BerandaAkademiaPeristiwa Penting dan Bersejarah dalam Bulan Muharram (1)

Peristiwa Penting dan Bersejarah dalam Bulan Muharram (1)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Fadhilah Bulan Muharram

PALONTARAQ.ID – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat mulia (asyhurul hurum) dalam Islam. Di dalam bulan ini, khususnya pada hari Asyura (10 Muharram), terdapat berbagai peristiwa sejarah besar yang dialami oleh para Nabi terdahulu sebagai bentuk pertolongan Allah SWT atas ujian yang mereka hadapi.

Berikut adalah tulisan mengenai peristiwa penting para Nabi di bulan Muharram beserta doa-doa yang mereka panjatkan, disertai dengan referensi ala catatan kaki.

1. Nabi Adam AS: Penerimaan Taubat

Setelah diturunkan ke bumi akibat melanggar larangan Allah di surga, Nabi Adam AS dan Sayyidah Hawa terus-menerus memohon ampunan. Menurut sebagian ulama tafsir dan tarikh, Allah SWT menerima taubat Nabi Adam AS tepat pada hari Asyura di bulan Muharram. (Lihat: Al-Alusi, Ruh al-Ma’ani fi Tafsir al-Qur’an al-Azhim, Juz 4 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1415 H), hlm. 324. Lihat juga Ibnu Rajab al-Hanbali, Lathaif al-Ma’arif fima Li Mawasim al-Am min al-Wadhaif (Kairo: Dar al-Hadith, 2004), hlm. 110).

Doa Nabi Adam AS:

 رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Artinya:

“Ya Tuhan kami, Kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan Jika Engkau Tidak Mengampuni kami dan memberi Rahmat kepada kami, Niscaya Pastilah kami termasuk Orang-orang yang Merugi.” (QS. Al-A’raf: 23)

2. Nabi Nuh AS: Berlabuhnya Bahtera di Bukit Judi

Nabi Nuh AS dan para pengikutnya yang beriman diselamatkan oleh Allah dari banjir bandang yang menenggelamkan bumi. Bahtera (kapal) Nabi Nuh akhirnya berlabuh dengan selamat di Bukit Judi pada hari Asyura setelah berbulan-bulan terombang-ambing di atas air. (Lihat: Al-Imam al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Kitab al-Shaum, Bab Shiyam Yaumi ‘Asyura, No. Hadits 2004. Di dalam hadis tersebut disebutkan bahwa kaum Yahudi berpuasa karena hari itu adalah hari berlabuhnya kapal Nabi Nuh dan selamatnya Musa).

Doa Nabi Nuh AS (saat menaiki dan berlabuhnya kapal):

 رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ

Artinya:

“Ya Tuhanku, Tempatkanlah Aku pada Tempat yang Diberkahi, dan Engkau adalah Sebaik-baik yang Memberi Tempat.” (QS. Al-Mukminun: 29)

3. Nabi Ibrahim AS: Selamat dari Kobaran Api Raja Namrud

Ketika Nabi Ibrahim AS menghancurkan berhala-berhala, Raja Namrud menghukumnya dengan cara membakarnya hidup-hidup di dalam kobaran api yang dahsyat. Atas pertolongan Allah, api tersebut menjadi dingin dan menyelamatkan Nabi Ibrahim pada bulan Muharram. (Lihat: Fakhruddin al-Razi, Tafsir al-Kabir (Mafatih al-Ghaib), Juz 22 (Beirut: Dar al-Fikr, 1981), hlm. 185; lihat pula ringkasan peristiwa-peristiwa Asyura dalam Abdurrahman al-Syafi’i, Nuzhat al-Majalis wa Muntakhab al-Nafais (Kairo: Al-Matba’ah al-Azhariyyah, 1346 H), hlm. 172).

Doa Nabi Ibrahim AS (saat dilempar ke dalam api):

 حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Artinya:

“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (Al-Bukhari)

4. Nabi Musa AS: Tenggelamnya Firaun dan Keselamatan Bani Israil

Ini adalah salah satu peristiwa paling masyhur di bulan Muharram yang menjadi dasar dianjurkannya puasa Asyura. Ketika Nabi Musa AS dan kaumnya dikejar oleh tentara Firaun hingga terjebak di tepi Laut Merah, Allah membelah laut tersebut. Nabi Musa selamat, sementara Firaun dan bala tentaranya tenggelam pada 10 Muharram. (Lihat: Muslim bin al-Hajjaj al-Naisaburi, Shahih Muslim, Kitab al-Shiyam, Bab Shiyam Yaumi ‘Asyura, No. Hadits 1130).

Doa/Ungkapan Keyakinan Nabi Musa AS (saat terjebak):

 كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

Artinya:

“SEKALI-KALI TIDAK AKAN TERSUSUL; SESUNGGUHNYA TUHANKU BESERTAKU, DIA AKAN MEMBERI PETUNJUK KEPADAKU.” (QS. ASY-SYU’ARA: 62)

5. Nabi Yunus AS: Keluar dari Perut Ikan Paus

Nabi Yunus AS ditelan oleh ikan paus setelah melompat ke laut karena kapal yang ditumpanginya kelebihan muatan. Di dalam tiga kegelapan (malam, laut, dan perut ikan), beliau terus bertasbih hingga akhirnya Allah mengeluarkan beliau ke daratan dengan selamat pada hari Asyura. (Lihat: Abu al-Fida Ismail bin Katsir (Ibnu Katsir), Al-Bidayah wa al-Nihayah, Juz I (Kairo: Dar Hijr, 1997), hlm. 364. Riwayat mengenai keluarnya Nabi Yunus pada 10 Muharram juga jamak disebutkan dalam kitab-kitab fadha’il al-awqat).

Doa Nabi Yunus AS:

 لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Artinya:

“TIDAK ADA TUHAN SELAIN ENGKAU. MAHA SUCI ENGKAU, SESUNGGUHNYA AKU ADALAH TERMASUK ORANG-ORANG YANG ZALIM.” (QS. AL-ANBIYA: 87)

6. Nabi Isa AS: Diangkat ke Langit

Allah SWT menyelamatkan Nabi Isa AS dari kekejaman kaum Yahudi yang ingin menyalib dan membunuhnya. Allah mengangkat Nabi Isa AS ke langit dalam keadaan hidup, dan peristiwa ini menurut sebagian riwayat terjadi pada bulan Muharram. (Lihat: Ibnu Rajab al-Hanbali, Lathaif al-Ma’arif fima Li Mawasim al-Am min al-Wadhaif. Kairo: Dar al-Hadith, 2004, hlm. 112. Riwayat ini menyandingkan malam kelahiran Nabi Isa dan hari diangkatnya ke langit bertepatan dengan bulan yang mulia ini).

Doa Nabi Isa AS (ketika meminta hidangan dari langit/mukjizat sebagai penguat iman kaumnya):

 اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Artinya:

“YA TUHAN KAMI TURUNKANLAH KIRANYA KEPADA KAMI SUATU HIDANGAN DARI LANGIT (YANG HARI TURUNNYA) AKAN MENJADI HARI RAYA BAGI KAMI YAITU ORANG-ORANG YANG BERSAMA KAMI DAN YANG DATANG SESUDAH KAMI, DAN MENJADI TANDA BAGI KEKUASAAN ENGKAU; BERI REZEKILAH KAMI, DAN ENGKAU-LAH PEMBERI REZEKI YANG PALING UTAMA.” (QS. AL-MA’IDAH: 114).

Demikian catatan singkat ini sebagai bahan pembelajaran bagi kita semua untuk mengambil hikmah dan pelajaran penting dibalik peristiwa penting dan bersejarah yang terjadi dalam Bulan Muharram. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Studi Pascasarjana Program Dirasah Islamiyah Konsentrasi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Alauddin Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT