Adakalanya ia menjadi mubtada’ bagi harapan santriwatinya, memulai kalimat keteladanan di dalam asrama.
Niatnya lurus seperti fi‘il mudhāri‘ yang terus berlangsung, mengajar dengan sabar di tiap pagi yang sederhana.
Ibarat i‘rāb yang berubah oleh amil, ia belajar menundukkan ego demi ridha orang tua dan keberkahan ilmu.
Tekadnya kukuh seperti bina’ pada huruf yang tak berubah, menjaga adab dan amanah di pesantren tercinta.
Amanah wali asrama ia jaga, menjadi khabar bagi kisah ketulusan yang dituturkan para santri.
Yakin bahwa hidup seperti tashrīf, berubah bentuk namun tetap berakar pada makna pengabdian.
Usianya kini dewasa; pertanyaan datang seperti ‘āmil yang menggerakkan kalimat:
kapan masa lajang itu akan berakhir?
Sering ia merenung seperti isim majrūr yang tunduk pada harakat takdir.
Untukkah ia memilih pemuda kampung yang mengenal tanah kelahirannya?
Fitnah waktu dan bisik harap orang-orang seakan menjadi harf jar yang menarik langkahnya ke masa depan.
Sementara pesantren tetap menjadi asal mashdar dari segala niat pengabdiannya.
Apakah suatu hari ia harus berhijrah, meninggalkan ruang-ruang kelas yang penuh doa?
Rindu santri dan gema kitab kuning telah menjadi shighat yang meneguhkan jiwanya.
Jika takdir menulis jalan baru, ia tahu setiap huruf hidup tetap berada dalam i‘rāb Ilahi.
Adapun cintanya pada ilmu tak pernah berakhir seperti fi‘il mudhāri‘ yang terus berlanjut.
Namun hatinya masih menggenggam pesantren sebagai fa‘il utama perjalanan hidupnya.
Antara harapan keluarga dan panggilan dakwah, ia berdiri di simpang kalimat kehidupan.
Hikmah waktu mengajarinya bahwa setiap manusia adalah kalimah yang sedang disusun takdir.
Untuk itu ia tetap mengajar dengan senyum yang sederhana.
Menjadi guru muda yang rajin dan peduli, seperti wazan yang teratur dalam ilmu shorof.
Adakalanya lelah datang, namun cinta pada santri menjadi dhamīr yang selalu kembali.
Nafas pengabdian itu tak pernah putus seperti rantai sanad ilmu.
Ia tahu hidupnya adalah jumlah mufīdah yang harus memberi makna.
Orang-orang boleh bertanya tentang jodoh dan masa depan.
Rahasia takdir tetap tersimpan dalam kitab yang belum terbuka.
Akan tetapi satu hal pasti: Cintanya kepada pesantren selalu menjadi harakat akhir dari setiap langkah hidupnya.
***