Oleh: Abu Miftah *)
Related Post: Tolong Jangan buat Stres Kyai Ma’ruf Amin
PALONTARAQ.ID – Stres berpengaruh banyak pada tubuh, termasuk dapat memicu kenaikan gula darah yang erat kaitannya dengan diabetes. Jika hal ini terus berlangsung, risiko seseorang untuk mengalami penyakit diabetes tentu dapat meningkat.
Sementara bagi diabetesi (pengidap diabetes), kadar gula darah yang sulit terkendali akibat stres juga memiliki bahaya tersendiri.
Apa saja pengaruh stres terhadap gula darah? Ketahui apa dampaknya dan bagaimana cara tepat penanganannya. Stres berisiko memicu diabetes pada orang yang sehat hidung terasa panas
Saat Anda menghadapi stres fisik maupun emosional, tubuh akan melepaskan hormon kortisol untuk meningkatkan fokus, energi, dan kewaspadaan.
Jika Anda dapat mengelola stres dengan baik, mekanisme stres sebenarnya dapat membantu Anda menghadapi dan menyelesaikan masalah.
Akan tetapi, stres yang berlangsung terus-menerus juga dapat memicu kenaikan gula darah dan diabetes melalui beberapa cara berikut.
1. Hormon stres mengganggu produksi insulin. Bila Anda sering mengalami stres, tubuh akan terus memproduksi hormon stres utama berupa kortisol. Pelepasan kortisol ini ternyata memengaruhi kadar hormon insulin.
Hormon insulin sendiri membantu memindahkan glukosa (gula) dari darah ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Jika tubuh kekurangan insulin, glukosa akan bertahan dalam darah sehingga kadar gula darah menjadi tinggi dan sulit kembali normal.
2. Stres mengubah kebiasaan makan. Stres bisa memicu kebiasaan makan yang meningkatkan kadar gula darah dan risiko diabetes.
Ketika mengalami tekanan, banyak orang melampiaskannya dengan makan secara berlebihan (emotional eating) atau mengonsumsi makanan manis.
Makan mungkin dapat mengurangi stres sejenak, tapi ini bukan solusi untuk mengelola stres jangka panjang.
Lama-kelamaan, kebiasaan melampiaskan stres dengan makan dapat berujung menyebabkan obesitas atau penyakit diabetes melitus.
3. Kualitas tidur menjadi terganggu. Stres dan siklus tidur sama-sama dikontrol oleh sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal di dalam otak.
Ketika seseorang mengalami stres berat dan berkepanjangan, sistem yang mengatur siklus tidur ini akan berubah arah karena lebih banyak memproduksi kortisol.
Perubahan sistem di otak lantas mengganggu pola dan kualitas tidur. Jika seseorang kurang tidur, ia akan lebih rentan mengalami intoleransi glukosa.
Intoleransi glukosa merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah.
Mari kita jaga nikmat kesehatan yang sudah Allah berikan, jangan sampai nanti ada penyesalan.
Kesehatan sangat tergantung dengan apa yang dimakan, kebiasaan yang dilakukan dan apa yang selalu dipikirkan, ini yg disebut pola hidup.
Berikut ini cara mudah dan murah untuk menjaga kesehatan
1. Makan, minum dan tidur sesuai tuntunan Rasulullah saw
2. Hindari stres, emosi dan sakit hati serta perbanyak syukur.
3. Rutin olah raga.
4. Jika kadar gula masih tinggi, anda dapat melakukan terapi Fashdu pada ahlinya.
Semoga bermanfaat adanya. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)
(* Abu Miftah, Terapis Fashdu


