BerandaLiterasiPuisi: Resiliensi di Jalan Ilmu

Puisi: Resiliensi di Jalan Ilmu

Oleh: Etta Adil 

Related Post: Puisi: Resiliensi di Rantau dan Pesantren

PALONTARAQ.ID – Puisi Akrostik yang disusun dan dirangkai atas nama “Diyanah Fakhriani Ramadhani” ini menggambarkan ketangguhan seorang santriwati yang berpindah tempat belajar, membawa pengalaman lintas daerah, dan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dalam mengejar pendidikan.

Resiliensi di Jalan Ilmu

Dari Maluku ia datang membawa semangat baru.
Indahnya harapan disimpan dalam langkah seorang santriwati.
Yakin bahwa setiap perjalanan adalah pelajaran hidup.
Antara dua sekolah ia belajar menata keteguhan.
Napas perjuangan menguatkan hatinya setiap hari.
Asuhan orangtua mengajarkan arti bertahan.
Harapan tumbuh di tanah rantau.

Fajar selalu mengingatkannya pada tujuan belajar.
Akar keluarga dari Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan menguatkan jiwanya.
Kehidupan berpindah sekolah menjadi ruang menempa diri.
Hati yang teguh belajar menerima perubahan.
Resiliensi tumbuh dari pengalaman yang tak selalu mudah.
Ilmu menjadi cahaya yang ia kejar tanpa ragu.
Amanah orangtua ia jaga dalam kesungguhan.
Nilai kesabaran menuntunnya melangkah.
Ikhtiar terus ia rajut dalam perjalanan belajar.

Rantau mengajarkannya arti berdiri sendiri.
Antara pulau dan sekolah, ia belajar beradaptasi.
Mimpi pendidikan ia genggam dengan kuat.
Arah masa depan ia susun dari pengalaman hari ini.
Dewasa tumbuh dari keberanian menghadapi perubahan.
Harapan orangtua menjadi api semangatnya.
Anugerah pengalaman menjadikannya lebih tangguh.
Nyala tekad menjaga langkahnya tetap tegak.
Inilah perjalanan Diyanah—santriwati yang belajar bertahan dan bertumbuh.

***

Puisi Akrostik ini menyampaikan pesan bahwa perpindahan tempat, perubahan lingkungan, dan pengalaman baru bukanlah hambatan, tetapi proses pembentukan ketangguhan (resiliensi). Diyanah Fakhriani Ramadhani digambarkan sebagai sosok yang belajar beradaptasi, bertahan, dan terus mengejar pendidikan, membawa identitas keluarga dari Sulawesi serta pengalaman hidup di Maluku sebagai kekuatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang baik. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 27 November 2025
(* Etta Adil, Penikmat Puisi/Jurnalis Independen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT