BerandaMainstream5 Desa Wisata Rekomendasi Kemenparekraf RI

5 Desa Wisata Rekomendasi Kemenparekraf RI

Laporan: Ramadhan Makkulau  *)

PALONTARAQ.ID – Apa resolusimu di Tahun 2022? Jika belum ada rencana wisata untuk Tahun 2022, maka rekomendasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) terkait 5 Desa Wisata yang patut dikunjungi ini, layak kamu pertimbangkan untuk menjadi destinasi wisata tahun ini.

Dari persawahan sejuk nan asri hingga laut sebening kristal, semuanya ada di 5 rekomendasi desa wisata dari Mas Menteri @sandiuno ini, Sob! Memang patut dijajal, khususnya bagi mereka yang memang menyukai wisata petualangan, selain menikmati wisata alam juga dapat berkenalan dengan kehidupan sosial budaya masyarakat setempat.

Desa wisata terbukti berhasil menyejahterakan masyarakat setempat, menciptakan peluang lapangan kerja lebih luas, hingga membangkitkan ekonomi daerah, loh. Inilah 5 Desa wisata yang direkomendasikan Kemenparekraf RI tersebut:

1. Desa Wisata Arborek, Raja Ampat, Papua

Sumber: IG Kemenparakraf.RI
Sumber: IG Kemenparakraf.RI

Wisata ke Raja Ampat boleh jadi adalah impian hampir semua orang, gugusan pulaunya memiliki keindahan panorama yang tiada tandingannya. Salah satu spot wisatanya adalah Pulau Arborek (Desa Wisata Arborek), terletak di Distrik Meosmansar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Pulau Arborek memiliki luas sekitar 7 hektare, hanya butuh waktu kurang lebih 30 menit dengan berjalan kaki untuk mengelilinginya. Pemandangannya sangatlah indah dengan hamparan pasir putih, lautnya yang jernih, rumah-rumah warga dan homestay yang tersusun rapih sangat menawan pandangan siapa saja yang melihatnya.

2. Desa Wisata Pujon Kidul, Malang

Sumber: IG Kemenparakraf.RI
Sumber: IG Kemenparakraf.RI

Desa Wisata Pujon Kidul terletak di sisi barat melewati Kota Batu Malang, Jawa Timur. Jarak yang ditempuh dari pusat kota sekitar 30 km dengan waktu perjalanan sekitar 1,5 jam. Desa Wisata ini menawarkan wisata agro dan petualangan, seperti kegiatan petik sayur, outbound, camping, belajar membuat biogas, mengolah susu, atau beternak.

3. Desa Wisata Selasari

Sumber: IG Kemenparakraf.RI
Sumber: IG Kemenparakraf.RI

Desa Wisata Selasari berada di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Desa ini mengandalkan potensi wisata berbasis alam, budaya, kuliner, dan petualangan. Jarak desa wisata itu dengan Bandara Nusawiru adalah sekitar 18 km dengan lama berkendara sekitar 33 menit.

4. Desa Wisata Cisande

Sumber: IG Kemenparakraf.RI
Sumber: IG Kemenparakraf.RI

Desa Wisata Cisande berada di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Beberapa kegiatan wisata di desa ini cukup beragam, dari edukasi peternakan, budidaya ikan hias dan ikan lele, menghias layang-layang, menanam padi, outbond flying fox, panahan, river tubing, dan kemah di camping ground.

Bagi pencinta wisata kuliner, dapat mampir ke taman kuliner berisi angkringan dan warung kopi, serta fasilitas kelas masak masakan tradisional khas Desa Cisande. Juga ada wisata kriya, berupa kerajinan tangan warga Desa Cisande. Ada rumah produksi kriya sandal jepit, permainan tradisional khas Cisande, anyaman bambu, abon lele, batik khas Kecamatan Cicantayan di Sukabumi, serta pakaian khas pangsi.

Desa Wisata Cisande juga memiliki marching band Opa-Oma yang sudah ada sejak tahun 2015.  Uniknya, anggota marching band tersebut rata-rata berusia 50-70 tahun dan tidak memiliki pengalaman sebagai pemain marching band sewaktu muda. Marching band tersebut kini menjadi salah satu daya tarik Desa Wisata Cisande.

5. Desa Wisata Penglipuran, Bali

Sumber: IG Kemenparakraf.RI
Sumber: IG Kemenparakraf.RI

Desa Penglipuran adalah satu diantara 9 desa adat di Bali, berada di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, dan berjarak sekitar 45 km dari Kota Denpasar. Menurut legenda setempat, desa ini sudah ada sejak 700 tahun lalu, yaitu pada zaman Kerajaan Bangli.

Desa Penglipuran merupakan hadiah dari Raja Bangli kepada masyarakat yang ikut bertempur melawan Kerajaan Gianyar. Sampai kini, masyarakat Desa Penglipuran masih teguh memegang tradisi leluhurnya dan menerapkan hukum adat yang disebut awig-awig dan drestha.

Menariknya Desa Penglipuran dikenal sangat bersih dan memperhatikan kebersihan sehingga dinobatkan sebagai Desa Terbersih di Dunia, setelah Desa Mawlynnong di India dan Giethoorn di Belanda. Jadi, sampah berserakan, bising kemacetan, dan polusi udara mustahil ditemukan di desa ini. Setiap 30 meter dalam lingkungan desa terdapat tempat sampah dan diterapkan aturan adat ketat dengan sanksinya.

Pintu gerbang masuk Desa Penglipuran, Bali. (foto: ist/*)
Pintu gerbang masuk Desa Penglipuran, Bali. (foto: ist/*)

Wisatawan yang hendak berkeliling Desa Penglipuran harus berjalan kaki. Saat memasuki desa, deretan tanaman hijau dan bunga warna-warni, seperti bougenvil, kembang sepatu, mawar, dan kamboja akan menyambut dengan kesejukan yang memanjakan mata. Desa Penglipuran juga mendapat beberapa penghargaan bergengsi lain, seperti Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) pada 2017 dan Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation.

Demikianlah Rekomendasi 5 Desa Wisata Kemenparekraf RI. Jadi, untuk menikmati wisata alam, wisata agro dan wisata petualangan sekaligus, kamu sudah tahu harus kemana. Sampai jumpa di 5 Desa Wisata tersebut dan bagi kamu yang ingin membagikan kisah perjalanan di palontaraq.id, dapat mengirimkannya via email: palontaraq@gmail.com

Ditunggu tulisannya, sertakan pula foto narzis kamu dan foto terindah tempat wisata yang kamu kunjungi.

 

(* Ramadhan Makkulau, Mahasiswa Agrobisnis Univeritas Muslim Maros (UMMA)/Jurnalis Palontaraq.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT