BerandaEkonomiWapres Menyoal Literasi Syariah 23,3 Persen dari Target 50 Persen

Wapres Menyoal Literasi Syariah 23,3 Persen dari Target 50 Persen

Laporan: Muhammad Farid Wajdi *)

PALONTARAQ.ID, PADANG – Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin menyoal rendahnya level literasi ekonomi dan keuangan syariah. “Saat ini, tingkat literasi ekonomi syariah dan keuangan syariah baru berada pada level 23,3 persen. Tingkat literasi dan pangsa pasar turut berpengaruh pada capaian dan program kerja ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” ungkapnya.

Meskipun, tingkat literasi saat ini sudah naik dibandingkan Tahun 2019 yang berada hanya pada level 16 persen, tetapi capaian ini masih di bawah target yang ingin dicapai, yaitu 50 persen. Sementara, pangsa pasar ekonomi dan keuangan syariah Indonesia per Juni 2023 sekitar 10,9 persen.

Hal ini diungkapkan Wapres RI KH Ma’ruf Amin saat membuka “Minangkabau Halal Festival 2023” yang diinisiasi Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Universitas Negeri Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (8/9/2023). Menurut Mantan Ketua PBNU ini, tingkat literasi ekonomi dan keuangan syariah adalah gambaran sejauh mana pengetahuan dan penerimaan masyarakat Indonesia terhadap produk dan layanan syariah.

“Karena itu peningkatkan literasi menjadi penting untuk mengetahui sejauh mana progres pemahaman masyarakat di tengah upaya mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. MES dalam hal ini harus memegang peranan penting dan diharapkan membawa solusi nyata atas berbagai problem umat dan dampak kebaikannya dirasakan secara langsung oleh rakyat,” ujarnya.

Selain itu, Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)  mengingatkan tagline dan komitmen untuk memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat.

Wapres RI KH Ma’ruf Amin berharap melalui “Minangkabau Halal Festival 2023” menjadi langkah nyata Sumatera Barat Menuju Produsen Halal Dunia. “Pemerintah berharap potensi syariah yang ada di Sumatera Barat terus dikembangkan dan menjadi contoh dalam menularkan semangat positifnya ke provinsi lain agar kemajuan ekonomi dan keuangan syariah dapat juga diwujudkan di wilayah-wilayah lain.

“Manfaatkan festival ini dengan sebaik-baiknya untuk mempererat silahturahmi dan memperluas jejaring kerja sama antarpemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah. Tidak sebatas kemitraan di Sumatra Barat saja, tetapi meluas ke mancanegara,” harapnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT