BerandaIslamShalawat Tarhim dan Terjemahnya

Shalawat Tarhim dan Terjemahnya

Oleh: Muhammad Farid Wajdi 

Related Post: 40 Fadhilah Shalawat

PALONTARAQ.ID – Shalawat Tarhim (Lihat videonya: DISINI) adalah Shalawat yang populer di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya di era Tahun 70-90-an menurut pengalaman penulis yang sering mendengarnya diputar radio masjid jelang Shalat Subuh dan Maghrib.

Nadanya yang khas dan merdu membuat hati tergetar dan karena agak lama diputar, ada waktu yang cukup untuk bersiap-siap menuju masjid. Shalawat Tarhim sendiri diciptakan oleh Syaikh Mahmoud Khalil Al Hussary (1917-1980), Ketua Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz di Kairo, Mesir.

Shalawat Tarhim dipopulerkan pertama kali di Indonesia pada akhir tahun 1960-an saat Syeikh Mahmud Al-Husshari berkunjung ke Indonesia. Ketika itu beliau diminta untuk merekam Shalawat Tarhim di Radio Lokananta, Solo. Hasil rekaman itu kemudian disiarkan oleh Radio Lokananta Solo dan Radio Yasmara (Yayasan Masjid Rahmat) Surabaya. Dari sinilah awal mula Shalawat Tarhim menjadi populer dan diputar di seluruh masjid di Indonesia.

Tujuan melantunkan Shalawat Tarhim ialah membangunkan kaum Muslimin agar mempersiapkan diri untuk Shalat Tahajjud, Sahur dan Shalat Subuh, ataupun saat jelang buka puasa dan Shalat Maghrib di Bulan Ramadhan.

Lihat pula: Shalawat Penyembuh Penyakit

Berikut Bacaan Sholawat Tarhim

تـرحيم

الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَاإمَامَ الْمُجَاهِدِيْنَ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ

• الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ اْلهُدَى ۞ يَا خَيْرَ خَلْقِ اللهْ

• الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَانَاصِرَ الْحَقِّ يَارَسُوْلَ اللهْ

• الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ ۞ يَامَنْ اَسْرَى بِكَ مُهَيْمِنُ لَيْلًا نِلْتَ

۞ مَا نِلْتَ وَالأَنَامُ نِيَامْ

وَتَقَدَّمْتَ لِلصَّلَاةِ فَصَلَّ كُلُّ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاَنْتَ الْإِمَامْ

وَاِلَى الْمُنْتَهَى رُفِعْتَ كَرِيْمًا وَ سَمِعْتَ نِدَاءً عَلَيْكَ السَّلَامْ ۞

يَا كَرِمَ الْأَخْلَاقْ ۞ يَارَسُوْلَ اللهْ ۞

صَلىَ اللهُ عَلَيْكَ ۞ وَ عَلىَ عَلِكَ وَ اَصْحَابِكَ أجْمَعِيْنَ۞

Terjemahannya:

Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
Duhai pemimpin para pejuang, ya Rasulullah
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
Duhai penuntun petunjuk Ilahi, duhai makhluk yang terbaik

Shalawat dan salam semoga tercurahkan atasmu
Duhai penolong kebenaran, ya Rasulullah
Shalawat dan salam semoga tercurahkan padamu
Wahai Yang Memperjalankanmu di malam hari Dialah Yang Maha Melindungi

Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur
Semua penghuni langit melakukan shalat di belakangmu
Dan engkau menjadi imam

Engkau diberangkatkan ke Sidratul Muntaha karena kemulianmu
dan engkau mendengar suara ucapan salam atasmu
Duhai yang paling mulia akhlaknya, ya Rasulullah

Semoga shalawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu dan sahabatmu.

***

Lihat pula: Ruqyah Syar’iyyah saat Ramadhan

Hukum Sholawat Tarhim sebagaimana dikutip dari Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB, adalah diperbolehkan dengan beberapa catatan:

1. Ada unsur mengingatkan untuk beribadah (التنبيه في العبادة) seperti yang terjadi pada bulan Ramadhan.
2. Tidak berdampak negatif secara syari’at, semisal mengganggu kenyamanan orang yang sedang tidur dan lain-lain
3. Digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Rasulullah SAW bersabda:

وخرج الترمذي من حديث عبد الله بن محمد بن عقيل، عن الطفيل بن أبي بن كعب

عن أبيه، ان النبي – صلى الله عليه وسلم – كان إذا ذهب ثلثا الليل قام، فقال: ((يأيها الناس، اذكروا الله

جاءت الراجفة تتبعها الرادفة، جاء الموت بما فيه، جاء الموت بما فيه)).وقال: حديث حسن

Nabi Muhammad SAW ketika telah lewat dua pertiga malam beliau bangun dan bersabda : “Wahai, sekalian manusia, berdzikirlah kepada Allah, Pasti datang tiupan sangkakala pertama yang diikuti dengan yang kedua, datang kematian dengan kengeriannya, datang kematian dengan kengeriannya”. (Hadis hasan, Riwayat Imam Turmudzi)

Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa dzikir dan tasbih secara jahr di akhir malam itu tidak masalah, tujuannya untuk membangunkan orang yang tidur. Sebagian ulama’ mengingkarinya dan menganggap bid’ah, misalnya Ibnul Jauzy, sedangkan hadits yang kami sebutkan menunjukkan bahwa itu bukanlah bid’ah.

Ketua PCNU Australia dan New Zealand, Prof Nadirsyah Hosen mengatakan, setiap mendengar shalawat tarhim, ingatannya melayang pada peristiwa Isra-Mi’raj Nabi Muhammad SAW. “Karena sesungguhnya shalawat yang sering diputar di masjid-masjid di tanah air itu menjelaskan peristiwa spiritual luar biasa dan ketinggian akhlak Rasulullah,” ungkapnya.

Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT