Beranda Edukasi Arti, Tujuan dan Fungsi menjadi Relawan Pendidikan

Arti, Tujuan dan Fungsi menjadi Relawan Pendidikan

 

Oleh: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Relawan pada hakikatnya adalah kata lain dari Kemanusiaan. Kalau ada orang yang ikhlas, tulus, dan bekerja tanpa pamrih untuk menolong dan membantu sesamanya, maka dapat dikatakan bahwa orang itu telah melaksanakan hakikat kemanusiaannya.

Keadilan sosial bagi seluruh ......??? (foto: suduttepi/*)
Keadilan sosial bagi seluruh ……??? (foto: suduttepi/*)

Arti Relawan

Sebagai makhluk sosial, tidak ada seorangpun yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Karena itu pada hakikatnya setiap kita adalah relawan, yang sudah menjadi ‘sunnatullah’ jika membutuhkan bantuan dan secara kodrati, selalu muncul kebutuhan untuk membantu orang lain.

Untuk menjadi manusia sebenar-benar manusia, kita butuh untuk membantu orang lain. Tak hanya sekadar ‘keinginan’, tapi membantu orang lain itu sebagai kebutuhan.

Jika ada ‘keinginan’ untuk membantu orang lain dengan maksud-maksud tertentu, ada motif tersembunyi, maka hal tersebut tidak lagi dapat disebut sebagai relawan.

Para Relawan saat mendampingi belajar Anak-anak SDN 38 ButtuE.  (foto: dok.RPI/palontaraq)
Para Relawan saat mendampingi belajar Anak-anak SDN 38 ButtuE.  (foto: dok.RPI/palontaraq)

Namanya juga relawan. Artinya bekerja, membantu atau turun tangan dengan suka rela tanpa mengharapkan imbalan. Yang namanya relawan, sudah pasti tak bergaji.

Kita butuh menjadi relawan, karena kita butuh menjadi “manusia”, dalam kesejatian sebagai makhluk sosial.

Disinilah pentingnya memahami arti relawan dan arti menjadi relawan. ‘Relawan’ sebagai “manusia” yang butuh membantu orang lain dan ‘Menjadi Relawan’ yang butuh mengorganisir diri bersama yang lain agar aspek kerelawanan kita lebih berdampak luas.

Para relawan pendidikan saat mendampingi belajar Anak-anak SDN 38 ButtuE. (foto: dok.RPI/palontaraq)
Para relawan pendidikan saat mendampingi belajar Anak-anak SDN 38 ButtuE. (foto: dok.RPI/palontaraq)

Manfaat dan Tujuan Relawan

Penegasan “Menjadi relawan”, berarti menyamakan tujuan: kerja-kerja kerelawanan dalam skala luas dan berdampak besar, selain karena untuk tugas dan kerja kerelawanan yang dimaksud membutuhkan: Pengenalan Lapangan, Pemetaan dan Analisis Masalah, Target dan Sasaran, Kapasitas Sumber Daya, Kebutuhan Pengorganisasian, dan Langkah-langkah selanjutnya.

Apa manfaat “Menjadi Relawan”? Menjadi Relawan berarti tak lagi bekerja sendiri membantu orang lain. Menjadi Relawan berarti meluaskan Pergaulan. Menjadi relawan berarti siap bersinergi dan berkolaborasi dalam kerja-kerja pengabdian dan tugas sosial.

Kelas Inspirasi Pangkep di Pulau Salebbo, Pangkep.
Kelas Inspirasi Pangkep di Pulau Salebbo, Pangkep.

Semakin luasnya pergaulan adalah salah satu manfaat dari Menjadi Relawan. Syarat mutlaknya adalah: (1) Tidak boleh egois, karena tak ada kerja pribadi, yang ada adalah kerja kolaborasi. (2) Mau belajar dan berkontribusi. (3) Siap Turun Tangan dan ambil bagian dari setiap kerja kerelawanan.

Ada begitu banyak pengalaman baru yang nantinya akan didapatkan dengan “Menjadi Relawan”, mengorganisir diri bersama kawan-kawan seperjuangan yang ikhlas, tulus dan bekerja tanpa pamrih.

Dengan menjadi Relawan, setiap kita dapat merasakan pengalaman interaksi sosial yang elegan dan bersahabat, baik dengan sesama relawan maupun dengan masyarakat. Hal ini tentu saja menimbulkan satu perasaan bahagia tersendiri.

Nilai diri dilihat dari ketulusan peduli, berbagi dan membantu tanpa pamrih. (foto: act-obelobel)
Nilai diri dilihat dari ketulusan peduli, berbagi dan membantu tanpa pamrih. (foto: act-obelobel)

Pengalaman kerelawanan, siap terjun dan sigap membantu orang lain yang membutuhkan, bukan hanya mendatangkan kebahagiaan di bumi, tapi juga mendatangkan keberkahan dari langit, Insya Allah pahala berlipat ganda bagi yang meringankan beban saudaranya.

Relawan itu adalah kerelaan, ketulusan dan keikhlasan. Setiap diri relawan tidak dipaksa untuk melakukan ini dan itu. Setiap orang bisa mengenal dirinya sendiri, dan berkontribusi sesuai kapasitas dan kemampuannya.

Pada akhirnya, relawan tangguh akan akrab dan terbiasa menghadapi masalah sosial, dan itu investasi dan ladang amal tersendiri. Relawan akan akrab dengan masyarakat dan lingkungannya, menjadi lebih bertanggung jawab dengan tugas-tugas pengabdiannya.

Para relawan pendidikan mengajar di sekolah darurat. (foto: ist/palontaraq)
Para relawan pendidikan mengajar di sekolah darurat. (foto: ist/palontaraq)

Fungsi Relawan Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, banyak sekali terjadi ketimpangan. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya dan tak mungkin diurai satu persatu dan diatasi oleh satu leading sektor saja, baik di lapangan pemerintahan, swasta, maupun di masyarakat.

Pendidikan adalah satu sektor penting yang harus dan seharusnya menjadi perhatian utama. Jika rusak pendidikan, maka segala-galanya di sektor lain bisa juga rusak. Sebaliknya, jika baik pendidikan, maka sektor lainnya akan menjadi lebih mudah dibenahi, termasuk ekonomi dan politik.

saat menjadi relawan pendidikan di Lombok Timur, NTB. (foto: ist/palontaraq)
saat menjadi relawan pendidikan di Lombok Timur, NTB. (foto: ist/palontaraq)

Karena itu selayaknya Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Bangunan peradaban tak akan berdiri utuh, kokoh dan megah jika bangunan pendidikan tak terbenahi dengan baik. Mereka yang ambil bagian untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan, termasuk relawan pendidikan adalah merekalah, sejatinya pembangun peradaban.

Siapakah yang dimaksud relawan pendidikan itu? Mereka tentu adalah ‘manusia-manusia pilihan’ yang selalu gelisah ingin turut berkontribusi dalam perbaikan pendidikan. Mereka yang turun tangan ambil bagian dalam membenahi pendidikan di lingkungan sekitarnya.

Para relawan pendidikan mengajar di sekolah darurat. (foto: ist/palontaraq)
Para relawan pendidikan mengajar di sekolah darurat. (foto: ist/palontaraq)

Siapakah mereka yang laik dan layak sebagai relawan pendidikan? Mereka tentu saja adalah yang berkontribusi menjadi relawan pengajar dan meluangkan waktu dalam kerja-kerja perbaikan pendidikan, termasuk hal-hal terkait dengan itu, dalam situasi bencana maupun dalam kondisi normal.

Mereka yang menjadi relawan pendidikan adalah mereka yang gelisah melihat anak-anak usia sekolah tak dapat ke sekolah, tak dapat memakai pakaian yang layak ke sekolah, tak dapat menikmati buku tulis dan perlengkapan sekolah yang memadai untuk belajar, tak dapat menikmati sekolah karena diskriminasi kebijakan, dan lain sebagainya.

Para relawan pendidikan mengajar di sekolah darurat. (foto: ist/palontaraq)
Para relawan pendidikan mengajar di sekolah darurat. (foto: ist/palontaraq)

Penutup

Menjadi Relawan Pendidikan adalah cara yang tepat untuk mengembangkan bakat, mempelajari, menanamkan sikap mental dan selanjutnya turut peduli akan kondisi pendidikan kekinian.

Kerja-kerja dalam kerelawanan pendidikan adalah kerja-kerja sinergi dan kolaboratif yang luas, mengingatkan pendidikan menyentuh semua aspek kehidupan sosial kita.

