Laporan: Etta Adil
Related Post: Ince’: Identitas Keturunan Melayu di Pangkep
PALONTARAQ.ID – Tiram adalah jenis kerang-kerangan yang saat ini digemari dan diburu pencinta kuliner khas di daerah pesisir Barru dan Pangkep. Di Kabupaten Barru, di sepanjang kampung pesisir Sumpang BinangaE, seperti namanya, kuliner ini berbahan dasar tiram ini diolah dengan cara dibakar.
Begitu pula halnya di Pangkep, di sepanjang kampung pesisir Lomboka dan Lelonga, Tekolabbua, Kecamatan Pangkajene, Tiram dapat diolah sebagai bahan masakan dengan cara dibakar atau dibuat lawa’ (lalapan). Tekstur daging tiram yang kenyal kian lezat dengan aroma yang khas jika dinikmati di pinggir sungai.

Baik Tiram bakar Barru maupun Tiram bakar Pangkep ini diolah dengan cara tradisional sehingga aromanya sangat wangi dan menggugah selera, apalagi dinikmati dengan irisan mangga muda atau air cabe. Penasaran? Buat penikmat Tiram di Barru, dapat berkunjung ke Lingkungan Lemba, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru. Jarak dari pusat kota Barru hanya sekitar 15 menit.
Rumah makan tiram bakar di Kampung Lajari juga cukup banyak berjejer di pinggir jalan. Pengunjung tinggal memilih salah satunya. Uniknya, warung makan tiram bakar yang dimaksud tidaklah seperti struktur warung makan pada umumnya, melainkan menikmati kerang bakar pada gazebo yang disediakan oleh masing-masing warga setempat.
Lihat Videonya disini: Wisata Kuliner Tiram Bakar di Barru
Tiram bakar Barru tidak disajikan siap makan, melainkan dalam bentuk utuh masih terbungkus cangkangnya. Hal ini memberi sensasi yang berbeda karena harus membukanya sendiri satu persatu dengan cara memukul-mukulnya.

Warung makan tiram bakar Barru ini selalu ramai pengunjung, khususnya di waktu-waktu libur. Harga tiram untuk setiap embernya adalah Rp 25 ribuan, dan sudah dapat dinikmati 3-4 orang. Penjual hanya membakar tiram yang tersedia sesuai pesanan pengunjung. Tiram dibakar memakai daun kelapa kering sekitar 10 menit atau menggunakan seng bekas sebagai alas pembakaran.
Setelah tiram bakar masak, kemudian disajikan di tengah gazebo dengan gaya lesehan. Untuk menikmatinya, perlu mengeluarkan isi tiram dari cangkangnya menggunakan besi yang telah disediakan. Tiram dipukur hingga cangkangnya terbuka, namun jangan khawatir karena tidak sulit untuk membukanya.
Di Pangkep sendiri. Ketersediaan tiram di daerah pesisir Pangkajene cukup melimpah. Bahkan disebut-sebut, Tiram Pangkep terkadang dipesan khusus untuk menambah ketersediaan tiram di warung makan pesisir Barru.

Tiram dapat diolah tidak hanya dengan cara dibakar, tetapi juga dibuat lalapan. Tiram yang ada disiram air cuka, lalu dicampur dengan parutan kelapa, atau bisa juga dengan kelapa yang sudah disangrai isinya. Hal ini memberikan kenikmatan tersendiri, apalagi jika disantap beramai-ramai. Tak lupa irisan mangga mudanya, perasan jeruk nipis serta air cabenya.
Lihat videonya disini: Wisata Kuliner Tiram Bakar di Tekolabbua, Pangkep
Meski lebih nikmat dan segar Tiram Pangkep, warga pesisir Pangkajene belum menjadikannya komoditas usaha massal sebagaimana di Barru. Hal ini tentu karena masyarakat pesisir Tekolabbua lebih mengandalkan usahanya sebagai petambak dan nelayan produktif. Sebagaimana dituturkan Ilham, warga Lelonga Tekolabbua, bahwa dirinya dan keluarganya tidak menjadikan Tiram sebagai usaha sampingan. “Kami hanya mencari dan menyiapkan Tiram sesuai pesanan kerabat atau teman yang datang silaturrahim kesini,” ungkapnya. (*)


