BerandaFiksiPuisi: Negeriku yang Hilang

Puisi: Negeriku yang Hilang

Related Post: Puisi: Pesan Untuk Anak Negeri

Karya: Etta Adil

 

Negeriku hilang. Kini tak lagi kutemukan dalam ingatan masa kanakku

Aku tak kuasa berdiri menantang kemajuan zaman 

Jiwaku meronta, dalam tontonan permainan manusia serakah

Wahai engkau penguasa, kembalikan negeriku

Alamnya lestari, hutannya belantara, dalam hamparan keabadian cinta. 

 

Aku menggigil dalam badai peradaban

Nun jauh disana, pepohonan ditebang ditanami perumahan

Nun jauh disana, aliran sungai tercemari limbah pabrik 

Usiaku tak lagi muda, suaraku tak lagi terdengar, tulisanku tak lagi dibaca

Resahku kini, tak ada yang peduli. 

 

Alamku hancur, bagaimana diri ini mewariskan kekayaan 

Zamrud khatulistiwa tinggal cerita, hutan hilang menyisakan kekejaman purba

Inti bumi digerus, gunung diledakkan, semuanya hilang menyisakan luka atas nama pembangunan 

Zikir dan Do’a tak lagi menemani, sebagaimana kearifan lokal telah lama dikubur 

Apalah dayaku, tak mampu kembalikan sejarah leluhur nan agung, diwarnai budaya gemilang, dalam olah rasa, cipta dan karsa. 

Habis semuanya, Kini tinggal kenangan, dan anak cucu kita menuntut warisannya yang dihilangkan.   

 

Subuh di Minasatene-Pangkep, 25 Maret 2025

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT