BerandaBeritaInternasionalMengenal Bangsa Turki

Mengenal Bangsa Turki

Oleh: Muhammad Farid Wajdi  *)

Related Post: Sepenggal Kisah di bawah Langit Turki

PALONTARAQ.ID – Dalam Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang penulis ajarkan di Kelas XII Madrasah/Pondok Pesantren, salah satu pokok bahasan yang menarik adalah Peradaban Islam di Masa Daulah Utsmaniyah.

Pasca runtuhnya Daulah Abbasiyah, ada tiga daulah yang sangat berpengaruh dan menguasai wilayah-wilayah kekuasaan Islam. Ketiga daulah itu adalah Daulah Utsmaniyah di Turki, Daulah Mughal di Semenanjung India dan Daulah Safawiyah di Persia.

Teruntuk pembahasan Daulah Utsmaniyah di Turki, sebelum kita melangkah lebih jauh, terlebih dahulu kita perlu mengenal Asal usul Bangsa Turki dan menjawab kemudian pertanyaan mengapa Dinasti Turki Utsmani dapat muncul berpengaruh dalam kancah kekuasaan pada saat Kekhilafahan Islam berada dalam era kemunduran yang pertama pasca runtuhnya kekuasaan Dinasti Abbasiyah.

Bangsa Turki adalah bangsa Kaukasia yang menempati wilayah Semenanjung Anatolia, atau dapat dikatakan berasal dari kabilah Oghuz yang mendiami daerah Mongol dan Utara Cina, kemudian menyebar ke wilayah Anatolia, Persia, dan Irak. (Sumber: C.E. Bosworth, Dinasti-Dinasti Islam; Mizan, 1980, h. 163).

Bangsa Turki mulai mengenal dan memeluk agama Islam sekita abad ke-9 M atau ke-10 M yaitu ketika menetap di Asia. (Sumber: Abdul Syukur al-Azizi, Kitab Sejarah . . . , h. 409). Akibat serangan tentara Mongol di bawah pimpinan Jengis Khan ke Asia Kecil dan wilayah Irak, pada tahun 617 H/1220 M kabilah Oghuz terpaksa harus bermigrasi ke arah barat dan menetap di Akhlath, sebuah kota di timur Turki yang berdekatan dengan sungai Waan di Armenia. (Lihat footnote tulisan Muhammad ash-Shalabi, Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, terj. Samson Rahman, Pustaka Al-Kautsar, 2014, h.36)

Menurut Hamka, kabilah ini mulai bermigrasi dari daerah mereka pada abad ke-7 H atau pada abad ke-13 H menuju daerah Akhlat. Perpindahan tersebut dipimpin langsung oleh kepala kabilah mereka, Sulaiman Syah, kakek dari Utsman, pelopor berdirinya Dinasti Utsmani. (Yang dimaksud adalah Utsman bin Sauji bin Ertugrul bin Sulaiman, sultan pertama yang menjadi penisbatan nama Dinasti Utsmani. Lihat, Abdus Salam Abdul Aziz Fahmi, as-Sultan Muhammad al-Fatih: Fatih al-Qastantiniyah wa Qahir ar-Ruum, (Damaskus: Darul Qalam, 1987, h. 12). Adapun sebab perpindahan tersebut adalah akibat dari serangan tentara Tartar pada mereka. (Sumber: Hamka, Sejarah Umat Islam, Bulan Bintang, 1981, h. 205).

Tidak lama setelah menetap di Akhlat, mereka bermigrasi menuju Anatolia yang saat itu berada di bawah kekuasaan Dinasti Saljuk Rumi. Di tengah-tengah perjalanan tersebut, pemimpin mereka, Sulaiman Syah meninggal dunia akibat hanyut di sungai Efrat yang tiba-tiba pasang karena banjir besar pada tahun 1228 M atau tahun 1230 M. (Sumber: Syafiq A. Mughni, Sejarah Kebudayaan Islam, Logos, 1997), h. 51). Kemudian digantikan oleh putranya yang bernama Ertugrul dan terus melakukan perjalanan hingga mencapai Barat Laut Anatolia. Bersamanya terdapat sekitar 100 kepala keluarga yang dikawal lebih dari 400 penunggang kuda. (Sumber: Abdul Latif Dahiys, Qiyamud Dinasti al-Utsmaniyah, Maktabah wa Mathbaah an-Nahdhah al-Haditsah, 1995, h. 26).

Sebelum mereka sampai ke Anatolia, Ertghogrol telah mengutus anaknya yang bernama Sauji untuk menghadap Sultan Saljuk Rumi, ‘Alaudin Syah. Sauji bertugas meminta izin kepada Sultan ‘Alaudin untuk menetap di Anatolia sembari bercocok tanam dan menggembalakan hewan ternak. Permohonan tersebut kemudian dikabulkan oleh Sultan ‘Alaudin, namun Sauji meninggal dunia ditengah perjalanan kembali menuju kabilahnya. Akhirnya, kabilah tersebut tetap bergerak menuju Anatolia untuk mendapatkan perlindungan dari Sultan ‘Alaudin. (Lihat: Hamka, Sejarah Umat Islam, Bulan Bintang, 1981, h. 206).

***

Daulah Utsmaniyah merupakan kekhalifahan Islam kedua yang menyebarkan Islam ke tanah Erofah setelah Daulah Umayyah di Spanyol. Kekuatan Daulah Utsmaniyah bahkan mengakhiri sejarah kekaisaran Romawi Timur, Byzantium dengan jatuhnya Konstantinopel (Istanbul) ke tangan Islam dibawah kepemimpinan Sultan Muhammad Al-Fatih pada Tahun 1453 M. Sejak itulah, Daulah Utsmaniyah menjadi salah satu kekuatan besar Muslim di Semenanjung Anatolia dan Balkan, serta wilayah Mesir dan Jazirah Arab. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Sejarah Kebudayaan Islam/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT