BerandaHighlightResolusi 2024: Jangan Mager dan Atasi Rasa Malasmu

Resolusi 2024: Jangan Mager dan Atasi Rasa Malasmu

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Catatan Akhir Tahun 2023: Euforia Berilmu Agama, Literasi Budaya dan Kitab Bersanad

PALONTARAQ.ID – Alhamdulillah, satu kesyukuran tersendiri menyadari kenyataan bahwa kita saat ini sudah berada di Tahun 2024. Masih malas gerak (mager) dan mau terkenang terus apa yang seharusnya tidak terlewatkan di Tahun 2023, dan kini masih akan direncanakan lagi akan dilakukan di Tahun Baru ini.

Apa resolusimu di Tahun 2024? Secara umum, resolusi adalah suatu janji pada diri sendiri atau keputusan untuk melakukan sesuatu, terutama untuk memperbaiki perilaku, kebiasaan buruk atau gaya hidup di tahun baru, yang saat ini baru saja dimulai. So, Apa yang akan kamu rencanakan akan mencapainya di Tahun 2024 ini?

Apa yang kamu rencanakan capai atau raih di Tahun 2024 ini? Bercerminlah dari tahun sebelumnya. Jangan buat perencanaan yang muluk-muluk yang bagi kamu sendiri, dalam hatimu menyadari kamu tidak bakalan mampu mencapainya. Ingat, resolusi pertama adalah keputusan atau mufakat berupa permintaan atau tuntutan untuk ditetapkan tentang sesuatu yang paling dekat untuk dicapai.

Keriuhan Malam Tahun Baru, Penulis di Taman Tematik Pangkajene Pinggir Sungai . (foto: ist/*)
Keriuhan Malam Tahun Baru, Penulis di Taman Tematik Pangkajene Pinggir Sungai . (foto: ist/*)

Jika pencapaian yang dimaksud itu tekad untuk berubah ke arah yang lebih positif, maka manifestasikanlah perubahan sifat atau perilaku tersebut, untuk mencapai tujuan yang disepakati atau ditetapkan secara teratur. Perjalanan setahun akan terasa singkat dan pertanyakan ulanglah mengapa setahun lalu resolusi belum tercapai? Ada banyak faktor yang membuatnya tidak tercapai, seperti kehilangan fokus, bisa karena kelalaian, kebiasaan menunda-nunda, kurang usaha dan lain-lainnya.

Resolusi tahun baru adalah ungkapan harapan dan tekad untuk berubah ke arah yang lebih baik. Karena itu setiap dari kita harus bijaksana menerima sesuatu yang sudah berulang kali gagal mewujudkan harapan atau pencapaian tahun sebelumnya. Definisi resolusi adalah ketika kita mampu menerima keterbatasan dan dengan segenap potensi yang ada, mulai mengerjakan hal baru yang ingin diraih.

Keriuhan Malam Tahun Baru, Penulis di Taman Tematik Pangkajene Pinggir Sungai . (foto: ist/*)
Keriuhan Malam Tahun Baru, Penulis di Taman Tematik Pangkajene Pinggir Sungai . (foto: ist/*)

Bagi penulis sendiri, tantangan terbesar pada diri setiap orang adalah tantangan untuk tidak mager dan rasa malas. Jangan mager, karena pada saat mager itulah banyak peluang dan impian terkubur. Teruslah bergerak melakukan hal-hal positif. Lakukan kebaikan-kebaikan kecil yang menimbulkan aura positif, berpikir positif serta penerimaan positif dari lingkungan sekitar.

Untuk mengatasi mager dan rasa malas yang setiap saat bisa menghinggapi siapa saja tersebut, mari kita belajar dari Orang Jepang dalam mengatasi mager dan rasa malasnya, yaitu:

1. Ikigai (Temukan tujuan hidupmu). Temukan sesuatu yang membuatmu semangat belajar dan bekerja setiap hari karena tujuanmu adalah bahan bakarmu.

2. Keizen (Fokus pada peningkatan kecil setiap hari), daripada mencoba melakukan semua sekaligus.

3. Pomodoro (Bekerja selama 25 menit tanpa gangguan). Istirahat dalam 5 menit dan terus ulangi. Ini cara bagus dan efektif untuk menyelesaikan lebih banyak hal dalam waktu yang lebih singkat.

4. Harahachibu (Jangan makan saat kamu telah 80% kenyang). Berhenti makan, ini akan meningkatkan energimu.

5. Shoshin (Lakukan setiap tugas seperti seorang pemula). Dengan rasa yang sama seperti kamu baru pertama kali melakukannya.

6. Wabisabi (Terimalah ketidaksempurnaan). Daripada stress pada detail kecil, lebih baik berbuat dan bertindak daripada menunggu kesempurnaan, karena sering kali kesempurnaan tidak dapat dicapai.

Demikianlah tips mengatasi mager dan rasa malas, yang selayaknya dapat menjadi resolusi tersendiri di Tahun ini. Jika dapat mengatasinya, maka pencapaian apapun akan dengan mudah diraih, dan sejatinya demikian pulalah yang diajarkan dalam agama (islam) dengan bahasa yang berbeda namun maksud dan tujuannnya sama.

“Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin. Jika tidak, maka itulah orang yang merugi”.

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pimred Media Palontaraq.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT