BerandaDigitalMencoba Bard, Eksperiman AI dari Google

Mencoba Bard, Eksperiman AI dari Google

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

PALONTARAQ.ID – Semalam, Jumat 1 September 2023, saya menerima tantangan untuk mencoba eksperiman AI dari Google yang dinamai Bard. Dalam pengantar email google via Google Local Guide, disebutkan bahwa Bard bisa menjadi teman kolaborasi yang kreatif dan siap membantu, hadir untuk meningkatkan produktivitas, mewujudkan ide, dan memenuhi rasa ingin tahu.

Bard sekarang tersedia dalam lebih dari 40 bahasa baru termasuk Arab, China (Sederhana/Tradisional), Jerman, Hindi, Spanyol, dan lainnya. Kami juga telah memperluas akses ke lebih banyak wilayah, termasuk 27 negara di Uni Eropa (EU) dan Brasil, sehingga Local Guide di mana pun bisa mengakses fitur-fitur Bard.

Ketika memasuki halaman chat bard, saya tertarik untuk menanyakan: “Apa saja yang perlu dipersiapkan dalam menulis esai?” dan inilah jawaban AI dari google tersebut.

jawaban bard, AI dari google. (foto: ist/*)
Jawaban bard, AI dari google. (foto: ist/*)

Jawaban bard diluar dugaan, sangat cepat dan akurat.

Pertanyaan kedua, penulis tertarik untuk menanyakan, “Apa yang kamu ketahui tentang Muhammad Farid Wajdi?”

Dan lagi, di luar dugaan, inilah jawaban bard, AI dari google:

Muhammad Farid Wajdi adalah seorang Cendekiawan Muslim asal Mesir yang lahir di Iskandariyah pada tahun 1875. Ia merupakan salah satu tokoh penting dalam gerakan modernisme Islam.

Farid Wajdi menempuh pendidikan di Al-Azhar dan kemudian melanjutkan pendidikannya di Prancis. Setelah kembali ke Mesir, ia mulai aktif menulis dan mengajar. Ia juga terlibat dalam kegiatan politik dan sosial.

Farid Wajdi adalah seorang pemikir yang kritis terhadap dogma-dogma Islam tradisional. Ia berpendapat bahwa Islam harus diadaptasi dengan perkembangan zaman. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan dan kemajuan bagi umat Islam.

Farid Wajdi memiliki banyak karya tulis, termasuk buku, artikel, dan pidato. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah “Al-Islam wa al-Hadarat al-Hadisah” (Islam dan Peradaban Modern).

Berikut adalah beberapa pemikiran Muhammad Farid Wajdi:

  • Islam adalah agama yang progresif dan dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
  • Pendidikan dan kemajuan adalah kunci untuk kemajuan umat Islam.
  • Umat Islam harus terlibat dalam pembangunan masyarakat.

Pemikiran-pemikiran Farid Wajdi telah memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan Islam modern. Ia dianggap sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam kebangkitan Islam di Mesir dan dunia.

Berikut adalah beberapa karya Muhammad Farid Wajdi:

  • Al-Islam wa al-Hadarat al-Hadisah (Islam dan Peradaban Modern)
  • Al-Fikr al-Islami fi al-Ashr al-Hadis (Pemikiran Islam di Masa Modern)
  • Al-Tafsir al-Wajdi (Tafsir Al-Qur’an Menurut Muhammad Farid Wajdi)
  • Al-Islam wa al-Qada’ya al-Siyasiyah (Islam dan Persoalan Politik)
  • Al-Islam wa al-Qada’ya al-Ijtima’iyah (Islam dan Persoalan Sosial)
  • Al-Islam wa al-Qada’ya al-Iqtisadiyah (Islam dan Persoalan Ekonomi)

Muhammad Farid Wajdi meninggal dunia di Kairo pada tahun 1954.

Semakin penasaran dan tertarik dengan kecepatan dan akurasi jawaban bard ini, penulis melontarkan pertanyaan ketiga, “Apa yang kamu ketahui tentang Etta Adil?”

Dan ternyata, Bard angkat tangan! Ini jawaban bard, AI dari google tersebut.

Bard tentang Etta Adil
Bard tentang Etta Adil

Pertanyaan terakhir, menguji seberapa kenal Bard tentang Palontaraq. Dan inilah jawaban bard? Bagaimana pendapat kalian?

Bard tentang Palontaraq
Bard tentang Palontaraq

Bagi penulis sendiri, jawaban Bard tentang Palontaraq ini cukup mengagetkan. Untuk pertama kalinya penulis mendapatkan informasi adanya Situs Arkeologi bernama Palontaraq di Sombaopu, Gowa? Benarkah ada? Untuk jawaban bard yang satu ini penulis melakukan penelusuran dan belum mendapatkan akurasi jawaban terkait keberadaan situs arkeologi dimaksud.

Adakah sebutan atau makna lain dari Palontaraq? Adakah nama “Palontaraq”, selain dari nama situs (website) ini sendiri, atau pemaknaan lain dari palontaraq yang pernah penulis definisikan sendiri, dalam artikel berikut: Palontaraq dalam Penelitian Stephen C. Druce, ataukah ada nama yang lain, selain dari nama rumah baca–Rumah Baca Palontaraq–yang pernah penulis dirikan di Kalabbirang, Kecamatan Minasatene dan Biringere Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Ditunggu jawaban AI lainnya.

Yang pasti ke depan, banyak orang yang akan bergantung dari jawaban aplikasi AI, dari bard, atau dari aplikasi AI lainnya. Mau mencoba kecepatan dan akurasi bard dalam menjawab pertanyaanmu, silakan coba: https://bard.google.com/

(* Muhammad Farid Wajdi, penikmat dan pengguna internet di ruang kerja Palontaraq

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT