fadli Zon.

Mantan Wakil Ketua DPR RI (2014-2019) dan Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen DPR RI (2019-2024) itu mengatakan bahwa lukisan di dalam gua prasejarah itu ditemukan di era kolonial Belanda dan diperkirakan berasal dari 5.000 tahun yang lalu. Ternyata setelah dilakukan penelitian mendalam, lukisan-lukisan prasejarah berasal dari 40 ribu tahun yang lalu.

“Sekarang para ilmuwan mengatakan lukisan-lukisan itu dari 52 ribu tahun setelah diuji dengan carbon-dating dan tes yang saya kira sangat ketat. Belum lagi penemuan fosil-fosil manusia purba yang pernah mendiami Nusantara. Dari Meganthropus paleojavanicus juga Pithecanthropus erectus yang berusia dari 2 juta tahun, 1,8 juta tahun dan 1,3 juta tahun lalu. Homo sapiens yang pernah mendiami negeri yang kini dikenal sebagai Indonesia pun berasal dari puluhan ribu tahun lalu,” sambung Fadli Zon.

“Saya kira kita harus menulis ulang sejarah kita. Reinventing Indonesia identity, untuk menemukan kembali identitas Indonesia kita. Bukan sebagai negara merdeka, yang pernah dijajah negeri kecil di Eropa, tetapi sebagai negara yang paling tua peradabannya di dunia,” jelas Fadli Zon.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT