Edukasi Ujian Semester 2 Mapel Kepesantrenan Kelas XI: Aqidah Akhlak

Ujian Semester 2 Mapel Kepesantrenan Kelas XI: Aqidah Akhlak

-

- Advertisment -

 

'Aqidah Akhlak
‘Aqidah Akhlak

Mata Pelajaran       : Aqidah Akhlak

Waktu                   : 30 Menit

Guru Mapel            : Dr. Nur Farida Hamid, MA

PALONTARAQ.ID – Berikut ini adalah Soal Aqidah Akhlak, salah satu Mata Pelajaran Kepesantrenan untuk Kelas XI (Kelas II SMA/Aliyah) yang diujikan dalam kondisi dan situasi pandemi global Covid-19, sehingga pelaksanaan ujiannya dilaksanakan di rumah masing-masing.

Adab dalam Islam. (foto: ist/palontaraq)
Adab dalam Islam. (foto: ist/palontaraq)

Soal-soal Ujian Aqidah-Akhlak ini hanya dibuat khusus dan hanya diperuntukkan sebagai Ujian Akhir Semester bagi Santriwati Kelas XI Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep.

Jawaban dapat dituliskan di kolom komentar dengan terlebih dahulu menuliskan nama, NIS dan Kelasnya.

Disarankan kepada seluruh peserta ujian/santriwati agar menyesuaikan terlebih dahulu keyboard systemnya untuk penulisan word arabic (windows arab) atau setting arabic pada penulisan aksara arab di keyboard untuk pengguna android/smartphone.

Santri beraqidah tauhid dan berakhlak mulia.. (foto: ist/palontaraq)
Santri beraqidah tauhid dan berakhlak mulia.. (foto: ist/palontaraq)

Jawablah pertanyaan berikut ini!

1. Jelaskan macam-macam tauhid dan tulislah ayatnya masing-masing!

2. Tulislah 6 asmaul husna yang anda ketahuai beserta ayat–ayat yang melandasinya!

3. Tulislah ayat yang menyangkut tentang Nama-nama malaikat!

4. Jelaskan Nama-nama lain Al-qur’an serta ganjaran yang di dapatkan dalam membaca dan mempelajri alquran!

5. Apa saja yang harus di imani dalam hal berimann kepada hari akhir dan apa hikmah beriman kepada hari akhir!

Selamat Bekerja!

Berdoa. (foto: ist/palontaraq)
Berdoa. (foto: ist/palontaraq)

31 KOMENTAR

  1. Alyah Ayswarahayu
    XI. IPS
    1. -Tauhid Rububiyah. Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal perbuatanNya.
    أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ “
    Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam.” [Al-A’raaf: 54]
    – Tauhid Uluhiyyah dikatakan juga Tauhiidul ‘Ibaadah yang berarti mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui segala pekerjaan
    وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ “
    Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang diibadahi dengan benar melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” [Al-Baqarah: 163]
    – Tauhid Asma wa sifat
    ‌اللهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ اْلأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ اْلأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًا
    Allah yang
    telah menciptakan tujuh lapis langit dan bumi semisalnya. PerintahNya berlaku padanya. Agar kamu mengetahui, bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya Allah, ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu. [Ath Thalaq : 12
    2. – asmaul husna al karim ( maha mulia ) adalah surah al infitar ayat ke 6.
    Firman Allah dalam surah al infitar ayat ke 6
    يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ . 
    – asmaul husna ar razzaq ( maha pemberi rezeki ) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58
    اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. 
    – asmaul husna al  matin ( maha kokoh) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58
    اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. 
    – asmaul husna al qawwi ( maha kuat) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74
    مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. 
    – asmaul husna al ‘aziz ( maha perkasa) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74
    مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. 
    ‌ – asmaul husna al sami’ ( maha mendengar)  adalah su
    rah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah ayat ke 227
    وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ . 
    3. surah At tahrim ayat 6

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
    Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
    4.Nama-nama lain dari al-qur’an antara lain: Al-huda, memiliki arti petunjuk. Al-furqon, memiliki arti pembeda antara yang benar dan yang salah. As-syifa, memiliki arti obat.

    Mendapat Pahala Berlipat
    Manfaat membaca Al-Quran di rumah yang pertama adalah mendapat pahala yang berlipat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan.
    5. Orang yang beriman kepada hari akhir akan menjauhi segala kezaliman dan kemaksiatan. Ia melakukan segala hal dengan baik dan berusaha berbuat yang benar. Sebab, ia tahu bahwa segala kebaikannya akan berbuah manis di akhirat, sedangkan perbuatan jahatnya harus dipertanggungjawabkan dengan sangat berat pada hari kiamat.

  2. Alyah Ayswarahayu
    XI. IPS
    Tauhid Rububiyah. Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal perbuatanNya.
    أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ “
    Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam.” [Al-A’raaf: 54]
    – Tauhid Uluhiyyah dikatakan juga Tauhiidul ‘Ibaadah yang berarti mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui segala pekerjaan
    وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ “
    Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang diibadahi dengan benar melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” [Al-Baqarah: 163]
    – Tauhid Asma wa sifat
    ‌اللهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ اْلأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ اْلأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًا
    Allah yang
    telah menciptakan tujuh lapis langit dan bumi semisalnya. PerintahNya berlaku padanya. Agar kamu mengetahui, bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya Allah, ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu. [Ath Thalaq : 12
    2. – asmaul husna al karim ( maha mulia ) adalah surah al infitar ayat ke 6.
    Firman Allah dalam surah al infitar ayat ke 6
    يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ . 
    – asmaul husna ar razzaq ( maha pemberi rezeki ) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58
    اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. 
    – asmaul husna al  matin ( maha kokoh) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58
    اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. 
    – asmaul husna al qawwi ( maha kuat) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74
    مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. 
    – asmaul husna al ‘aziz ( maha perkasa) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74
    مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. 
    ‌ – asmaul husna al sami’ ( maha mendengar)  adalah su
    rah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah ayat ke 227
    وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ . 

    3. surah At tahrim ayat 6

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
    Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
    4.Nama-nama lain dari al-qur’an antara lain: Al-huda, memiliki arti petunjuk. Al-furqon, memiliki arti pembeda antara yang benar dan yang salah. As-syifa, memiliki arti obat.

    Mendapat Pahala Berlipat
    Manfaat membaca Al-Quran di rumah yang pertama adalah mendapat pahala yang berlipat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan.
    5. Orang yang beriman kepada hari akhir akan menjauhi segala kezaliman dan kemaksiatan. Ia melakukan segala hal dengan baik dan berusaha berbuat yang benar. Sebab, ia tahu bahwa segala kebaikannya akan berbuah manis di akhirat, sedangkan perbuatan jahatnya harus dipertanggungjawabkan dengan sangat berat pada hari kiamat.

  3. Nur Imamah Hak
    XI IPA

    1. a. Tauhid rububiyah. Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah firman Allah:
    أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).
    b.Tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah. Disebut tauhid uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut tauhid ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba). Adapun maksudnya ialah pengesaan Allah dalam ibadah, yakni bahwasanya hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi. Allah Ta’ala berfirman:
    ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ
    ”Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya yang mereka seru selain Allah adalah batil” (Luqman: 30).
    c.Tauhid asma’ wa shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu penetapan dan penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau sunnah nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya. Dalam menetapkan sifat bagi Allah tidak boleh melakukan ta’thil, tahrif, tamtsil, maupun takyif. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
    لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ
    ”Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syuura: 11) (Lihat Al-Qaulul Mufiiid I/7-10).

    2. a. AR RAZZAQ ( maha pemberi rezeki ) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat  adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,
    b. AL MATIN ( maha kokoh) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat  adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,
    c. AL QAWWI ( maha kuat) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74 مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. Terjemahan ayat ke 74 surah al hajj  adalah Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
    d. AL ‘AZIZ ( maha perkasa) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74 مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. Terjemahan ayat ke 74 surah al hajj  adalah Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
    e. AL SAMI’ ( maha mendengar)  adalah surah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah ayat ke 227 وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ . Terjemahan ayat ke 227 surah al baqarah  adalah Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
    f. AL ALIM ( maha mengetahui)  adalah surah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah ayat ke 227 وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ . Terjemahan ayat ke 227 surah al baqarah  adalah Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

    3. Firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya’ ayat 19-20

    وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

    Artinya : “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”

    4. a.Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    b.Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
    c.Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
    d.Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    e.Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    Ganjaran bagi yang membaca dan mempelajari al-qur’an :
    1. Mendapat Pahala Berlipat
    2. Derajatnya Diangkat
    3. Mendapatkan ketenangan hati
    4. Mendapat Pertolongan Allah SWT di hari Kiamat
    5. Terbebas dari Aduan Rasulullah SAW pada Hari Kiamat
    6. Dihadiri Malaikat
    7. Ditempatkan Bersama Malaikat

    5. Yaitu meyakini dengan sepenuh hati, bahwa kiamat itu akan benar-benar terjadi sebagai hari pembalasan bagi amal perbuatan manusia. Pada hari itu , Allah Swt. Akan menghisab (menghitung), memberi keputusan, dan menetapkan hukum terhadap segala amalan manusia.
    Hikmahnya yaitu :
    a.Dapat miningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang.
    b.Akan senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yang sia-sia.
    c.Akan mendorong seseorang untuk bersemangat dalam berkarya.
    d.Mendidik manusia untuk belajar dan memprediksikan serta mempersiapkan masa depan.
    e.Memperjelas tujuan hidup manusia di dunia.

  4. Nama : aliyah hidayah madjid
    Kls : XI IPS
    1. A.Tauhid Rububiyah
    Tauhid rububiyah adalah ilmu tauhid yang mana mengesakan Allah dalam segalanya, seperti penciptaan, pemberi rezeki, pemilikan, dan lain sebagainya. Seorang muslim wajib percaya bahwa segala hal yang terjadi adalah karena Allah dan Allah tidak memiliki sekutu atau bantuan apapun dalam melakukan segalanya.
    أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).
    Allah jugalah yang memberikan rezeki pada setiap mahluk hidup di dunia.
    B.Tauhid Uluhiyah
    Tauhid uluhiyah adalah pengesaan ibadah hanya kepada Allah SWT. Seorang muslim harus beribadah sesuai dengan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah SWT.

    Allah Azza wa Jalla berfirman:

    وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

    “Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang diibadahi dengan benar melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” [Al-Baqarah: 163]
    C.Tauhid asma’ wa shifat
    Tauhid asma’ wa shifat adalah tauhid yang isinya pengesaan sifat dan nama Allah. Allah mempunyai nama dan sifat yang begitu istimewa yang tidak mungkin ada pada mahluk manapun.
    Ayatnya :هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (22) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (23) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (24) – الحشر : 22 – 24

    Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. 24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs al-Hasyr: 22-24)
    2.1.ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ

    Artinya:

    Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik). (Q.S. Thaha: 8)
    2.-Ar-Rahman, artinya yang maha pemurah
    Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
    -Ar- Rahim, artinya yang maha penyayang. Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    -Al-Malik, artinya maha Raja. Nama ini terdapat dalam surat Al-Mukminun ayat 116
    فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

    Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

    -Al-Quddus, artinya yang maha suci. Nama ini terdapat dalam surat Al-Jumu’ah ayat 1
    يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

    Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    -As-Salam, artinya yang maha sejahtera. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan
    -Al-Mu’min, artinya yang maha mengaruniakan keamanan. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan
    3. 1. Malaikat Jibril
    Dalilnya pada QS.at-takwir:23, QS.al-baqarah:97
    2. Malaikat mikail
    Dalilnya pada QS.al-baqarah:98
    3. Malaikat isrofil
    Dalilnya pada QS.al-an’am:73
    4. Malaikat izroil
    QS.as-sajdah:11,
    5. Malakat munkar
    QS.al-mulk:2
    dan HR.Tirmidzi no.856
    6. Malaikat nakir
    QS.al-mulk:2
    dan HR.Tirmidzi no.856
    7. Malaikat Rakib
    QS.qaaf:18
    8. Malaikat Atid
    QS.qaaf:18
    9. Malaikat Malik
    QS.Zukruf:77-78
    10. Malaikat Ridwan
    QS.az-zumar:73
    4. Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
    Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
    Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    ganjaran dari membaca al-qur’an
    1.mendapat syafaat di hari kemudian
    2.mengangkat derajat
    3.mendapat pahala
    4.hidup lebih damai dan tenang
    5. Sebagai pedoman hidup untuk lebih baik

    5. Percaya bahwa akan datangnya hari akhir dan pasti terjadi yaitu hari dimana manusia sdh tdk memikirkan dunia lagi
    Hikmahnya
    1.meningkatkan keimanan dan ketakwaan
    2.senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yg sia2
    3.memperjelas tujuan hidup manusia di dunia

  5. NAMA:GITA ADZANI PUTRI
    KELAS:XI IPS

    1. Pertama : Tauhid Rububiyah. Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal perbuatanNya. Seperti mencipta, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, mendatangkan bahaya, memberi manfaat, dan lain-lain yang merupakan perbuatan-perbuatan khusus Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang muslim haruslah meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memiliki sekutu dalam RububiyahNya.

    Kedua : Tauhid Uluhiyah Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam jenis-jenis peribadatan yang telah disyariatkan. Seperti ; shalat, puasa, zakat, haji, do’a, nadzar, sembelihan, berharap, cemas, takut, dan sebagainya yang tergolong jenis ibadah. Mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal-hal tersebut dinamakan Tauhid Uluhiyah ; dan tauhid jenis inilah yang dituntut oleh Allah Subhanhu wa Ta’ala dari hamba-hambaNya. Karena tauhid jenis pertama, yaitu Tauhid Rububiyah, setiap orang (termasuk jin) mengakuinya, sekalipun orang-orang musyrik yang Allah Subhanahu wa Ta’ala utus Rasulullah kepada mereka. Mereka mayakini Tauhid Rububiyah ini, sebagaiman tersebut dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, Siapakah yang menciptakan mereka ? niscaya mereka menjawab Allah. Maka bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)”. [Al-Zukhruf/43 : 87] قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ﴿٨٦﴾ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ “Katakanlah, Siapakah yang mempunyai tujuh langit dan mempunyai Arsy yang besar ? Mereka akan menjawab, Kepunyaan Allah. Katakanlah, Mengapa kamu tidak bertaqwa?” [Al-Mu’minun/23 : 86-87] Masih banyak ayat-ayat yang menunjukkan bahwa orang-orang musyrik meyakini Tauhid Rububiyah. Akan tetapi, sebenarnya yang dituntut dari mereka adalah mengesakan Allah dalam hal ibadah. Jika mereka mengikrarkan Tauhid Rububiyah, maka hendaknya juga mengakui Tauhid Uluhiyah (ibadah). Sungguh, Rasulullah (diutus untuk)menyeru mereka agar meyakini Tauhid Uluhiyah. Hal ini disebutkan dalam firmanNya Subhanahu wa Ta’ala. وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul kepada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut, lalu diantara umat-umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula orang-orang yang telah dipastikan sesat. Oleh karena itu, berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (para rasul)” [An-Nahl /16:36] Setiap rasul menyeru manusia agar meyakini Tauhid Uluhiyah. Adapun Tauhid Rububiyah, karena merupakan fitrah, maka belumlah cukup kalau seseorang hanya meyakini tauhid ini saja.

    Ketiga : Tauhid Asma was Sifat Yaitu menetapkan nama-nama dan sifat-saifat untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Allah untuk diriNya maupun yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ; serta meniadakan kekurangan-kekurangan dan aib-aib yang ditiadakan oleh Allah terhadap diriNya, dan apa yang ditiadakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam

    2. 1.Ar-Rahman, artinya yang maha pemurah. Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

    2.Ar- Rahim, artinya yang maha penyayang. Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

    3.Al-Malik, artinya maha Raja. Nama ini terdapat dalam surat Al-Mukminun ayat 116
    فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

    Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

    4.Al-Quddus, artinya yang maha suci. Nama ini terdapat dalam surat Al-Jumu’ah ayat 1
    يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

    Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    5.As-Salam, artinya yang maha sejahtera. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan

    6.Al-Mu’min, artinya yang maha mengaruniakan keamanan. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

    3.Ayat yang menggambarkan tentang malaikat, Surat al-Fatir ayat 1:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Artinya:

    Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

    Dari ayat tersebut digambarkan bahwa malaikat itu memiliki sayap, ada yang memiliki 2 sayap, 3 sayap dan ada juga yang memiliki 4 sayap.

    4.Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)

    Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)

    Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)

    Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    Al-Hukm (peraturan/hukum)
    Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (QS. Ar Ra’d [13]:37)

    5 Iman kepada hari akhir berarti kita mempercayai bahwa kehidupan di dunia akan berakhir, yang kemudian dilanjutkan dengan kehidupan di akhirat. Hari akhir ditandai dengan ditiupnya sangkakala oleh malaikat Israfil. Untuk beriman kepada hari akhir caranya adalah meyakini dengan sepenuh hati, bahwa kiamat itu akan benar-benar terjadi sebagai hari pembalasan bagi amal perbuatan manusia. Pada hari itu , Allah Swt. Akan menghisab (menghitung), memberi keputusan, dan menetapkan hukum terhadap segala amalan manusia.

    Sebagai orang muslim kita wajib percaya akan terjadinya hari akhir, mekipun tidak mengetahui kapan terjadinya. Ini merupakan suatu bukti keadilan dari Allah Swt. Pada hari itu semua manusia dimintai pertanggungjawabannya.

    Banyak hal yang dapat kita ambil dari sana, di antara hikmah dan fungsi hari akhir itu antara lain sebagai berikut.

    1.Dapat miningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang.
    Kepercayaan seseorang terhadap hari akhir membuat hidup seseorang menjadi teratur, mereka akan berusaha selalu berperilaku baik dan menjauhi dosa. Mereka akan sadar dan yakin bahwa apapun yang di perbuat di dunia akan dipertanggungjawabkan dan mendapat balasan dari Allah Swt.

    2.Akan senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yang sia-sia.
    Sebagai buah dari keimanan dan ketakwaan itu, seseorang yang meyakini akan hari akhir akan berusaha menghindari perbuatan dosa dan selal

  6. Lila masruriah
    XI IPS

    1) a.Tauhid rububiyah. Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah firman Allah:
    ‎أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).
    b.Tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah. Disebut tauhid uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut tauhid ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba). Adapun maksudnya ialah pengesaan Allah dalam ibadah, yakni bahwasanya hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi. Allah Ta’ala berfirman:
    ‎ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ
    ”Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya yang mereka seru selain Allah adalah batil” (Luqman: 30).
    c.Tauhid asma’ wa shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu penetapan dan penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau sunnah nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya. Dalam menetapkan sifat bagi Allah tidak boleh melakukan ta’thil, tahrif, tamtsil, maupun takyif. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
    ‎لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ
    ”Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syuura: 11) (Lihat Al-Qaulul Mufiiid  I/7-10).

    2)-al karim ( maha mulia ) adalah surah al infitar ayat ke 6. Firman Allah dalam surah al infitar ayat ke 6 يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ . Terjemahan ayat ke 6 surah al infitar  adalah Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia,
    – ar razzaq ( maha pemberi rezeki ) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat  adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,
    – al  matin ( maha kokoh) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat  adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,
    -al qawwi ( maha kuat) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74 مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ.  adalah Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
    – al ‘aziz ( maha perkasa) surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ.adalah Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
    -al sami’ ( maha mendengar) surah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ .adalah Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

    3) Surat al-Fatir ayat 1:
    الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
    Artinya:
    Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
    Dari ayat tersebut digambarkan bahwa malaikat itu memiliki sayap, ada yang memiliki 2 sayap, 3 sayap dan ada juga yang memiliki 4 sayap.

    4) •Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    •Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
    Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
    •Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    •At-Tanzil (yang diturunkan)
    Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, QS. Asy Syu’araa’ [26]:192)
    •Ar-Rahmat (karunia)
    Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. An Naml [27]:77)
    •Al-Bayan (penerang)
    (Al-Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran [3]:138)
    Ganjaran yang didapatkan dalam membaca dan mempelajari al-qur’an
    •mendapat pahala berlipat
    •diangkat derajatnya
    •mendapatkan ketenangan hati
    •mendapat pertolongan Allah swt dihari akhir
    •ditempatkan bersama malaikat

    5) Iman kepada hari akhir berarti kita mempercayai bahwa kehidupan di dunia akan berakhir, yang kemudian dilanjutkan dengan kehidupan di akhirat. Hari akhir ditandai dengan ditiupnya sangkakala oleh malaikat Israfil. Untuk beriman kepada hari akhir caranya adalah meyakini dengan sepenuh hati, bahwa kiamat itu akan benar-benar terjadi sebagai hari pembalasan bagi amal perbuatan manusia. Pada hari itu , Allah Swt. Akan menghisab (menghitung), memberi keputusan, dan menetapkan hukum terhadap segala amalan manusia.
    hikmah hari akhir itu antara lain sebagai berikut:
    *Dapat miningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang.
    *Akan senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yang sia-sia.
    *Akan mendorong seseorang untuk bersemangat dalam berkarya.
    *Mendidik manusia untuk belajar dan memprediksikan serta mempersiapkan masa depan.
    *Memperjelas tujuan hidup manusia di dunia.

  7. TYAS RIFQAH NABILAH
    XI IPA

    1. *Tauhid rububiyah adalah ilmu tauhid yang mana mengesakan Allah dalam segalanya, seperti penciptaan, pemberi rezeki, pemilikan, dan sebagainya. Seorang muslim wajib percaya bahwa segala hal yang terjadi adalah karena Allah dan Allah tidak memiliki sekutu atau bantuan apapun dalam melakukan segalanya. Allah berfirman

    اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم
    “Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at disisi Alloh tanpa izin-Nya. Alloh mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Alloh melainkan apa yang dikehendaki-Nya.” (al-Baqoroh ayat 255)

    Allah berfirman mengenai penciptaan dan pengurusan segalanya,
    أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).

    Allah jugalah yang memberikan rezeki pada setiap mahluk hidup di dunia.

    وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
    “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya.” [Huud: 6]

    * Tauhid Uluhiyah

    Tauhid uluhiyah adalah pengesaan ibadah hanya kepada Allah SWT. Seorang muslim harus beribadah sesuai dengan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah SWT.
    Allah SWT berfirman:
    وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ
    “Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang diibadahi dengan benar melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” [Al-Baqarah: 163]

    شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
    “Allah menyatakan bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan demikian). Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain-Nya, Yang Maha Perkasa lagi Mahabijak-sana.” [Ali ‘Imran: 18]

    * Tauhid asma’ wa shifa

    Tauhid asma’ wa shifat adalah tauhid yang isinya pengesaan sifat dan nama Allah. Allah mempunyai nama dan sifat yang begitu istimewa yang tidak mungkin ada pada mahluk manapun. Sebagai seorang muslim, kita hendaknya mengetahui dan mengamalkan nama dan sifat Allah yang banyak disebutkan dalam Al Quram
    Allah swt berfirman
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (22) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (23) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (24
    Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. 24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs al-Hasyr: 22-24)

    2. *Al-Wahhab, artinya yang maha pemberi karunia. Nama ini terdapat dalam surat Ali Imran ayat 8
    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
    (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”.

    *Ar-Razaq, artinya yang maha pemberi rezeki. Nama ini terdapat dalam surat Az-Zariyat ayat 58
    إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
    Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

    *Al-Fattah, artinya yang maha membuka. Nama ini terdapat dalam surat Al-Ahzab ayat 26

    وَأَنْزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا
    Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan.

    *Al-‘Alim, artinya yang maha mengetahui. Nama ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 29
    هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
    Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

    * Al-Qabidh, artinya yang maha mengendalikan. Nama ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 245
    مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
    Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

    *Al-Basith, artinya yang maha melapangkan rezeki. Nama ini terdapat dalam surat Ar-Ra’d ayat 26

    اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ
    Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)

    3. Ayat yang menggambarkan tentang malaikat, Surat al-Fatir ayat 1:
    الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
    Artinya:
    Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

    Dari ayat tersebut digambarkan bahwa malaikat itu memiliki sayap, ada yang memiliki 2 sayap, 3 sayap dan ada juga yang memiliki 4 sayap.

    Firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya ayat 19-20

    وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ
    Artinya : “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”

    Ayat diatas menggambarkan bahwa malaikat tidak mempunyai sifat angkuh dan tidak pernah letih untuk beribadah.

    4.•Al-Kitab (buku)Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)

    •Al-Furqan (pembeda benar salah)Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)

    •Adz-Dzikr (pemberi peringatan)Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur'an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)

    •Al-Mauidhah (pelajaran/nasihat)Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    •Asy-Syifa (obat/penyembuh)Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    5. Agar tetap beriman kepada hari akhir, cara satu-satunya adalah senantiasa menggali informasi tentang hari akhir dari berbagai pendekatan. Informasi dari Al-Quran, Sains, Hadist, dan ilmu terapan lainnya akan menunjukkan bahwa hari akhir benar akan terjadi dan tidak dapat dipungkiri walaupun manusia berlari ke planet manapun.

    “Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu”. (QS Al An’Am: 31)

    Hikmahnya adalah
    • mempersiapkan diri dengan baik
    •menjauhi kemaksiatan dan hal yang buruk
    •muncul rasa takut tidak dapat mempertanggung jawabkan
    •semakin beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT

  8. AISYAH SALEH
    XI(IPS)

    1. Pertama : Tauhid Rububiyah. Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal perbuatanNya. Seperti mencipta, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, mendatangkan bahaya, memberi manfaat, dan lain-lain yang merupakan perbuatan-perbuatan khusus Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang muslim haruslah meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memiliki sekutu dalam RububiyahNya.

    Kedua : Tauhid Uluhiyah Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam jenis-jenis peribadatan yang telah disyariatkan. Seperti ; shalat, puasa, zakat, haji, do’a, nadzar, sembelihan, berharap, cemas, takut, dan sebagainya yang tergolong jenis ibadah. Mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal-hal tersebut dinamakan Tauhid Uluhiyah ; dan tauhid jenis inilah yang dituntut oleh Allah Subhanhu wa Ta’ala dari hamba-hambaNya. Karena tauhid jenis pertama, yaitu Tauhid Rububiyah, setiap orang (termasuk jin) mengakuinya, sekalipun orang-orang musyrik yang Allah Subhanahu wa Ta’ala utus Rasulullah kepada mereka. Mereka mayakini Tauhid Rububiyah ini, sebagaiman tersebut dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, Siapakah yang menciptakan mereka ? niscaya mereka menjawab Allah. Maka bagaimana mereka dapat dipalingkan
    (dari menyembah Allah)”.
    [Al-Zukhruf/43 : 87]
    قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ﴿٨٦﴾ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ
    “Katakanlah, Siapakah yang mempunyai tujuh langit dan mempunyai Arsy yang besar ? Mereka akan menjawab, Kepunyaan Allah. Katakanlah, Mengapa kamu tidak bertaqwa?”
    [Al-Mu’minun/23 : 86-87] Masih banyak ayat-ayat yang menunjukkan bahwa orang-orang musyrik meyakini Tauhid Rububiyah. Akan tetapi, sebenarnya yang dituntut dari mereka adalah mengesakan Allah dalam hal ibadah. Jika mereka mengikrarkan Tauhid Rububiyah, maka hendaknya juga mengakui Tauhid Uluhiyah (ibadah). Sungguh, Rasulullah (diutus untuk)menyeru mereka agar meyakini Tauhid Uluhiyah. Hal ini disebutkan dalam firmanNya Subhanahu wa Ta’ala.
    وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
    “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul kepada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut, lalu diantara umat-umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula orang-orang yang telah dipastikan sesat. Oleh karena itu, berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (para rasul)
    ” [An-Nahl /16:36] Setiap rasul menyeru manusia agar meyakini Tauhid Uluhiyah. Adapun Tauhid Rububiyah, karena merupakan fitrah, maka belumlah cukup kalau seseorang hanya meyakini tauhid ini saja.

    Ketiga : Tauhid Asma was Sifat Yaitu menetapkan nama-nama dan sifat-saifat untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Allah untuk diriNya maupun yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ; serta meniadakan kekurangan-kekurangan dan aib-aib yang ditiadakan oleh Allah terhadap diriNya, dan apa yang ditiadakan oleh Rasulullah Shallallahu alaihiwasallam

    2. Ar-Rahman, artinya yang maha pemurah. Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

    -Ar-Razaq, artinya yang maha pemberi rezeki. Nama ini terdapat dalam surat Az-Zariyat ayat 58
    إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

    Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

    -Al-Malik, artinya maha Raja. Nama ini terdapat dalam surat Al-Mukminun ayat 116
    فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

    Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

    -Al-Quddus, artinya yang maha suci. Nama ini terdapat dalam surat Al-Jumu’ah ayat 1
    يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

    Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    -As-Salam, artinya yang maha sejahtera. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

    -Al-Aziz, artinya yang maha perkasa. Nama ini terdapat dalam surat Ali Imran ayat 62
    إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ ۚ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

    Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    3. وَالصَّافَّاتِ صَفًّا () فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا () فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا () إِنَّ إِلَٰهَكُمْ لَوَاحِدٌ
    “Demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan sebenar-benarnya 2. dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat). Dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa” (QS. Ash-Shaffat: 1-4)

    -وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا () فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا () وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا
    “Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan. Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya. Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya.” (QS. al-Mursalat: 1-3)

    -لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ () نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ () عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ () بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِينٍ
    “Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril). Ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan dengan bahasa Arab yang jelas” (QS. As-Syuara’ : 192 – 195)

    -تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۘ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ اللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ ۚ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ …
    “Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus …” (QS. al-Baqarah: 253)

    – إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ () ذِي قُوَّةٍ عِندَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ
    “Sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril). Yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arsy” (QS. at-Takwir : 19-20)

    4.Al-huda, memiliki arti petunjuk.
    Al-furqon, memiliki arti pembeda antara yang benar dan yang salah.
    As-syifa, memiliki arti obat.
    Adz-dzikr, memiliki arti pemberi peringatan.
    Al-kitab, memiliki arti (sesuatu) yang ditulis.
    Al-hikmah, memiliki arti kebijaksanaan.
    Al-bayan, memiliki arti penerang.
    An-nur, memiliki arti cahaya.
    Al-kalam, memiliki arti ucapan atau firman.
    Al-busyra, memiliki arti kabar gembira.

    Mendapat Pahala Berlipat

    Memiliki banyak keistimewaan, Rasulullah SAW dalam sabdanya mengatakan bahawa orang yang membaca satu huruf ayat Alquran akan diberikan balasan oleh Allah SWT 10 kali lipat.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Bukhari).

    -Derajatnya Diangkat

    Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang selalu membaca Alquran dan mempelajari isi kandungannya serta mengamalkannya setiap hari.

    -Mendapatkan ketenangan hati

    Sebagaimana dituangkan dalam surah Al-Isra [17] ayat 82 bahwa Alquran diturunkan Allah SWT untuk menjadi obat segala macam penyakit kejiwaan. Sehingga keutamaan membaca Alquran di rumah ataupun di masjid akan mendapatkan ketenangan jiwa.

    -Mendapat Pertolongan Allah SWT di hari Kiamat

    Keutamaan membaca Alquran dengan tartil akan mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat.

    -Terbebas dari Aduan Rasulullah SAW pada Hari Kiamat

    Memperbanyak membaca Alquran akan mengantarkan kemudahan ketika kita menghadap Allah SWT

    5.
    Dapat miningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang.
    Kepercayaan seseorang terhadap hari akhir membuat hidup seseorang menjadi teratur, mereka akan berusaha selalu berperilaku baik dan menjauhi dosa. Mereka akan sadar dan yakin bahwa apapun yang di perbuat di dunia akan dipertanggungjawabkan dan mendapat balasan dari Allah Swt.
    Akan senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yang sia-sia.
    Sebagai buah dari keimanan dan ketakwaan itu, seseorang yang meyakini akan hari akhir akan berusaha menghindari perbuatan dosa dan selalu berbuat baik. Karena menyadari bahwa perbuatan dosa hanya akan menghantarkan pada kesengsaraan, sedangkan perbuatan baik akan menghantarkan menuju kebahagiaan

    Akan mendorong seseorang untuk bersemangat dalam berkarya.
    Harus disadari untuk kehidupan akhirat seseorang harus membawa bekal yang cukup. Oleh karena itu, kepada kehidupan di akhirat akan mendorang kita untuk lebih bersemangat dalam berkarya sebagai bekal kehidupan di akhirat kelak.
    Mendidik manusia untuk belajar dan memprediksikan serta mempersiapkan masa depan.
    Kehidupan adalah kehidupan masa depan yang harus dipersiapkan, dengan sebaik-baiknya. Jika tidak maka kehidupan di masa depan akan suram. Dengan kepercayaan kepada kehidupan akhirat akan mendidik manusia agar mempersiapkan yang terbaik bagi kehidupan masa depannya. Jika kehidupan masa depan di akhirat kita persiapkan dengan sebaik-baiknya maka secara otomatis kehidupan masa depan di dunia pun juga akan menjadi lebaih baik,
    Memperjelas tujuan hidup manusia di dunia.
    Adanya kehidupan setelah mati membuat manusia mempunyai tujuan hidup yang jelas. Maksudnya, semua hal yang dilakukan ketika hidup di dunia akan di balas setelah meninggal. Balasan yang di berikan oleh Allah Swt. Setimpal dengan amal perbuatan dengan perbuatan yang pernah dilakukan dalam kehidupan di dunia lalu.

    Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan untuk kalian semua, tapi sebenarnya masih banyak HIKMAH BERIMAN KEPADA HARI AKHIR. Kalian dapat mengira-ngira sendiri apa saja hikmah yang dapat kalian ambil dari beriman kepada hari akhir. Semoga bermanfaat

  9. Nama :Ulan azzahra
    Kelas :XI IPA

    1.•Tauhid Rububiyah
    Yaitu mengesakan Allah (Rabb) dalam segala perbuatan-perbuatannya. Artinya mempercayai dan meyakini sepenuhnya bahwa hanya Allah Rabb yang menciptakan, menghidupkan, mengatur dan lain-lain. Allah berfirman ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
    artinya: “Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam“. (Q.S Al-Fatihah:2).
    Tauhid Rububiyah ialah beriman bahwa Allah adalah pencipta, pengatur dan penguasa atas segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Yang termasuk tauhid rububiyah diantaranya meliputi: Beriman kepada Allah sebagai Yang Berhak Untuk Berbuat, seperti menciptakan apapun, pemberi rezeki, yang menentukan qodo’ dan qodar, mematikan dan menghidupkan setiap makhluk dan lainnya.
    •Tauhid Uluhiyah
    Yaitu mengesakan Allah dengan cara ibadah, seperti sholat, dzikir, berdoa, bersholawat dan lain-lainnya.
    Allah berfirmanوَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ
    artinya: “Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, Tidak ada Tuhan melainkan Dia“. (Q.S Al-Baqarah: 163). Selain itu, dapat kita lihat juga dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 25, QS. An-Nahl ayat 36, QS. Al-An’am ayat 102, QS. Al-Bayyinah ayat 5.
    •Tauhid Asma’ dan Shifat
    Yakni mengesakan Allah dengan nama dan sifat-sifatnya yang Dia jelaskan dalam kitab suciNya maupun melalui lisan RasulNya. Yakni dengan menetapkan nama dan sifat yang Dia tetapkan dan menafikan apa yang Dia nafikan, tanpa merubah atau mengingkari, menanyakan bagaimana ataupun menyerupakan.
    Akan tetapi kita beriman bahwa sesungguhnya Allah berfirman
    فَاطِرُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَمِنَ ٱلْأَنْعَٰمِ أَزْوَٰجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

    “(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.”. (QS. Asyura: 11)
    Allah memiliki sifat yang tidak terbatas. Seperti Allah bersifat Ar-rohman dan Ar-rohim, Allah memiliki rasa cinta kasih kepada setiap makhluknya tanpa batasan. Allah memberi dengan tidak adanya batasan.
    Tidak seperti hambanya yang memiliki batasan dalam cinta dan kasih sayang. Allah berfirman dalam QS. Al-A’raf ayat 180
    وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
    Yang artinya: “Dan Allah memiliki asma-ul husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-namaNya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan“.

    2.
    1)ar rahman ( maha pengasih )  adalah surah al fatihah ayat ke 1. Firman Allah dalam surah al al faithah ayat ke 1 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ .  Terjemahan ayat ke 1 surah al fatihah adalah Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

    2)ar rahim ( maha penyayang )  adalah surah al fatihah ayat ke 1. Firman Allah dalam surah al al faithah ayat ke 1 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ .  Terjemahan ayat ke 1 surah al fatihah adalah Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

    3)al karim ( maha mulia ) adalah surah al infitar ayat ke 6. Firman Allah dalam surah al infitar ayat ke 6 يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ . Terjemahan ayat ke 6 surah al infitar  adalah Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia,

    4)ar razzaq ( maha pemberi rezeki ) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat  adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,

    5)al matin ( maha kokoh) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat  adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,

    6) al qawwi ( maha kuat) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74 مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. Terjemahan ayat ke 74 surah al hajj  adalah Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.

    3.Ayat yang menggambarkan tentang malaikat, Surat al-Fatir ayat 1:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Artinya:
    Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
    Dari ayat tersebut digambarkan bahwa malaikat itu memiliki sayap, ada yang memiliki 2 sayap, 3 sayap dan ada juga yang memiliki 4 sayap.

    Firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya’ ayat 19-20

    وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

    Artinya : “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”
    Ayat diatas menggambarkan bahwa malaikat tidak mempunyai sifat angkuh dan tidak pernah letih untuk beribadah.

    4.Nama-nama tersebut adalah:
    Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
    Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
    Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    Al-Hukm (peraturan/hukum)
    Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (QS. Ar Ra’d [13]:37)
    Al-Hikmah (kebijaksanaan)
    Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS. Al Israa’ [17]:39)
    Al-Huda (petunjuk)
    Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. (QS. Al Jin [72]:13)
    At-Tanzil (yang diturunkan)
    Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, QS. Asy Syu’araa’ [26]:192)
    Ar-Rahmat (karunia)
    Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. An Naml [27]:77)
    Ar-Ruh (ruh)
    Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Asy Syuura [42]:52)
    Al-Bayan (penerang)
    (Al-Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran [3]:138)
    Al-Kalam (ucapan/firman)
    Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. At Taubah [9]:6)
    Al-Busyra (kabar gembira)
    Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. An Nahl [16]:102)
    An-Nur (cahaya)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang. (Al-Qur’an). (QS. An Nisaa’ [4
    Ganjaran yg didpt dlm membaca dan mempelajari Al Qur’an ialah:
    -mendpat pahala yg berlipat
    -derajatnya diangkat
    -mendpat ketenangan hati
    -mendpat pertolongan Allah SWT dihari kiamat
    -Terbebas dari Aduan Rasulullah SAW pada Hari Kiamat
    -dihadiri malaikat
    -Ditempatkan Bersama Malaikat

    5.Yaitu meyakini dengan sepenuh hati, bahwa kiamat itu akan benar-benar terjadi sebagai hari pembalasan bagi amal perbuatan manusia.
    Hikmahnya yakni:
    ~dpt meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seseorang
    ~akan senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yang sia-sia
    ~akan mendorong seseorang untuk bersemangat dalam berkarya
    ~memperjelas tujuan hidup manusia
    ~mendidik manusia untuk belajar dan memprediksi/ serta mempersiapkan masa depan

  10. Nama : Devi Rifqiyani Sofyan
    Kelas : XI IPA

    Aqidah Akhlak
    1. a. Tauhid Rububiyah
    Tauhid rububiyah adalah ilmu tauhid yang mana mengesakan Allah dalam segalanya, seperti penciptaan, pemberi rezeki, pemilikan, dan lain sebagainya.
    اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
    “Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at disisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.” (Al-Baqarah ayat 255)
    b. Tauhid Uluhiyah
    Tauhid uluhiyah adalah pengesaan ibadah hanya kepada Allah SWT. Seorang muslim harus beribadah sesuai dengan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah SWT. Allah Azza wa Jalla berfirman:
    وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

    “Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang diibadahi dengan benar melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” [Al-Baqarah: 163]
    c. Tauhid asma’ wa shifat
    Tauhid asma’ wa shifat adalah tauhid yang isinya pengesaan sifat dan nama Allah. Allah mempunyai nama dan sifat yang begitu istimewa yang tidak mungkin ada pada mahluk manapun.

    وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ – الأعراف : 180

    Hanya milik Allah asmaa-ul husna [Nama-nama yang Agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah.], Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Kelak mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-A’raf:1

    2.
    1) Ar-Rahman, artinya yang maha pemurah. Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
    “Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”
    2) Ar- Rahim, artinya yang maha penyayang. Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
    “Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”
    3) Al-Malik, artinya maha Raja. Nama ini terdapat dalam surat  Al-Mukminun ayat 116
    فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
    “Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.”
    4) Al-Quddus, artinya yang maha suci. Nama ini terdapat dalam surat Al-Jumu’ah ayat 1
    يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
    “Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
    5) As-Salam, artinya yang maha sejahtera. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
    “Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
    6) Al-Mu’min, artinya yang maha mengaruniakan keamanan. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
    “Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”

    3. 1) Malaikat Jibril
    Jibriil ‘alaihis-salaam juga disebut sebagai Ar-Ruuh, sebagaimana firman-Nya:

    تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

    “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ar-Ruuh (Jibriil) dengan ijin Tuhannya untuk mengatur segala urusan” [QS. Al-Qadar: 4].
    2) Malaikat Miikaail
    Allah ta’ala berfirman:
    مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ
    اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ
    “Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Jibriil dan Mikaiil, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir” [QS. Al-Baqarah: 98].
    3) Malaikat Malik
    Ia adalah malaikat penjaga neraka. Allah ta’ala berfirman:
    وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ
    “Mereka berseru: ‘Hai Maalik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja’. Dia menjawab: ‘Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)” [QS. Az-Zukhruf: 77].

    4. • Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    • Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
    • Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
    • Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    • Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    Ganjaran yang didapatkan dalam membaca dan mempelajari Al-Quran ialah mendapat pahala yang besar, mendatangkan syafaat di hari kiamat, menjadikan hati lebih tentram, dapat menyembuhkan penyakit, memperoleh kemuliaan dan kedudukan tingii di surga.

    5. Pertama, iman kepada kebangkitan. Yaitu dihidupkannya kembali manusia dari kematian mereka saat ditiupnya sangkalala kedua (sebagian ulama lain mengatakan setelah tiupan sangkakala. Kedua, Iman kepada hisab dan jaza’. Yaitu amal-amal hamba akan dihitung dan diberi balasan yang sesuai. Al-Qur’an, Sunnah, dan Ijma’ mengukuhkan keberadaannya.
    Ketiga, iman kepada surga dan neraka. Keduanya adalah tempat tinggal abadi bagi manusia di akhirat.

    Hikmah beriman kepada hari akhir :
    1. Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Allah SWT
    2. Menjadi Takut Tidak Mampu Mempertanggungjawabkan Perbuatannya
    3. Menjauhkan Diri dari Segala Hal yang Buruk dan Maksiat
    4. Mempersiapkan diri dengan sungguh sungguh untuk hari kiamat.

  11. Nama :Ulan azzahra
    Kelas :XI IPA

    1.•Tauhid Rububiyah
    Yaitu mengesakan Allah (Rabb) dalam segala perbuatan-perbuatannya. Artinya mempercayai dan meyakini sepenuhnya bahwa hanya Allah Rabb yang menciptakan, menghidupkan, mengatur dan lain-lain. Allah berfirman ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
    artinya: “Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam“. (Q.S Al-Fatihah:2).
    Tauhid Rububiyah ialah beriman bahwa Allah adalah pencipta, pengatur dan penguasa atas segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Yang termasuk tauhid rububiyah diantaranya meliputi: Beriman kepada Allah sebagai Yang Berhak Untuk Berbuat, seperti menciptakan apapun, pemberi rezeki, yang menentukan qodo’ dan qodar, mematikan dan menghidupkan setiap makhluk dan lainnya.
    •Tauhid Uluhiyah
    Yaitu mengesakan Allah dengan cara ibadah, seperti sholat, dzikir, berdoa, bersholawat dan lain-lainnya.
    Allah berfirmanوَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ
    artinya: “Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, Tidak ada Tuhan melainkan Dia“. (Q.S Al-Baqarah: 163). Selain itu, dapat kita lihat juga dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 25, QS. An-Nahl ayat 36, QS. Al-An’am ayat 102, QS. Al-Bayyinah ayat 5.
    •Tauhid Asma’ dan Shifat
    Yakni mengesakan Allah dengan nama dan sifat-sifatnya yang Dia jelaskan dalam kitab suciNya maupun melalui lisan RasulNya. Yakni dengan menetapkan nama dan sifat yang Dia tetapkan dan menafikan apa yang Dia nafikan, tanpa merubah atau mengingkari, menanyakan bagaimana ataupun menyerupakan.
    Akan tetapi kita beriman bahwa sesungguhnya Allah berfirman
    فَاطِرُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَمِنَ ٱلْأَنْعَٰمِ أَزْوَٰجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

    “(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.”. (QS. Asyura: 11)
    Allah memiliki sifat yang tidak terbatas. Seperti Allah bersifat Ar-rohman dan Ar-rohim, Allah memiliki rasa cinta kasih kepada setiap makhluknya tanpa batasan. Allah memberi dengan tidak adanya batasan.
    Tidak seperti hambanya yang memiliki batasan dalam cinta dan kasih sayang. Allah berfirman dalam QS. Al-A’raf ayat 180
    وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
    Yang artinya: “Dan Allah memiliki asma-ul husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-namaNya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan“.

    2.
    1)ar rahman ( maha pengasih )  adalah surah al fatihah ayat ke 1. Firman Allah dalam surah al al faithah ayat ke 1 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ .  Terjemahan ayat ke 1 surah al fatihah adalah Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

    2)ar rahim ( maha penyayang )  adalah surah al fatihah ayat ke 1. Firman Allah dalam surah al al faithah ayat ke 1 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ .  Terjemahan ayat ke 1 surah al fatihah adalah Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

    3)al karim ( maha mulia ) adalah surah al infitar ayat ke 6. Firman Allah dalam surah al infitar ayat ke 6 يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ . Terjemahan ayat ke 6 surah al infitar  adalah Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia,

    4)ar razzaq ( maha pemberi rezeki ) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat  adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,

    5)al matin ( maha kokoh) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat  adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,

    6) al qawwi ( maha kuat) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74 مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. Terjemahan ayat ke 74 surah al hajj  adalah Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.

    3.Ayat yang menggambarkan tentang malaikat, Surat al-Fatir ayat 1:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Artinya:
    Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
    Dari ayat tersebut digambarkan bahwa malaikat itu memiliki sayap, ada yang memiliki 2 sayap, 3 sayap dan ada juga yang memiliki 4 sayap.

    Firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya’ ayat 19-20

    وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

    Artinya : “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”
    Ayat diatas menggambarkan bahwa malaikat tidak mempunyai sifat angkuh dan tidak pernah letih untuk beribadah.

    4.Nama-nama tersebut adalah:
    Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
    Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
    Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    Al-Hukm (peraturan/hukum)
    Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (QS. Ar Ra’d [13]:37)
    Al-Hikmah (kebijaksanaan)
    Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS. Al Israa’ [17]:39)
    Al-Huda (petunjuk)
    Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. (QS. Al Jin [72]:13)
    At-Tanzil (yang diturunkan)
    Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, QS. Asy Syu’araa’ [26]:192)
    Ar-Rahmat (karunia)
    Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. An Naml [27]:77)
    Ar-Ruh (ruh)
    Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Asy Syuura [42]:52)
    Al-Bayan (penerang)
    (Al-Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran [3]:138)
    Al-Kalam (ucapan/firman)
    Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. At Taubah [9]:6)
    Al-Busyra (kabar gembira)
    Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. An Nahl [16]:102)
    An-Nur (cahaya)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang. (Al-Qur’an). (QS. An Nisaa’ [4
    Ganjaran yg didpt dlm membaca dan mempelajari Al Qur’an ialah:
    -mendpat pahala yg berlipat
    -derajatnya diangkat
    -mendpat ketenangan hati
    -mendpat pertolongan Allah SWT dihari kiamat
    -Terbebas dari Aduan Rasulullah SAW pada Hari Kiamat
    -dihadiri malaikat
    -Ditempatkan Bersama Malaikat

    5.Yaitu meyakini dengan sepenuh hati, bahwa kiamat itu akan benar-benar terjadi sebagai hari pembalasan bagi amal perbuatan manusia.
    Hikmahnya yakni:
    ~dpt meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seseorang
    ~akan senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yang sia-sia
    ~akan mendorong seseorang untuk bersemangat dalam berkarya
    ~memperjelas tujuan hidup manusia
    ~mendidik manusia untuk belajar dan memprediksi/mempersiapkan masa depan

  12. KHALIFAH PUTRI ANDINI
    XI IPA

    1. a. Tauhid rububiyah. Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah firman Allah:
    أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).
    b.Tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah. Disebut tauhid uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut tauhid ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba). Adapun maksudnya ialah pengesaan Allah dalam ibadah, yakni bahwasanya hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi. Allah Ta’ala berfirman:
    ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ
    ”Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya yang mereka seru selain Allah adalah batil” (Luqman: 30).
    c.Tauhid asma’ wa shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu penetapan dan penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau sunnah nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya. Dalam menetapkan sifat bagi Allah tidak boleh melakukan ta’thil, tahrif, tamtsil, maupun takyif. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
    لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ
    ”Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syuura: 11) (Lihat Al-Qaulul Mufiiid I/7-10).

    2. a. AR RAZZAQ ( maha pemberi rezeki ) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,
    b. AL MATIN ( maha kokoh) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,
    c. AL QAWWI ( maha kuat) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74 مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. Terjemahan ayat ke 74 surah al hajj adalah Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
    d. AL ‘AZIZ ( maha perkasa) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74 مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. Terjemahan ayat ke 74 surah al hajj adalah Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
    e. AL SAMI’ ( maha mendengar) adalah surah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah ayat ke 227 وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ . Terjemahan ayat ke 227 surah al baqarah adalah Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
    f. AL ALIM ( maha mengetahui) adalah surah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah ayat ke 227 وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ . Terjemahan ayat ke 227 surah al baqarah adalah Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

    3. Firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya’ ayat 19-20

    وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

    Artinya : “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”

    4. a.Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    b.Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
    c.Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
    d.Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    e.Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    Ganjaran bagi yang membaca dan mempelajari al-qur’an :
    1. Mendapat Pahala Berlipat
    2. Derajatnya Diangkat
    3. Mendapatkan ketenangan hati
    4. Mendapat Pertolongan Allah SWT di hari Kiamat
    5. Terbebas dari Aduan Rasulullah SAW pada Hari Kiamat
    6. Dihadiri Malaikat
    7. Ditempatkan Bersama Malaikat

    5. Yaitu meyakini dengan sepenuh hati, bahwa kiamat itu akan benar-benar terjadi sebagai hari pembalasan bagi amal perbuatan manusia. Pada hari itu , Allah Swt. Akan menghisab (menghitung), memberi keputusan, dan menetapkan hukum terhadap segala amalan manusia.
    Hikmahnya yaitu :
    a.Dapat miningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang.
    b.Akan senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yang sia-sia.
    c.Akan mendorong seseorang untuk bersemangat dalam berkarya.
    d.Mendidik manusia untuk belajar dan memprediksikan serta mempersiapkan masa depan.
    e.Memperjelas tujuan hidup manusia di dunia.

  13. Nurul khumairah
    XI IPS

    ‎1) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [at-Tahrîm/66:6]

    2) Allah Ta’ala berfirman
    ‎وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
    “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).
    Ayat di atas jelas menyebutkan tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah, hanya menyembah Allah semata. Ayat ini mengisyaratkan pentingnya tauhid, karena tauhid adalah bentuk ibadah yang paling agung, mengesakan Allah dalam ibadah.
    Ayat ini juga mengisyaratkan pentingnya beramal, setelah tujuan pertama manusia diciptakan adalah agar berilmu. Maka buah dari ilmu adalah beramal. Tidaklah ilmu dicari dan dipelajari kecuali untuk diamalkan. Sebagaimana pohon, tidaklah ditanam kecuali untuk mendapatkan buahnya. Karena ilmu adalah buah dari amal.
    -Ayat di atas juga menunjukkan bahwa jin itu diperintah dan dilarang. Jin yang mentaati Allah, itulah yang Allah ridhai dan akan dimasukkan dalam surga. Sedangkan yang menentang dan bermaksiat pada-Nya, maka akan disiksa di neraka.

    3)adanya godaan syetan yang menjadikan manusia malas dan enggan sholat, serta kurang kuatnya iman dan ilmu agamanya

    4)
    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; (3) Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya; (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’); (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia; dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim)

    ‎5) ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ
    Artinya:
    ”Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. (QS. Fatir: 32) terdapat tiga macam orang mengamalkan Al-Qur’an, sbb:
    Pertama, orang yang dzalim kepada dirinya sendiri yaitu orang yang berlebihan dalam mengamalkan sebagian kewajiban, serta seringkali melakukan sesuatu hal yang terlarang. Menurut Ibnu Abbas golongan ini kelak akan mendapatkan Syafaat dari Nabi Muhammad SAW.
    Kedua, orang yang tak berlebihan yaitu orang yang melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan tetapi seringkali meninggalkan ibadah sunnah dan melakukan hal-hal yang dimakruhkan. Mereka akan masuk surga atas anugerah yang telah diberikan Allah.
    Ketiga, orang yang selalu berlomba-lomba dalam kebaikan yaitu orang yang menjalankan kewajiban juga hal yang disunnahkan serta menjauhi hal yang haram dan yang dimakruhkan serta meninggalkan sesuatu yang dihukumi mubah. Golongan ini akan diberikan keistimewaan oleh Allah yaitu masuk surga tanpa adanya perhitungan amal (hisab).

    6.Jika wabah sudah menyebar luas, serta dikhawatirkan terjadi penularan, maka salat Jumat tidak lagi wajib dilakukan.

    Ketentuan ini berlaku dalam waktu sementara saja, hukum salat Jumat akan kembali wajib jika pakar kesehatan menyatakan bahwa kondisi sudah aman.

    ‎7) الحديث يدل أن إقامة الصفوف سنة مندوب إليها ، وليس بفرض ؛ لأنه لو كان فرضًا لم يقل ، عليه السلام ، فإن إقامة الصفوف من حسن الصلاة ؛ لأن حسن الشىء زيادة على تمامه ، وذلك زيادة على الوجوب
    “Hadis ini menunjukkan bahwa lurusnya shaf adalah sunnah (mandub), bukan fardhu. Sebab kalau seandainya fardhu, niscaya Rasulullah SAW tidak akan mengatakan lurusnya shaf adalah “termasuk bagusnya sholat” (min husni ash sholat). Karena bagusnya sesuatu itu berarti tambahan atas kesempurnaan sesuatu, yaitu suatu tambahan atas suatu kewajiban…” (Ibnu Bathal, Syarah Shahîh Al Bukhârî, 2/347).
    Berdasarkan penjelasan ini, bahwa meluruskan dan merapatkan shaf itu hukumnya sunnah, tidak wajib.
    Jadi, perlu dipahami bahwa penjelasan hukum meluruskan dan merapatkan shaf di atas, adalah jika kondisi kita normal-normal saja, yakni tidak ada pandemi Covid-19.
    Adapun ketika ada ancaman pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, maka hukum meluruskan dan merapatkan shaf secara syar’i adalah boleh dan tidak diwajibkan

  14. Nama:andi rizqa Tri awliya
    Kls:XI.ipa

    1.•Tauhid Rububiyah
    Yaitu mengesakan Allah (Rabb) dalam segala perbuatan-perbuatannya. Artinya mempercayai dan meyakini sepenuhnya bahwa hanya Allah Rabb yang menciptakan, menghidupkan, mengatur dan lain-lain. Allah berfirman ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
    artinya: “Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam“. (Q.S Al-Fatihah:2).
    Tauhid Rububiyah ialah beriman bahwa Allah adalah pencipta, pengatur dan penguasa atas segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Yang termasuk tauhid rububiyah diantaranya meliputi: Beriman kepada Allah sebagai Yang Berhak Untuk Berbuat, seperti menciptakan apapun, pemberi rezeki, yang menentukan qodo’ dan qodar, mematikan dan menghidupkan setiap makhluk dan lainnya.
    •Tauhid Uluhiyah
    Yaitu mengesakan Allah dengan cara ibadah, seperti sholat, dzikir, berdoa, bersholawat dan lain-lainnya.
    Allah berfirmanوَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ
    artinya: “Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, Tidak ada Tuhan melainkan Dia“. (Q.S Al-Baqarah: 163). Selain itu, dapat kita lihat juga dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 25, QS. An-Nahl ayat 36, QS. Al-An’am ayat 102, QS. Al-Bayyinah ayat 5.
    •Tauhid Asma’ dan Shifat
    Yakni mengesakan Allah dengan nama dan sifat-sifatnya yang Dia jelaskan dalam kitab suciNya maupun melalui lisan RasulNya. Yakni dengan menetapkan nama dan sifat yang Dia tetapkan dan menafikan apa yang Dia nafikan, tanpa merubah atau mengingkari, menanyakan bagaimana ataupun menyerupakan.
    Akan tetapi kita beriman bahwa sesungguhnya Allah berfirman
    فَاطِرُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَمِنَ ٱلْأَنْعَٰمِ أَزْوَٰجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

    “(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.”. (QS. Asyura: 11)
    Allah memiliki sifat yang tidak terbatas. Seperti Allah bersifat Ar-rohman dan Ar-rohim, Allah memiliki rasa cinta kasih kepada setiap makhluknya tanpa batasan. Allah memberi dengan tidak adanya batasan.
    Tidak seperti hambanya yang memiliki batasan dalam cinta dan kasih sayang. Allah berfirman dalam QS. Al-A’raf ayat 180
    وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
    Yang artinya: “Dan Allah memiliki asma-ul husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-namaNya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan“.

    2.
    1)ar rahman ( maha pengasih ) adalah surah al fatihah ayat ke 1. Firman Allah dalam surah al al faithah ayat ke 1 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ . Terjemahan ayat ke 1 surah al fatihah adalah Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

    2)ar rahim ( maha penyayang ) adalah surah al fatihah ayat ke 1. Firman Allah dalam surah al al faithah ayat ke 1 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ . Terjemahan ayat ke 1 surah al fatihah adalah Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

    3)al karim ( maha mulia ) adalah surah al infitar ayat ke 6. Firman Allah dalam surah al infitar ayat ke 6 يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ . Terjemahan ayat ke 6 surah al infitar adalah Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia,

    4)ar razzaq ( maha pemberi rezeki ) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,

    5)al matin ( maha kokoh) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,

    6) al qawwi ( maha kuat) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74 مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. Terjemahan ayat ke 74 surah al hajj adalah Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.

    3.Ayat yang menggambarkan tentang malaikat, Surat al-Fatir ayat 1:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Artinya:
    Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
    Dari ayat tersebut digambarkan bahwa malaikat itu memiliki sayap, ada yang memiliki 2 sayap, 3 sayap dan ada juga yang memiliki 4 sayap.

    Firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya’ ayat 19-20

    وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

    Artinya : “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”
    Ayat diatas menggambarkan bahwa malaikat tidak mempunyai sifat angkuh dan tidak pernah letih untuk beribadah.

    4.Nama-nama tersebut adalah:
    Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
    Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
    Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    Al-Hukm (peraturan/hukum)
    Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (QS. Ar Ra’d [13]:37)
    Al-Hikmah (kebijaksanaan)
    Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS. Al Israa’ [17]:39)
    Al-Huda (petunjuk)
    Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. (QS. Al Jin [72]:13)
    At-Tanzil (yang diturunkan)
    Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, QS. Asy Syu’araa’ [26]:192)
    Ar-Rahmat (karunia)
    Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. An Naml [27]:77)
    Ar-Ruh (ruh)
    Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Asy Syuura [42]:52)
    Al-Bayan (penerang)
    (Al-Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran [3]:138)
    Al-Kalam (ucapan/firman)
    Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. At Taubah [9]:6)
    Al-Busyra (kabar gembira)
    Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. An Nahl [16]:102)
    An-Nur (cahaya)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang. (Al-Qur’an). (QS. An Nisaa’ [4
    Ganjaran yg didpt dlm membaca dan mempelajari Al Qur’an ialah:
    -mendpat pahala yg berlipat
    -derajatnya diangkat
    -mendpat ketenangan hati
    -mendpat pertolongan Allah SWT dihari kiamat
    -Terbebas dari Aduan Rasulullah SAW pada Hari Kiamat
    -dihadiri malaikat
    -Ditempatkan Bersama Malaikat

    5.Yaitu meyakini dengan sepenuh hati, bahwa kiamat itu akan benar-benar terjadi sebagai hari pembalasan bagi amal perbuatan manusia.
    Hikmahnya yakni:
    ~dpt meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seseorang
    ~akan senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yang sia-sia
    ~akan mendorong seseorang untuk bersemangat dalam berkarya
    ~memperjelas tujuan hidup manusia
    ~mendidik manusia untuk belajar dan memprediksi/ serta mempersiapkan masa depan

  15. Nama : Rahmatiarah
    Kelas Xl IPS

    1. -Tauhid rububiyah. Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah firman Allah:
    أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).

    -Tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah. Disebut tauhid uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut tauhid ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba). Adapun maksudnya ialah pengesaan Allah dalam ibadah, yakni bahwasanya hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi. Allah Ta’ala berfirman:
    ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ

    ”Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya yang mereka seru selain Allah adalah batil” (Luqman: 30).

    -Tauhid asma’ wa shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu penetapan dan penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau sunnah nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya. Dalam menetapkan sifat bagi Allah tidak boleh melakukan ta’thil, tahrif, tamtsil, maupun takyif. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
    لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

    ”Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syuura: 11) (Lihat Al-Qaulul Mufiiid I/7-10).

    2. °Al-Malik, artinya maha Raja. Nama ini terdapat dalam surat Al-Mukminun ayat 116
    فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

    Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

    °Al-Quddus, artinya yang maha suci. Nama ini terdapat dalam surat Al-Jumu’ah ayat 1
    يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

    Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    °As-Salam, artinya yang maha sejahtera. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

    °Al-Mu’min, artinya yang maha mengaruniakan keamanan. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

    °Al-Muhaimin, artinya yang maha memelihara. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

    °Al-Aziz, artinya yang maha perkasa. Nama ini terdapat dalam surat Ali Imran ayat 62
    إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ ۚ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

    Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    3. آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

    “Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali” [QS. Al-Baqarah: 285].
    • Jibriil (جبريل)

    Allah ta’ala berfirman :

    إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمَلائِكَةُ بَعْدَ ذَلِكَ ظَهِيرٌ

    “Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula” [QS. At-Tahriim: 4].

    •Miikaail (ميكائيل)

    Allah ta’ala berfirman:

    مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

    “Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Jibriil dan Mikaiil, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir” [QS. Al-Baqarah: 98].

    •Israafiil (إسرافيل)

    عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَرَبَّ إِسْرَافِيلَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ حَرِّ النَّارِ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

    Dari ‘Aaisyah bahwasannya ia berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Allaahumma Rabba Jibraaiila wa Miikaala wa Rabb Israafiila, A’uudzu bika min Harrin-Naari wa min ‘Adzaabil-Qabri (Ya Allah, Rabb Jibriil dan Mika’il, Rabb Israafiil, aku berlindung kepada-Mu dari panasnya api neraka dan siksa kubur)” [Diriwayatkan oleh An-Nasaa’iy no. 5519; dishahihkan oleh Al-Albaaniy dalam Shahih Sunan An-Nasaa’iy 3/479, Maktabah Al-Ma’aarif, Cet. 1/1419].

    •Maalik (مالك)

    Ia adalah malaikat penjaga neraka. Allah ta’ala berfirman:

    وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ

    “Mereka berseru: ‘Hai Maalik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja’. Dia menjawab: ‘Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)” [QS. Az-Zukhruf: 77].

    •Ridlwaan (رضوان)

    Ibnu Katsiir rahimahullah berkata:

    وخازن الجنة ملك يقال له رضوان، جاء مصرحا به في بعض الأحاديث

    “Dan penjaga surga adalah malaikat yang bernama Ridlwaan. Telah ada penjelasannya dalam beberapa hadits” [Al-Bidaayah wan-Nihaayah, 1/53, Maktabah Al-Ma’aarif, Cet. 1/1394].

    4. •Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)

    • Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)

    •Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    •Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    •Al-Hukm (peraturan/hukum)
    Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (QS. Ar Ra’d [13]:37)

    •Al-Hikmah (kebijaksanaan)
    Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS. Al Israa’ [17]:39)

    •Al-Huda (petunjuk)
    Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. (QS. Al Jin [72]:13)

    •At-Tanzil (yang diturunkan)
    Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, QS. Asy Syu’araa’ [26]:192)

    •Ar-Rahmat (karunia)
    Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. An Naml [27]:77)

    •Ar-Ruh (ruh)
    Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Asy Syuura [42]:52)
    Al-Bayan (penerang)
    (Al-Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran [3]:138)

    •Al-Kalam (ucapan/firman)
    Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. At Taubah [9]:6)

    •Al-Busyra (kabar gembira)
    Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. An Nahl [16]:102)

    •An-Nur (cahaya)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang. (Al-Qur’an). (QS. An Nisaa’ [4]:174)

    •Al-Basha’ir (pedoman)
    Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. (QS. Al Jaatsiyah [45]:20)
    Al-Balagh (penyampaian/kabar)
    (Al-Qur’an) ini adalah kabar yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (QS. Ibrahim [14]:52)

    •Al-Qaul (perkataan/ucapan)
    Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur’an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran. (QS. Al Qashash [28]:51)

    5.Iman kepada hari akhir berarti kita mempercayai bahwa kehidupan di dunia akan berakhir, yang kemudian dilanjutkan dengan kehidupan di akhirat. Hari akhir ditandai dengan ditiupnya sangkakala oleh malaikat Israfil. Untuk beriman kepada hari akhir caranya adalah meyakini dengan sepenuh hati, bahwa kiamat itu akan benar-benar terjadi sebagai hari pembalasan bagi amal perbuatan manusia. Pada hari itu , Allah Swt. Akan menghisab (menghitung), memberi keputusan, dan menetapkan hukum terhadap segala amalan manusia.

    •Dapat miningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang.
    Kepercayaan seseorang terhadap hari akhir membuat hidup seseorang menjadi teratur, mereka akan berusaha selalu berperilaku baik dan menjauhi dosa. Mereka akan sadar dan yakin bahwa apapun yang di perbuat di dunia akan dipertanggungjawabkan dan mendapat balasan dari Allah Swt.

    •Akan senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yang sia-sia.
    Sebagai buah dari keimanan dan ketakwaan itu, seseorang yang meyakini akan hari akhir akan berusaha menghindari perbuatan dosa dan selalu berbuat baik. Karena menyadari bahwa perbuatan dosa hanya akan menghantarkan pada kesengsaraan, sedangkan perbuatan baik akan menghantarkan menuju kebahagiaan

    •Akan mendorong seseorang untuk bersemangat dalam berkarya.
    Harus disadari untuk kehidupan akhirat seseorang harus membawa bekal yang cukup. Oleh karena itu, kepada kehidupan di akhirat akan mendorang kita untuk lebih bersemangat dalam berkarya sebagai bekal kehidupan di akhirat kelak.

    •Mendidik manusia untuk belajar dan memprediksikan serta mempersiapkan masa depan.
    Kehidupan adalah kehidupan masa depan yang harus dipersiapkan, dengan sebaik-baiknya. Jika tidak maka kehidupan di masa depan akan suram. Dengan kepercayaan kepada kehidupan akhirat akan mendidik manusia agar mempersiapkan yang terbaik bagi kehidupan masa depannya. Jika kehidupan masa depan di akhirat kita persiapkan dengan sebaik-baiknya maka secara otomatis kehidupan masa depan di dunia pun juga akan menjadi lebaih baik,

    •Memperjelas tujuan hidup manusia di dunia.
    Adanya kehidupan setelah mati membuat manusia mempunyai tujuan hidup yang jelas. Maksudnya, semua hal yang dilakukan ketika hidup di dunia akan di balas setelah meninggal. Balasan yang di berikan oleh Allah Swt. Setimpal dengan amal perbuatan dengan perbuatan yang pernah dilakukan dalam kehidupan di dunia lalu.

  16. nama:eka melani majid
    kelas:XI ipa

    1. a. Tauhid rububiyah. Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah firman Allah:
    أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).
    b.Tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah. Disebut tauhid uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut tauhid ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba). Adapun maksudnya ialah pengesaan Allah dalam ibadah, yakni bahwasanya hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi. Allah Ta’ala berfirman:
    ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ
    ”Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya yang mereka seru selain Allah adalah batil” (Luqman: 30).
    c.Tauhid asma’ wa shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu penetapan dan penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau sunnah nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya. Dalam menetapkan sifat bagi Allah tidak boleh melakukan ta’thil, tahrif, tamtsil, maupun takyif. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
    لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ
    ”Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syuura: 11) (Lihat Al-Qaulul Mufiiid I/7-10).

    2. a. AR RAZZAQ ( maha pemberi rezeki ) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,
    b. AL MATIN ( maha kokoh) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,
    c. AL QAWWI ( maha kuat) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74 مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. Terjemahan ayat ke 74 surah al hajj adalah Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
    d. AL ‘AZIZ ( maha perkasa) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74 مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. Terjemahan ayat ke 74 surah al hajj adalah Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
    e. AL SAMI’ ( maha mendengar) adalah surah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah ayat ke 227 وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ . Terjemahan ayat ke 227 surah al baqarah adalah Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
    f. AL ALIM ( maha mengetahui) adalah surah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah ayat ke 227 وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ . Terjemahan ayat ke 227 surah al baqarah adalah Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

    3. Firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya’ ayat 19-20

    وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

    Artinya : “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”

    4. a.Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    b.Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
    c.Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
    d.Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    e.Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    Ganjaran bagi yang membaca dan mempelajari al-qur’an :
    1. Mendapat Pahala Berlipat
    2. Derajatnya Diangkat
    3. Mendapatkan ketenangan hati
    4. Mendapat Pertolongan Allah SWT di hari Kiamat
    5. Terbebas dari Aduan Rasulullah SAW pada Hari Kiamat
    6. Dihadiri Malaikat
    7. Ditempatkan Bersama Malaikat

    5. Yaitu meyakini dengan sepenuh hati, bahwa kiamat itu akan benar-benar terjadi sebagai hari pembalasan bagi amal perbuatan manusia. Pada hari itu , Allah Swt. Akan menghisab (menghitung), memberi keputusan, dan menetapkan hukum terhadap segala amalan manusia.
    Hikmahnya yaitu :
    a.Dapat miningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang.
    b.Akan senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yang sia-sia.
    c.Akan mendorong seseorang untuk bersemangat dalam berkarya.
    d.Mendidik manusia untuk belajar dan memprediksikan serta mempersiapkan masa depan.
    e.Memperjelas tujuan hidup manusia di dunia.

  17. Fadila ainil mutmainnah
    11 ipa

    1. Macam macam tauhid
    Tauhid Rububiyah
    Yaitu mengesakan Allah (Rabb) dalam segala perbuatan-perbuatannya. Artinya mempercayai dan meyakini sepenuhnya bahwa hanya Allah Rabb yang menciptakan, menghidupkan, mengatur dan lain-lain. Allah berfirman yang artinya: “Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam“. (Q.S Al-Fatihah:2). ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

    Tauhid Uluhiyah
    Yaitu mengesakan Allah dengan cara ibadah, seperti sholat, dzikir, berdoa, bersholawat dan lain-lainnya. Allah berfirman yang artinya: “Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, Tidak ada Tuhan melainkan Dia“. (Q.S Al-Baqarah: 163).وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ

    Tauhid Asma’ dan Shifat
    Yakni mengesakan Allah dengan nama dan sifat-sifatnya yang Dia jelaskan dalam kitab suciNya maupun melalui lisan RasulNya. Allah berfirman dalam QS. Al-A’raf ayat 180 yang artinya: “Dan Allah memiliki asma-ul husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-namaNya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan“.
    وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    2. •Ar-Rahman, artinya yang maha pemurah. Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

    •Al-Quddus, artinya yang maha suci. Nama ini terdapat dalam surat Al-Jumu’ah ayat 1
    يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

    Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

    •Al-Malik, artinya maha Raja. Nama ini terdapat dalam surat Al-Mukminun ayat 116
    فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

    Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

    •Al-Aziz, artinya yang maha perkasa. Nama ini terdapat dalam surat Ali Imran ayat 62
    إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ ۚ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

    Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    •Ar-Razaq, artinya yang maha pemberi rezeki. Nama ini terdapat dalam surat Az-Zariyat ayat 58
    إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

    Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

    •Al-Khabir, artinya yang maha mengetahui segala rahasia. Nama ini terdapat dalam surat Al-An’am ayat 18
    وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ

    Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

    3. QS. Al-Baqarah Ayat 98
    من كَانَ عَدُوًّا لِّلَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَىٰلَ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَدُوٌّ لِّلْكَٰفِرِينَ

    “Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 98)

    4.•Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)

    •Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)

    •Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)

    •Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    •Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    •Al-Hukm (peraturan/hukum)
    Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (QS. Ar Ra’d [13]:37)

    •Al-Hikmah (kebijaksanaan)
    Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS. Al Israa’ [17]:39)

    •Al-Huda (petunjuk)
    Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. (QS. Al Jin [72]:13)

    •At-Tanzil (yang diturunkan)
    Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, QS. Asy Syu’araa’ [26]:192)

    •Ar-Rahmat (karunia)
    Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. An Naml [27]:77)

    •Ar-Ruh (ruh)
    Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Asy Syuura [42]:52)

    •Al-Bayan (penerang)
    (Al-Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS.

    •Ali Imran [3]:138)
    Al-Kalam (ucapan/firman)
    Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. At Taubah [9]:6)

    •Al-Busyra (kabar gembira)
    Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. An Nahl [16]:102)

    •An-Nur (cahaya)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang. (Al-Qur’an). (QS. An Nisaa’ [4]:174)

    •Al-Basha’ir (pedoman)
    Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. (QS. Al Jaatsiyah [45]:20)

    •Al-Balagh (penyampaian/kabar)
    (Al-Qur’an) ini adalah kabar yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (QS. Ibrahim [14]:52)

    •Al-Qaul (perkataan/ucapan)
    Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur’an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran. (QS. Al Qashash [28]:51)

    •Ganjaran yang didapatkan dalam membaca dan mempelajari alquran
    – Membaca Al Quran Akan Mendapat Banyak Keuntungan
    -Tetap Dapat Pahala Meskipun Tidak Lancar dalam Membacanya
    -Mendatangkan Syafa’at Di Hari Kiamat
    -Membaca Al Quran merupakan Salah Satu Ibadah yang Agung
    -Dapat Menjadi Hati Lebih Tentram
    -Memperoleh Kemuliaan
    -Memperoleh Kedudukan Tinggi Di Surga
    -Ahlul Quran Menjadi Keluarga Allah SWT

    5. Iman kepada hari akhir artinya mempercayai bahwa hari kiamat suatu hari akan datang. Di mana, seluruh alam semesta hancur dan kehidupan yang kekal (akhirat) akan menanti. Setelah itu, manusia akan dimintai tanggung jawab amal ibadahnya selama di dunia.
    Hikmahnya adalah
    •Semakin Beriman dan Bertaqwa Kepada Allah
    •Muncul Rasa Takut Tidak Mampu Mempertanggungjawabkan
    •Menjauhi Kemaksiatan dan Perbuatan yang Buruk
    •Mempersiapkan Diri

  18. Nama : aliyah hidayah madjid
    Kls : XI IPS
    1. A.Tauhid Rububiyah
    Tauhid rububiyah adalah ilmu tauhid yang mana mengesakan Allah dalam segalanya, seperti penciptaan, pemberi rezeki, pemilikan, dan lain sebagainya. Seorang muslim wajib percaya bahwa segala hal yang terjadi adalah karena Allah dan Allah tidak memiliki sekutu atau bantuan apapun dalam melakukan segalanya.
    أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).
    Allah jugalah yang memberikan rezeki pada setiap mahluk hidup di dunia.
    B.Tauhid Uluhiyah
    Tauhid uluhiyah adalah pengesaan ibadah hanya kepada Allah SWT. Seorang muslim harus beribadah sesuai dengan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah SWT.

    Allah Azza wa Jalla berfirman:

    وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

    “Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang diibadahi dengan benar melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” [Al-Baqarah: 163]
    C.Tauhid asma’ wa shifat
    Tauhid asma’ wa shifat adalah tauhid yang isinya pengesaan sifat dan nama Allah. Allah mempunyai nama dan sifat yang begitu istimewa yang tidak mungkin ada pada mahluk manapun.
    Ayatnya :هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (22) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (23) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (24) – الحشر : 22 – 24

    Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. 24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs al-Hasyr: 22-24)
    2.1.ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ

    Artinya:

    Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik). (Q.S. Thaha: 8)
    2.-Ar-Rahman, artinya yang maha pemurah
    Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
    -Ar- Rahim, artinya yang maha penyayang. Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    -Al-Malik, artinya maha Raja. Nama ini terdapat dalam surat Al-Mukminun ayat 116
    فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

    Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

    -Al-Quddus, artinya yang maha suci. Nama ini terdapat dalam surat Al-Jumu’ah ayat 1
    يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

    Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    -As-Salam, artinya yang maha sejahtera. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan
    -Al-Mu’min, artinya yang maha mengaruniakan keamanan. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan
    3. 1. Malaikat Jibril
    Dalilnya pada QS.at-takwir:23, QS.al-baqarah:97
    2. Malaikat mikail
    Dalilnya pada QS.al-baqarah:98
    3. Malaikat isrofil
    Dalilnya pada QS.al-an’am:73
    4. Malaikat izroil
    QS.as-sajdah:11,
    5. Malakat munkar
    QS.al-mulk:2
    dan HR.Tirmidzi no.856
    6. Malaikat nakir
    QS.al-mulk:2
    dan HR.Tirmidzi no.856
    7. Malaikat Rakib
    QS.qaaf:18
    8. Malaikat Atid
    QS.qaaf:18
    9. Malaikat Malik
    QS.Zukruf:77-78
    10. Malaikat Ridwan
    QS.az-zumar:73
    4. Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
    Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
    Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    ganjaran dari membaca al-qur’an
    1.mendapat syafaat di hari kemudian
    2.mengangkat derajat
    3.mendapat pahala
    4.hidup lebih damai dan tenang
    5. Sebagai pedoman hidup untuk lebih baik

    5. Percaya bahwa akan datangnya hari akhir dan pasti terjadi yaitu hari dimana manusia sdh tdk memikirkan dunia lagi
    Hikmahnya
    1.meningkatkan keimanan dan ketakwaan
    2.senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yg sia2
    3.memperjelas tujuan hidup manusia di dunia

  19. Nama : Satriani Safri
    Kls : XI IPS
    1. A.Tauhid Rububiyah
    Tauhid rububiyah adalah ilmu tauhid yang mana mengesakan Allah dalam segalanya, seperti penciptaan, pemberi rezeki, pemilikan, dan lain sebagainya. Seorang muslim wajib percaya bahwa segala hal yang terjadi adalah karena Allah dan Allah tidak memiliki sekutu atau bantuan apapun dalam melakukan segalanya.
    أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).
    Allah jugalah yang memberikan rezeki pada setiap mahluk hidup di dunia.
    B.Tauhid Uluhiyah
    Tauhid uluhiyah adalah pengesaan ibadah hanya kepada Allah SWT. Seorang muslim harus beribadah sesuai dengan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah SWT.

    Allah Azza wa Jalla berfirman:

    وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

    “Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang diibadahi dengan benar melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” [Al-Baqarah: 163]
    C.Tauhid asma’ wa shifat
    Tauhid asma’ wa shifat adalah tauhid yang isinya pengesaan sifat dan nama Allah. Allah mempunyai nama dan sifat yang begitu istimewa yang tidak mungkin ada pada mahluk manapun.
    Ayatnya :هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (22) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (23) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (24) – الحشر : 22 – 24

    Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. 24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs al-Hasyr: 22-24)
    2.1.ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ

    Artinya:

    Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik). (Q.S. Thaha: 8)
    2.-Ar-Rahman, artinya yang maha pemurah
    Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
    -Ar- Rahim, artinya yang maha penyayang. Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    -Al-Malik, artinya maha Raja. Nama ini terdapat dalam surat Al-Mukminun ayat 116
    فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

    Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

    -Al-Quddus, artinya yang maha suci. Nama ini terdapat dalam surat Al-Jumu’ah ayat 1
    يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

    Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    -As-Salam, artinya yang maha sejahtera. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan
    -Al-Mu’min, artinya yang maha mengaruniakan keamanan. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan
    3. 1. Malaikat Jibril
    Dalilnya pada QS.at-takwir:23, QS.al-baqarah:97
    2. Malaikat mikail
    Dalilnya pada QS.al-baqarah:98
    3. Malaikat isrofil
    Dalilnya pada QS.al-an’am:73
    4. Malaikat izroil
    QS.as-sajdah:11,
    5. Malakat munkar
    QS.al-mulk:2
    dan HR.Tirmidzi no.856
    6. Malaikat nakir
    QS.al-mulk:2
    dan HR.Tirmidzi no.856
    7. Malaikat Rakib
    QS.qaaf:18
    8. Malaikat Atid
    QS.qaaf:18
    9. Malaikat Malik
    QS.Zukruf:77-78
    10. Malaikat Ridwan
    QS.az-zumar:73
    4. Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
    Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
    Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    ganjaran dari membaca al-qur’an
    1.mendapat syafaat di hari kemudian
    2.mengangkat derajat
    3.mendapat pahala
    4.hidup lebih damai dan tenang
    5. Sebagai pedoman hidup untuk lebih baik

    5. Percaya bahwa akan datangnya hari akhir dan pasti terjadi yaitu hari dimana manusia sdh tdk memikirkan dunia lagi
    Hikmahnya
    1.meningkatkan keimanan dan ketakwaan
    2.senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yg sia2
    3.memperjelas tujuan hidup manusia di dunia

  20. 1. a. Tauhid rububiyah. Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah firman Allah:
    أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).
    b.Tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah. Disebut tauhid uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut tauhid ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba). Adapun maksudnya ialah pengesaan Allah dalam ibadah, yakni bahwasanya hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi. Allah Ta’ala berfirman:
    ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ
    ”Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya yang mereka seru selain Allah adalah batil” (Luqman: 30).
    c.Tauhid asma’ wa shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu penetapan dan penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau sunnah nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya. Dalam menetapkan sifat bagi Allah tidak boleh melakukan ta’thil, tahrif, tamtsil, maupun takyif. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
    لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ
    ”Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syuura: 11) (Lihat Al-Qaulul Mufiiid I/7-10).

    2. a. AR RAZZAQ ( maha pemberi rezeki ) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,
    b. AL MATIN ( maha kokoh) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,
    c. AL QAWWI ( maha kuat) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74 مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. Terjemahan ayat ke 74 surah al hajj adalah Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
    d. AL ‘AZIZ ( maha perkasa) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74 مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. Terjemahan ayat ke 74 surah al hajj adalah Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
    e. AL SAMI’ ( maha mendengar) adalah surah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah ayat ke 227 وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ . Terjemahan ayat ke 227 surah al baqarah adalah Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
    f. AL ALIM ( maha mengetahui) adalah surah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah ayat ke 227 وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ . Terjemahan ayat ke 227 surah al baqarah adalah Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

    3. Firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya’ ayat 19-20

    وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

    Artinya : “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”

    4. a.Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    b.Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
    c.Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
    d.Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    e.Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    Ganjaran bagi yang membaca dan mempelajari al-qur’an :
    1. Mendapat Pahala Berlipat
    2. Derajatnya Diangkat
    3. Mendapatkan ketenangan hati
    4. Mendapat Pertolongan Allah SWT di hari Kiamat
    5. Terbebas dari Aduan Rasulullah SAW pada Hari Kiamat
    6. Dihadiri Malaikat
    7. Ditempatkan Bersama Malaikat

    5. Yaitu meyakini dengan sepenuh hati, bahwa kiamat itu akan benar-benar terjadi sebagai hari pembalasan bagi amal perbuatan manusia. Pada hari itu , Allah Swt. Akan menghisab (menghitung), memberi keputusan, dan menetapkan hukum terhadap segala amalan manusia.
    Hikmahnya yaitu :
    a.Dapat miningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang.
    b.Akan senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yang sia-sia.
    c.Akan mendorong seseorang untuk bersemangat dalam berkarya.
    d.Mendidik manusia untuk belajar dan memprediksikan serta mempersiapkan masa depan.
    e.Memperjelas tujuan hidup manusia di dunia.

  21. Muthmainnah Zainal
    XI IPA
    Akidah Akhlak

    1).
    * Tauhid Rububiyah
    Tauhid rububiyah ad/ ilmu tauhid yang mana mengesakan Allah dalam segalanya, seperti penciptaan, pemberi rezeki, pemilikan, dan lain sebagainya.
    Seorang muslim wajib percaya bahwa segala hal yang terjadi adalah karena Allah dan Allah tidak memiliki sekutu atau bantuan apapun dalam melakukan segalanya.

    أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).
    Allah jugalah yang memberikan rezeki pada setiap mahluk hidup di dunia.

    * Tauhid Uluhiyah
    Tauhid uluhiyah ad/ pengesaan ibadah hanya kepada Allah SWT.
    Seorang muslim harus beribadah sesuai dengan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah SWT.
    Allah SWT berfirman:

    وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

    “Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang diibadahi dengan benar melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”
    [Al-Baqarah: 163]

    * Tauhid asma’ wa shifat.
    Tauhid asma’ wa shifat adalah tauhid yang isinya pengesaan sifat dan nama Allah.
    Allah mempunyai nama dan sifat yang begitu istimewa yang tidak mungkin ada pada mahluk manapun.

    Ayatnya :
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيم(۲۲)
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (۲٣)
    هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (۲٤)

    الحشر: ٢٢-٢٤

    22. Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
    23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
    24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs al-Hasyr: 22-24)

    ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ

    Artinya:

    Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik). (Q.S. Thaha: 8)

    2.-Ar-Rahman, artinya yang maha pemurah
    Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
    -Ar- Rahim, artinya yang maha penyayang. Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    -Al-Malik, artinya maha Raja. Nama ini terdapat dalam surat Al-Mukminun ayat 116
    فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

    Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

    -Al-Quddus, artinya yang maha suci. Nama ini terdapat dalam surat Al-Jumu’ah ayat 1
    يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

    Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    -As-Salam, artinya yang maha sejahtera. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan
    -Al-Mu’min, artinya yang maha mengaruniakan keamanan. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan

    3).
    1. Malaikat Jibril
    Dalilnya pada QS.at-takwir:23, QS.al-baqarah:97

    2. Malaikat mikail
    Dalilnya pada QS.al-baqarah:98

    3. Malaikat isrofil
    Dalilnya pada QS.al-an’am:73

    4. Malaikat izroil
    QS.as-sajdah:11,

    5. Malakat munkar
    QS.al-mulk:2
    dan HR.Tirmidzi no.856

    6. Malaikat nakir
    QS.al-mulk:2
    dan HR.Tirmidzi no.856

    7. Malaikat Rakib
    QS.qaaf:18

    8. Malaikat Atid
    QS.qaaf:18

    9. Malaikat Malik
    QS.Zukruf:77-78

    10. Malaikat Ridwan
    QS.az-zumar:73

    4). Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
    Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
    Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    Manfaat dari membaca al-qur’an:
    1.mendapat syafaat di hari kemudian
    2.mengangkat derajat
    3.mendapat pahala
    4.hidup lebih damai dan tenang
    5. Sebagai pedoman hidup untuk lebih baik

    5). Percaya bahwa akan datangnya hari akhir dan pasti terjadi yaitu hari dimana manusia sdh tdk memikirkan dunia lagi.

    Hikmahnya:
    1. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan,
    2. Senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yg sia2 dan
    3. Memperjelas tujuan hidup manusia di dunia

  22. NUR AULIA RESKI
    XI IPA
    AQIDAH AKHLAK

    XI IPA

    1). Macam macam tauhid, yaitu:
    a. Tauhid rububiyah. Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah firman Allah:
    أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).
    b. Tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah. Disebut tauhid uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut tauhid ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba). Adapun maksudnya ialah pengesaan Allah dalam ibadah, yakni bahwasanya hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi. Allah Ta’ala berfirman:
    ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ
    ”Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya yang mereka seru selain Allah adalah batil” (Luqman: 30).
    c. Tauhid asma’ wa shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu penetapan dan penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau sunnah nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya. Dalam menetapkan sifat bagi Allah tidak boleh melakukan ta’thil, tahrif, tamtsil, maupun takyif. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
    لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ
    ”Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syuura: 11) (Lihat Al-Qaulul Mufiiid I/7-10).

    2. 6 Asmaul Husna yang saya ketahui, yaitu:
    a. AR RAZZAQ ( maha pemberi rezeki ) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,
    b. AL MATIN ( maha kokoh) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58 اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. Terjemahan ayat ke 58 surah adz dzariyyat adalah Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.,
    c. AL QAWWI ( maha kuat) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74 مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. Terjemahan ayat ke 74 surah al hajj adalah Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
    d. AL ‘AZIZ ( maha perkasa) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74 مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. Terjemahan ayat ke 74 surah al hajj adalah Mereka tidak mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
    e. AL SAMI’ ( maha mendengar) adalah surah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah ayat ke 227 وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ . Terjemahan ayat ke 227 surah al baqarah adalah Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
    f. AL ALIM ( maha mengetahui) adalah surah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah ayat ke 227 وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ . Terjemahan ayat ke 227 surah al baqarah adalah Dan jika mereka berketetapan hati hendak menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

    3). Ayat yang menyangkut tentang nama nama malaikat, yaitu terdapat di:
    Firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya’ ayat 19-20

    وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

    Artinya : “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”

    4). Nama” lain Al-Qur’an serta ganjaran bagi yang didapatkan dalam membaca dan mempelajari Al-Qur’an, yaitu:
    a. Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    b. Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
    c. Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
    d. Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    e. Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    Ganjaran bagi yang membaca dan mempelajari al-qur’an :
    1. Mendapat Pahala Berlipat
    2. Derajatnya Diangkat
    3. Mendapatkan ketenangan hati
    4. Mendapat Pertolongan Allah SWT di hari Kiamat
    5. Terbebas dari Aduan Rasulullah SAW pada Hari Kiamat
    6. Dihadiri Malaikat
    7. Ditempatkan Bersama Malaikat

    5. Yaitu meyakini dengan sepenuh hati, bahwa kiamat itu akan benar-benar terjadi sebagai hari pembalasan bagi amal perbuatan manusia. Pada hari itu , Allah Swt. Akan menghisab (menghitung), memberi keputusan, dan menetapkan hukum terhadap segala amalan manusia.
    Hikmahnya yaitu :
    a.Dapat miningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang.
    b. Akan senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yang sia-sia.
    c. Akan mendorong seseorang untuk bersemangat dalam berkarya.
    d. Mendidik manusia untuk belajar dan memprediksikan serta mempersiapkan masa depan.
    e. Memperjelas tujuan hidup manusia di dunia

  23. SINTIA RAMADANI
    XI.Ipa

    1. *Tauhid rububiyah adalah ilmu tauhid yang mana mengesakan Allah dalam segalanya, seperti penciptaan, pemberi rezeki, pemilikan, dan sebagainya. Seorang muslim wajib percaya bahwa segala hal yang terjadi adalah karena Allah dan Allah tidak memiliki sekutu atau bantuan apapun dalam melakukan segalanya. Allah berfirman

    اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم
    “Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at disisi Alloh tanpa izin-Nya. Alloh mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Alloh melainkan apa yang dikehendaki-Nya.” (al-Baqoroh ayat 255)

    Allah berfirman mengenai penciptaan dan pengurusan segalanya,
    أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).

    Allah jugalah yang memberikan rezeki pada setiap mahluk hidup di dunia.

    وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
    “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya.” [Huud: 6]

    * Tauhid Uluhiyah

    Tauhid uluhiyah adalah pengesaan ibadah hanya kepada Allah SWT. Seorang muslim harus beribadah sesuai dengan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah SWT.
    Allah SWT berfirman:
    وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ
    “Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang diibadahi dengan benar melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” [Al-Baqarah: 163]

    شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
    “Allah menyatakan bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan demikian). Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain-Nya, Yang Maha Perkasa lagi Mahabijak-sana.” [Ali ‘Imran: 18]

    * Tauhid asma’ wa shifa

    Tauhid asma’ wa shifat adalah tauhid yang isinya pengesaan sifat dan nama Allah. Allah mempunyai nama dan sifat yang begitu istimewa yang tidak mungkin ada pada mahluk manapun. Sebagai seorang muslim, kita hendaknya mengetahui dan mengamalkan nama dan sifat Allah yang banyak disebutkan dalam Al Quram
    Allah swt berfirman
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (22) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (23) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (24
    Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. 24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs al-Hasyr: 22-24)

    2. *Al-Wahhab, artinya yang maha pemberi karunia. Nama ini terdapat dalam surat Ali Imran ayat 8
    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
    (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”.

    *Ar-Razaq, artinya yang maha pemberi rezeki. Nama ini terdapat dalam surat Az-Zariyat ayat 58
    إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
    Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

    *Al-Fattah, artinya yang maha membuka. Nama ini terdapat dalam surat Al-Ahzab ayat 26

    وَأَنْزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا
    Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan.

    *Al-‘Alim, artinya yang maha mengetahui. Nama ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 29
    هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
    Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

    * Al-Qabidh, artinya yang maha mengendalikan. Nama ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 245
    مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
    Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

    *Al-Basith, artinya yang maha melapangkan rezeki. Nama ini terdapat dalam surat Ar-Ra’d ayat 26

    اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ
    Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)

    3. Ayat yang menggambarkan tentang malaikat, Surat al-Fatir ayat 1:
    الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
    Artinya:
    Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

    Dari ayat tersebut digambarkan bahwa malaikat itu memiliki sayap, ada yang memiliki 2 sayap, 3 sayap dan ada juga yang memiliki 4 sayap.

    Firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya ayat 19-20

    وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ
    Artinya : “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”

    Ayat diatas menggambarkan bahwa malaikat tidak mempunyai sifat angkuh dan tidak pernah letih untuk beribadah.

    4.•Al-Kitab (buku)Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)

    •Al-Furqan (pembeda benar salah)Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)

    •Adz-Dzikr (pemberi peringatan)Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)

    •Al-Mauidhah (pelajaran/nasihat)Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    •Asy-Syifa (obat/penyembuh)Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    5. Agar tetap beriman kepada hari akhir, cara satu-satunya adalah senantiasa menggali informasi tentang hari akhir dari berbagai pendekatan. Informasi dari Al-Quran, Sains, Hadist, dan ilmu terapan lainnya akan menunjukkan bahwa hari akhir benar akan terjadi dan tidak dapat dipungkiri walaupun manusia berlari ke planet manapun.

    “Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu”. (QS Al An’Am: 31)

    Hikmahnya adalah
    • mempersiapkan diri dengan baik
    •menjauhi kemaksiatan dan hal yang buruk
    •muncul rasa takut tidak dapat mempertanggung jawabkan
    •semakin beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT

  24. AKIDAH DAN AKHLAK
    NUR WAHYU DIYANTI
    XI IPA

    1. Tauhid Rububiyah

    Yaitu mengesakan Allah (Rabb) dalam segala perbuatan-perbuatannya. Berhasil mempercayai dan mendukung hanya Allah Rabb yang menciptakan, menghidupkan, dan lain-lain. Allah berfirman
    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
    ” Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam “. (QS Al-Fatihah: 2).

    Tauhid Uluhiyah

    Yaitu mengesakan Allah dengan cara ibadah, seperti sholat, dzikir, berdoa, bersholawat dan lain-lain. Allah berfirman :
    وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ ࣖ
    ” Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, Tidak ada Tuhan yang disetujui Dia “. (QS Al-Baqarah: 163). 

    Tauhid Asma ‘dan Shifat

    Yakni mengesakan Allah dengan nama dan sifat-sifatnya yang Dia jelaskan dalam kitab suciNya juga melalui lisan RasulNya. Yakni dengan mengganti nama dan sifat yang Dia tetapkan dan menafikan apa yang Dia nafikan, tanpa mengubah atau mengingkari, meminta bagaimana bisa menyeret.Akan tetapi kita beriman benar-benar Allah:
    “ Tidak ada sesuatupun yang Terkait dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat “. (QS. Asyura: 11)

    2. Surat Al-Isra ayat 110

    قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

    Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”.

    Surat Az-Zumar  Ayat 62

    اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

    Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.

    Surat Az-Zariyat Ayat 58

    إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

    Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

    Al-Malik, artinya maha Raja. Nama ini terdapat dalam surat  Al-Mukminun ayat 116

    فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

    Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

    Al-Quddus, artinya yang maha suci. Nama ini terdapat dalam surat Al-Jumu’ah ayat 1

    يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

    Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

    As-Salam, artinya yang maha sejahtera. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23

    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

    3. Surah An-Nisa ayat 172.

    لَنْ يَّسْتَنْكِفَ الْمَسِيْحُ اَنْ يَّكُوْنَ عَبْدًا لِّلّٰهِ وَلَا الْمَلٰۤىِٕكَةُ الْمُقَرَّبُوْنَۗ وَمَنْ يَّسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ اِلَيْهِ جَمِيْعًا
    Al-Masih sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah, dan begitu pula para malaikat yang terdekat (kepada Allah). Dan barang siapa enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.

    4. Al-Kitab (buku)

    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)

    Al-Furqan (pembeda benar salah)

    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)

    Adz-Dzikr (pemberi peringatan)

    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)

    Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)

    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)

    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    Al-Hukm (peraturan/hukum)

    Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (QS. Ar Ra’d [13]:37)

    Al-Hikmah (kebijaksanaan)

    Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS. Al Israa’ [17]:39)

    Al-Huda (petunjuk)

    Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. (QS. Al Jin [72]:13)

    At-Tanzil (yang diturunkan)

    Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, QS. Asy Syu’araa’ [26]:192)

    Ar-Rahmat (karunia)

    Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. An Naml [27]:77)

    Ar-Ruh (ruh)

    Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Asy Syuura [42]:52)

    Al-Bayan (penerang)

    (Al-Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran [3]:138)

    Al-Kalam (ucapan/firman)

    Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. At Taubah [9]:6)

    Al-Busyra (kabar gembira)

    Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. An Nahl [16]:102)

    An-Nur (cahaya)

    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang. (Al-Qur’an). (QS. An Nisaa’ [4]:174)

    Al-Basha’ir (pedoman)

    Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. (QS. Al Jaatsiyah [45]:20)

    Al-Balagh (penyampaian/kabar)

    (Al-Qur’an) ini adalah kabar yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (QS. Ibrahim [14]:52)

    Al-Qaul (perkataan/ucapan)

    Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur’an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran. (QS. Al Qashash [28]:51)

    5. Dimulai dengan pengertian hikmah yang merupakan sesuatu yang sesuai dengan kebenaran dan kenyataannya dari Allah SWT. Sedangkan iman merupakan sebuah keyakinan dari dalam hati. Dan yang terakhir adalah hari akhir yang merupakan hari dimana alam semesta dan juga isinya akan hancur sehingga tidak ada satupun kehidupan lagi di dunia ini, semuanya akan kembali kepada Allah SWT.

    1. Selalu beramal sholeh, meningakatkan keimanan dan juga ketakwaan kepada Allah SWT.
    Orang yang meyakini adanya hari akhir, maka semakin tinggi juga berimannya dan bertakwanya kepada Allah SWT. Dengan mengimani Allah SWT pasti juga akan mengimani hari akhir begitu juga sebaliknya. Hanya Allah SWT yang dapat menciptakan dan menetukan hari akhir, maka dari itu hanya kepada Allah SWT kita memohon perlindungan disaat terjadinya hari akhir.

    2. Tidak akan meniru pola hidup orang kafir (orang – orang yang tidak beriman).
    Allah SWT telah memperingatkan kita agar tidak terpedaya untuk mengikuti gaya hidup orang kafir yang bebas dan penuh dengan kesenangan semua itu hanyalah kesenangan sesaat. Yang pada akhirnya akan menanggung semua perbuatan itu dan dimasukkan ke dalam neraka jahanam.

    3. Selalu berbuat baik dan benar.
    Orang – orang yang selalu melakukan baik, mereka yakin akan adanya hari akhir, karena setelah adanya hari akhir pasti adanya hari pembalasan, semua perbuatan kita akan dibalas oleh Allah SWT.

    4. Mau berjihad dijalan Allah SWT dengan jiwa dan harta.
    Sebuah keharusan beriman kepada hari akhir  bagi orang  yang berjihad, karena jihad dengan jiwa dan harta merupakan sebuah jual beli seorang mukmin dengan Allah SWT.

    5. Tidak kikir dalam berinfaq.
    Orang – orang yang beriman kepada hari akhir akan selalu berinfak dijalan Allah dengan tidak kikir atau dengan ikhlas hati. Karena mereka tahu bahwa akibat dari kikir, serta pahala yang didapat jika berinfaq.

  25. NIHAL RAHADATUL ‘AISY S
    XI IPA

    1.-Tauhid Rububiyah, Yaitu mengesakan Allah (Rabb) dalam segala perbuatan-perbuatannya. Artinya mempercayai dan meyakini sepenuhnya bahwa hanya Allah Rabb yang menciptakan, menghidupkan, mengatur dan lain-lain.
    Allah berfirman:
    ‎ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
    artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (QS AL fatihah : 2).
    – Tauhid Uluhiyah
    Yaitu mengesakan Allah dengan cara ibadah, seperti sholat, dzikir, berdoa, bersholawat dan lain-lainnya. Allah berfirman
    ‎وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ
    yang artinya: “Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, Tidak ada Tuhan melainkan Dia“. (Q.S Al-Baqarah: 163).
    – Tauhid Asma’ dan Shifat
    Yakni mengesakan Allah dengan nama dan sifat-sifatnya yang Dia jelaskan dalam kitab suciNya maupun melalui lisan RasulNya. Yakni dengan menetapkan nama dan sifat yang Dia tetapkan dan menafikan apa yang Dia nafikan, tanpa merubah atau mengingkari, menanyakan bagaimana ataupun menyerupakan.Akan tetapi kita beriman bahwa sesungguhnya Allah
    ‎فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
    : “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat“. (QS. Asyura: 11)

    2.- Ar-Rahman, artinya yang maha pemurah. Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    ‎لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
    Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
    – Ar- Rahim, artinya yang maha penyayang. Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    ‎لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
    Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
    – Al-Malik, artinya maha Raja. Nama ini terdapat dalam surat  Al-Mukminun ayat 116
    ‎فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
    Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.
    – Al-Quddus, artinya yang maha suci. Nama ini terdapat dalam surat Al-Jumu’ah ayat 1
    ‎يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
    Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
    – Al-Aziz, artinya yang maha perkasa. Nama ini terdapat dalam surat Ali Imran ayat 62
    ‎إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ ۚ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
    Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
    – Ar-Razaq, artinya yang maha pemberi rezeki. Nama ini terdapat dalam surat Az-Zariyat ayat 58
    ‎إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
    Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh

    3.Surah at tahrim ayat 6 :
    ‎يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
    Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

    4.manfaat membaca Quran :
    -terhindar dari stres
    -dapat mengendalikan emosi
    – dapat mengendalikan penyakit
    – mendapatkan pahala dari Allah SWT
    – terbebas dari api neraka
    Nama nama lain alquran :
    * Al Kitab (Kitab): Nama Al Kitab Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al Baqarah ayat 2: “Inilah Al Kitab yang tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)
    * Al Furqan (Artinya Pembeda) : Alfurqan artinya pembeda antara yang hak dan yang batil. Nama Alfurqan Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al-furqan ayat 1: Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al Furqaan: 1 )
    * Adzikru artinya pemberi peringatan. Nama Adzikru Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al-hijr ayat 9: Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adzikru, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al Hijr: 9)
    * Attanzil artinya yang diturunakan. Nama Attanzil Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Asysyuara’ ayat 192 : Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam” (QS. Asysyuara’: 192)
    * Al qaul artinya perkataan. Nama Al qaul Allah sebutkan dalam Alqur’an surah Al qashash ayat 51 : Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur’an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran.” (QS. Al Qashash:51)
    5.Iman kepada hari akhir berarti kita mempercayai bahwa kehidupan di dunia akan berakhir, yang kemudian dilanjutkan dengan kehidupan di akhirat. Hari akhir ditandai dengan ditiupnya sangkakala oleh malaikat Israfil. Untuk beriman kepada hari akhir caranya adalah meyakini dengan sepenuh hati, bahwa kiamat itu akan benar-benar terjadi sebagai hari pembalasan bagi amal perbuatan manusia.
    Hikmah dari mempercayai hari akhir :
    1. Dapat miningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang.
    2. Akan senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yang sia-sia.
    3. Akan mendorong seseorang untuk bersemangat dalam berkarya.
    4. Mendidik manusia untuk belajar dan memprediksikan serta mempersiapkan masa depan.
    5. Memperjelas tujuan hidup manusia di dunia.

  26. Putri yasmin
    XI IPA
    1
    •Tauhid rububiyah. Maknanya adalah mengesakan Allah dalam hal penciptaan, kepemilikan, dan pengurusan. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah firman Allah:
    ‎أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).

    •Tauhid uluhiyah atau tauhid ibadah. Disebut tauhid uluhiyah karena penisbatanya kepada Allah dan disebut tauhid ibadah karena penisbatannya kepada makhluk (hamba). Adapun maksudnya ialah pengesaan Allah dalam ibadah, yakni bahwasanya hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi. Allah Ta’ala berfirman:
    ‎ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَايَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ
    ”Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya yang mereka seru selain Allah adalah batil” (Luqman: 30).

    •Tauhid asma’ wa shifat. Maksudnya adalah pengesaan Allah ‘Azza wa Jalla dengan nama-nama dan sifat-sifat yang menjadi milik-Nya. Tauhid ini mencakup dua hal yaitu penetapan dan penafian. Artinya kita harus menetapkan seluruh nama dan sifat bagi Allah sebgaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya dalam kitab-Nya atau sunnah nabi-Nya, dan tidak menjadikan sesuatu yang semisal dengan Allah dalam nama dan sifat-Nya. Dalam menetapkan sifat bagi Allah tidak boleh melakukan ta’thil, tahrif, tamtsil, maupun takyif. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
    ‎لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ
    ”Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syuura: 11) (Lihat Al-Qaulul Mufiiid  I/7-10).

    2. – asmaul husna al sami’ ( maha mendengar)  adalah su
    rah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah ayat ke 227
    ‎وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ . 
    – asmaul husna al karim ( maha mulia ) adalah surah al infitar ayat ke 6.
    Firman Allah dalam surah al infitar ayat ke 6
    ‎يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ . 
    – asmaul husna ar razzaq ( maha pemberi rezeki ) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58
    ‎اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. 
    – asmaul husna al  matin ( maha kokoh) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58
    ‎اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ. 
    – asmaul husna al qawwi ( maha kuat) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74
    ‎مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. 
    – asmaul husna al ‘aziz ( maha perkasa) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74
    ‎مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ. 

    3. surat Al-Anbiya’ ayat 19-20
    ‎وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ
    Artinya : “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” surah At tahrim ayat 6
    ‎يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
    Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

    4 • Al kitab(buku)
    Kitab ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS al baqarah [2]:2)
    * Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al furqaan [25]:1)
    * Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr , dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al hijr [15]:9)
    * Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    * Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    * Al-Hukm (peraturan/hukum)

    * Al-Hikmah (kebijaksanaan)

    * Al-Huda (petunjuk)

    * At-Tanzil (yang diturunkan)

    * Ar-Rahmat (karunia)
    Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
    * Ar Ruh (ruh)

    * Al-Bayan (penerang)
    Al quran ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
    * Al-Kalam (ucapan/firman)

    * Al-Busyra (kabar gembira)

    * An-Nur (cahaya)

    * Al-Basha’ir (pedoman)
    Al quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
    * Al-Balagh (penyampaian/kabar)

    * Al-Qaul (perkataan/ucapan)
    Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran.

    Ganjaran bagi yang membaca dan mempelajari al-qur’an :
    1. Mendapat Pahala Berlipat
    2. Derajatnya Diangkat
    3. Mendapatkan ketenangan hati
    4. Mendapat Pertolongan Allah SWT di hari Kiamat
    5. Terbebas dari Aduan Rasulullah SAW pada Hari Kiamat
    6. Dihadiri Malaikat
    7. Ditempatkan Bersama Malaikat

    5.Iman kepada hari akhir berarti kita mempercayai bahwa kehidupan di dunia akan berakhir, yang kemudian dilanjutkan dengan kehidupan di akhirat. Hari akhir ditandai dengan ditiupnya sangkakala oleh malaikat Israfil. Untuk beriman kepada hari akhir caranya adalah meyakini dengan sepenuh hati, bahwa kiamat itu akan benar-benar terjadi sebagai hari pembalasan bagi amal perbuatan manusia.
    Hikmah dari mempercayai hari akhir :
    1. Dapat miningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang.
    2. Akan senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yang sia-sia.
    3. Akan mendorong seseorang untuk bersemangat dalam berkarya.
    4. Mendidik manusia untuk belajar dan memprediksikan serta mempersiapkan masa depan.
    5. Memperjelas tujuan hidup manusia di dunia.

  27. Miftahul Jannah
    XI IPA
    Aqidah Akhlak

    1. *Tauhid rububiyah adalah ilmu tauhid yang mana mengesakan Allah dalam segalanya, seperti penciptaan, pemberi rezeki, pemilikan, dan sebagainya. Seorang muslim wajib percaya bahwa segala hal yang terjadi adalah karena Allah dan Allah tidak memiliki sekutu atau bantuan apapun dalam melakukan segalanya. Allah berfirman

    اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم
    “Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya; tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at disisi Alloh tanpa izin-Nya. Alloh mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Alloh melainkan apa yang dikehendaki-Nya.” (al-Baqoroh ayat 255)

    Allah berfirman mengenai penciptaan dan pengurusan segalanya,
    أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).

    Allah jugalah yang memberikan rezeki pada setiap mahluk hidup di dunia.

    وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
    “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya.” [Huud: 6]

    * Tauhid Uluhiyah

    Tauhid uluhiyah adalah pengesaan ibadah hanya kepada Allah SWT. Seorang muslim harus beribadah sesuai dengan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah SWT.
    Allah SWT berfirman:
    وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ
    “Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang diibadahi dengan benar melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” [Al-Baqarah: 163]

    شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
    “Allah menyatakan bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan demikian). Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain-Nya, Yang Maha Perkasa lagi Mahabijak-sana.” [Ali ‘Imran: 18]

    * Tauhid asma’ wa shifa

    Tauhid asma’ wa shifat adalah tauhid yang isinya pengesaan sifat dan nama Allah. Allah mempunyai nama dan sifat yang begitu istimewa yang tidak mungkin ada pada mahluk manapun. Sebagai seorang muslim, kita hendaknya mengetahui dan mengamalkan nama dan sifat Allah yang banyak disebutkan dalam Al Quram
    Allah swt berfirman
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (22) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (23) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (24
    Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. 24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs al-Hasyr: 22-24)

    2. *Al-Wahhab, artinya yang maha pemberi karunia. Nama ini terdapat dalam surat Ali Imran ayat 8
    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
    (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”.

    *Ar-Razaq, artinya yang maha pemberi rezeki. Nama ini terdapat dalam surat Az-Zariyat ayat 58
    إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
    Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

    *Al-Fattah, artinya yang maha membuka. Nama ini terdapat dalam surat Al-Ahzab ayat 26

    وَأَنْزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا
    Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan.

    *Al-‘Alim, artinya yang maha mengetahui. Nama ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 29
    هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
    Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

    * Al-Qabidh, artinya yang maha mengendalikan. Nama ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 245
    مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
    Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

    *Al-Basith, artinya yang maha melapangkan rezeki. Nama ini terdapat dalam surat Ar-Ra’d ayat 26

    اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ
    Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)

    3. Ayat yang menggambarkan tentang malaikat, Surat al-Fatir ayat 1:
    الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
    Artinya:
    Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

    Dari ayat tersebut digambarkan bahwa malaikat itu memiliki sayap, ada yang memiliki 2 sayap, 3 sayap dan ada juga yang memiliki 4 sayap.

    Firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya ayat 19-20

    وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ
    Artinya : “Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.”

    Ayat diatas menggambarkan bahwa malaikat tidak mempunyai sifat angkuh dan tidak pernah letih untuk beribadah.

    4.•Al-Kitab (buku)Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)

    •Al-Furqan (pembeda benar salah)Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)

    •Adz-Dzikr (pemberi peringatan)Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)

    •Al-Mauidhah (pelajaran/nasihat)Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    •Asy-Syifa (obat/penyembuh)Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

    5. Agar tetap beriman kepada hari akhir, cara satu-satunya adalah senantiasa menggali informasi tentang hari akhir dari berbagai pendekatan. Informasi dari Al-Quran, Sains, Hadist, dan ilmu terapan lainnya akan menunjukkan bahwa hari akhir benar akan terjadi dan tidak dapat dipungkiri walaupun manusia berlari ke planet manapun.

    “Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu”. (QS Al An’Am: 31)

    Hikmahnya adalah
    • mempersiapkan diri dengan baik
    •menjauhi kemaksiatan dan hal yang buruk
    •muncul rasa takut tidak dapat mempertanggung jawabkan
    •semakin beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT

  28. SITTI RAHMAH
    XI IPA
    AQIDAH AKHLAK
    JAWABAN:

    1. -Tauhid Rububiyah. Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal perbuatanNya.
    أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ “
    Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam.” [Al-A’raaf: 54]
    – Tauhid Uluhiyyah dikatakan juga Tauhiidul ‘Ibaadah yang berarti mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui segala pekerjaan
    وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ “
    Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang diibadahi dengan benar melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” [Al-Baqarah: 163]
    – Tauhid Asma wa sifat
    ‌اللهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ اْلأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ اْلأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًا
    Allah yang
    telah menciptakan tujuh lapis langit dan bumi semisalnya. PerintahNya berlaku padanya. Agar kamu mengetahui, bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya Allah, ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu. [Ath Thalaq : 12
    2. Asmaul husna:
    – asmaul husna al karim ( maha mulia ) adalah surah al infitar ayat ke 6.
    Firman Allah dalam surah al infitar ayat ke6
    يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ .
    – asmaul husna ar razzaq ( maha pemberi rezeki ) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58
    اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ.
    Al-‘Alim, artinya yang maha mengetahui. Nama ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 29
    هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
    Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

    – Al-Qabidh, artinya yang maha mengendalikan. Nama ini terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 245
    مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
    Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
    -Al-Basith, artinya yang maha melapangkan rezeki. Nama ini terdapat dalam surat Ar-Ra’d ayat 26

    اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ
    Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)
    3.Surah An-Nisa ayat 172.

    لَنْ يَّسْتَنْكِفَ الْمَسِيْحُ اَنْ يَّكُوْنَ عَبْدًا لِّلّٰهِ وَلَا الْمَلٰۤىِٕكَةُ الْمُقَرَّبُوْنَۗ وَمَنْ يَّسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ اِلَيْهِ جَمِيْعًا
    Al-Masih sama sekali tidak enggan menjadi hamba Allah, dan begitu pula para malaikat yang terdekat (kepada Allah). Dan barang siapa enggan menyembah-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
    4. Berikut ini manfaat membaca Quran :
    >terhindar dari stres
    >dapat mengendalikan emosi
    > dapat mengendalikan penyakit

    Nama nama lain alquran :
    * Al Kitab (Kitab): Nama Al Kitab Allah sebutkan dalam Al-qur’an surah Al Baqarah ayat 2: “Inilah Al Kitab yang tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 2
    4 • Al kitab(buku)
    Kitab ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS al baqarah [2]:2)
    * Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al furqaan [25]:1)
    * Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr , dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al hijr [15]:9)
    * Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    * Ar-Rahmat (karunia)
    Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
    * Ar Ruh (ruh)

    * Al-Bayan (penerang)
    Al quran ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
    * Al-Kalam (ucapan/firman)

    * Al-Busyra (kabar gembira)

    * An-Nur (cahaya)
    5.Iman kepada hari akhir merupakan rukun iman yang ke 5 yang harus kita percayai bahwa hari kiamat paati terjadi
    .Yaitu meyakini dengan sepenuh hati, bahwa kiamat itu akan benar-benar terjadi sebagai hari pembalasan bagi amal perbuatan manusia.
    Hikmahnya yakni:
    ~dpt meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seseorang
    >akan senantiasa berbuat baik dan
    menghindari perbuatan dosa yang sia-sia
    >akan mendorong seseorang untuk
    bersemangat dalam berkarya
    >memperjelas tujuan hidup manusia
    >mendidik manusia untuk belajar dan
    memprediksi atau mempersiapkan masa depan..

  29. Nama:Nurul Fatmah Azzahra
    Kelas:XI IPS

    1. -Tauhid Rububiyah. Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal perbuatanNya.
    أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ “
    Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam.” [Al-A’raaf: 54]
    – Tauhid Uluhiyyah dikatakan juga Tauhiidul ‘Ibaadah yang berarti mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui segala pekerjaan
    وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ “
    Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang diibadahi dengan benar melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” [Al-Baqarah: 163]
    – Tauhid Asma wa sifat
    ‌اللهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ اْلأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ اْلأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًا
    Allah yang
    telah menciptakan tujuh lapis langit dan bumi semisalnya. PerintahNya berlaku padanya. Agar kamu mengetahui, bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya Allah, ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu. [Ath Thalaq : 12
    2. – asmaul husna al karim ( maha mulia ) adalah surah al infitar ayat ke 6.
    Firman Allah dalam surah al infitar ayat ke 6
    يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ .
    – asmaul husna ar razzaq ( maha pemberi rezeki ) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58
    اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ.
    – asmaul husna al matin ( maha kokoh) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58
    اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ.
    – asmaul husna al qawwi ( maha kuat) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74
    مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ.
    – asmaul husna al ‘aziz ( maha perkasa) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74
    مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ.
    ‌ – asmaul husna al sami’ ( maha mendengar) adalah su
    rah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah ayat ke 227
    وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ .
    3. surah At tahrim ayat 6

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
    Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
    4.Nama-nama lain dari al-qur’an antara lain: Al-huda, memiliki arti petunjuk. Al-furqon, memiliki arti pembeda antara yang benar dan yang salah. As-syifa, memiliki arti obat.

    Mendapat Pahala Berlipat
    Manfaat membaca Al-Quran di rumah yang pertama adalah mendapat pahala yang berlipat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan.
    5. Orang yang beriman kepada hari akhir akan menjauhi segala kezaliman dan kemaksiatan. Ia melakukan segala hal dengan baik dan berusaha berbuat yang benar. Sebab, ia tahu bahwa segala kebaikannya akan berbuah manis di akhirat, sedangkan perbuatan jahatnya harus dipertanggungjawabkan dengan sangat berat pada hari kiamat.

  30. mukhlishah afdaliyah
    XI IPA

    1. -Tauhid Rububiyah. Artinya mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal perbuatanNya.
    أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ “
    Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam.” [Al-A’raaf: 54]
    – Tauhid Uluhiyyah dikatakan juga Tauhiidul ‘Ibaadah yang berarti mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui segala pekerjaan
    وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ “
    Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang diibadahi dengan benar melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” [Al-Baqarah: 163]
    – Tauhid Asma wa sifat
    ‌اللهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ اْلأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ اْلأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًا
    Allah yang
    telah menciptakan tujuh lapis langit dan bumi semisalnya. PerintahNya berlaku padanya. Agar kamu mengetahui, bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya Allah, ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu. [Ath Thalaq : 12
    2. – asmaul husna al karim ( maha mulia ) adalah surah al infitar ayat ke 6.
    Firman Allah dalam surah al infitar ayat ke 6
    يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ .
    – asmaul husna ar razzaq ( maha pemberi rezeki ) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58
    اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ.
    – asmaul husna al matin ( maha kokoh) adalah surah adz dzariyyat ayat ke 58. Firman Allah dalam surah adz dzariyyat ayat ke 58
    اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ.
    – asmaul husna al qawwi ( maha kuat) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74
    مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ.
    – asmaul husna al ‘aziz ( maha perkasa) adalah surah al hajj ayat ke 74. Firman Allah dalam surah al hajj ayat ke 74
    مَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ.
    ‌ – asmaul husna al sami’ ( maha mendengar) adalah su
    rah al baqarah ayat ke 227. Firman Allah dalam surah al baqarah ayat ke 227
    وَاِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَاِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ .
    3. surah At tahrim ayat 6

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
    Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
    4.Nama-nama lain dari al-qur’an antara lain: Al-huda, memiliki arti petunjuk. Al-furqon, memiliki arti pembeda antara yang benar dan yang salah. As-syifa, memiliki arti obat.

    Mendapat Pahala Berlipat
    Manfaat membaca Al-Quran di rumah yang pertama adalah mendapat pahala yang berlipat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan.
    5. Orang yang beriman kepada hari akhir akan menjauhi segala kezaliman dan kemaksiatan. Ia melakukan segala hal dengan baik dan berusaha berbuat yang benar. Sebab, ia tahu bahwa segala kebaikannya akan berbuah manis di akhirat, sedangkan perbuatan jahatnya harus dipertanggungjawabkan dengan sangat berat pada hari kiamat.

  31. ANDI BERLIAN XI IPA

    1. A.Tauhid Rububiyah
    Tauhid rububiyah adalah ilmu tauhid yang mana mengesakan Allah dalam segalanya, seperti penciptaan, pemberi rezeki, pemilikan, dan lain sebagainya. Seorang muslim wajib percaya bahwa segala hal yang terjadi adalah karena Allah dan Allah tidak memiliki sekutu atau bantuan apapun dalam melakukan segalanya.
    أَلاَلَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

    “Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah” (Al- A’raf: 54).
    Allah jugalah yang memberikan rezeki pada setiap mahluk hidup di dunia.

    B.Tauhid Uluhiyah
    Tauhid uluhiyah adalah pengesaan ibadah hanya kepada Allah SWT. Seorang muslim harus beribadah sesuai dengan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah SWT.

    Allah Azza wa Jalla berfirman:

    وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

    “Dan Rabb-mu adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sesembahan yang diibadahi dengan benar melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” [Al-Baqarah: 163]

    C.Tauhid asma’ wa shifat
    Tauhid asma’ wa shifat adalah tauhid yang isinya pengesaan sifat dan nama Allah. Allah mempunyai nama dan sifat yang begitu istimewa yang tidak mungkin ada pada mahluk manapun.
    Ayatnya :هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (22) هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ (23) هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (24) – الحشر : 22 – 24

    Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. 24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs al-Hasyr: 22-24)
    2.1.ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ لَهُ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ

    Artinya:

    Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik). (Q.S. Thaha: 8)
    2.-Ar-Rahman, artinya yang maha pemurah
    Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
    -Ar- Rahim, artinya yang maha penyayang. Nama ini terdapat dalam surat Al-Fatihah ayat 3.
    لرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

    -Al-Malik, artinya maha Raja. Nama ini terdapat dalam surat Al-Mukminun ayat 116
    فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

    Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

    -Al-Quddus, artinya yang maha suci. Nama ini terdapat dalam surat Al-Jumu’ah ayat 1
    يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

    Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    -As-Salam, artinya yang maha sejahtera. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan
    -Al-Mu’min, artinya yang maha mengaruniakan keamanan. Nama ini terdapat dalam surat Al-Hasyr ayat 23
    هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan
    3. 1. Malaikat Jibril( QS.at-takwir:23, QS.al-baqarah:97)
    2. Malaikat mikail (QS.al-baqarah:98)
    3. Malaikat isrofil (QS.al-an’am:73)
    4. Malaikat izroil (QS.as-sajdah:11,)
    5. Malakat munkar (QS.al-mulk:2)
    dan HR.Tirmidzi no.856
    6. Malaikat nakir (QS.al-mulk:2)
    dan HR.Tirmidzi no.856
    7. Malaikat Rakib (QS.qaaf:18)
    8. Malaikat Atid (QS.qaaf:18)
    9. Malaikat Malik (QS.Zukruf:77-78)
    10. Malaikat Ridwan (QS.az-zumar:73)
    4. Al-Kitab (buku)
    Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)
    -Al-Furqan (pembeda benar salah)
    Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
    -Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
    -Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    Asy-Syifa’ (obat/penyembuh)
    Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
    ganjaran dari membaca al-qur’an :
    1.mendapat syafaat di hari kemudian
    2.mengangkat derajat
    3.mendapat pahala
    4.hidup lebih damai dan tenang
    5. Sebagai pedoman hidup untuk lebih baik

    5. Percaya bahwa akan datangnya hari akhir dan pasti terjadi yaitu hari dimana manusia sdh tdk memikirkan dunia lagi
    Hikmahnya
    1.meningkatkan keimanan dan ketakwaan
    2.senantiasa berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa yg sia2
    3.memperjelas tujuan hidup manusia di dunia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you