Ratusan santriwati menulis surat untuk Pelajar Lombok. (foto: ist/palontaraq)
Ratusan santriwati menulis surat untuk Pelajar Lombok menuangkan keprihatinan mereka disana yang terkena musibah gempa.. (foto: ist/palontaraq)

Keterlibatan diri dan pelibatan dalam komunitas relawan pendidikan akan berdampak secara tidak langsung terhadap pikiran yang lebih terbuka, memahami perbedaan, tulus menolong, berempati, dan tentu saja turut membentuk kepribadianmu lebih baik.

Seorang relawan akan belajar bahwa bahagia itu bukan hanya soal uang, bukan soal prestasi dan prestise di kampus, tapi bagaimana melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Menjadi relawan memang butuh komitmen dalam diri sendiri untuk mengabdi dan berkontribusi dengan merelakan waktu, tenaga, pikiran, dan jasa kita tanpa dibayar apa-apa. Semua itu bukan karena relawan tidak berharga, tapi karena relawan terlalu berharga untuk dibayar dengan sejumlah uang.

Nah, kawan! Mari berkontribusi dan bermanfaat lebih luas lagi dengan menjadi relawan pendidikan. Ingatlah selalu, bahwa kamu terlalu berharga untuk dibayar dengan uang.(*)

 

Etta Adil, Relawan di Relawan Pendidikan Indonesia (RPI)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

2 KOMENTAR

  1. 1.Rasulullah SAWmemiliki misi sebagai penebar kasih sayang, pemberi kabar gembira dan peringatan, pemberi kedamaian, dan kesejahteraan yang bukan hanya untukorang arab, tidak juga hanya untuk orang muslim, melainkan untuk seluruh umat manusia yang ada di bumi Allah SWT

    2.Kota Mekkah, tempat kelahiran Nabi Muhammad, dihuni oleh bangsa Arab dari suku Quraisy. Kota Mekah ini terletak di wilayah Hejaz, di wilayah berbukit dan bergunung di bagian barat Jazirah Arab, sepanjang pesisir Laut Merah.

    Lokasi Mekkah ini terletak strategis, karena di Mekkah terdapat Kabah yang dianggap suci oleh orang Arab, adanya mata air Zamzam yang tidak pernah kering, dan lokasinya di jalur perdagangan antara Syria dan Yaman. Akibatnya banyak suku Quraish di Mekah yang hidup sebagai pedagang

    Bangsa Arab sebelum menyebarnya ajaran Islam menganut sistem kepercayaan politheisme. Artinya bangsa Arab percaya dan menyembah banyak dewa-dewa atau malaikat.

    Penyembahan ini dilandasi kepercayaan bahwa berhala ini dapat dimintai bantuannya, dapat dimintai pertolongan dan perlindungan. Ada ratusan dewa yang disembah, yang mana berhala ini ditempatkan di dalam

    3.Rasulullah SAWmemiliki misi sebagai penebar kasih sayang, pemberi kabar gembira dan peringatan, pemberi kedamaian, dan kesejahteraan yang bukan hanya untukorang arab, tidak juga hanya untuk orang muslim, melainkan untuk seluruh umat manusia yang ada di bumi Allah SWT.

    4.Agar dapat tercapainya tujuan-tujuan tersebut, maka dalam berdakwah Rasulullah SAW mempunyai strategidakwah yang beliau lakukan, yaitudakwah secara sembunyi-sembunyi dandakwah secara terang-terangan.

    5.Kesuksesan dakwah Nabi Muhammad di Mekkah baru terjadi pada tahun kedelapan Hijriyah, yakni setelah nabi 8 tahun tinggal di Madinah, setelah peristiwa “Fathu Makkah” atau Penaklukkan Kota Mekkah. Setelah peristiwa tersebut Nabi Muhammad bisa secara terang-terangan menyebarkan Islam di tanah kelahirannya:

    6.bermakna bahwa Rasulullah SAWmemiliki misi sebagai penebar kasih sayang, pemberi kabar gembira dan peringatan, pemberi kedamaian, dan kesejahteraan yang bukan hanya untuk orang arab, tidak juga hanya untuk orang muslim, melainkan untuk seluruh umat manusia yang ada di bumi Allah SWT.

    7.
    1. Nabi Muhammad saw., adalah sosok orang yang jujur, baik sebelum maupun sesudah menjai nabi, sehingga ketika akan meletakkan hajar aswad seluruh oramg Mekkah baik dari berbagai macam suku mempercayakan kepada Muhammad.
    2. Setelah Nabi Muhammad saw. menjadi rasul, Nabi saw. mendapatkan intimidasi dari orang kafir Quraisy, akan tetapi Nabi saw. tidak pernah membalasnya, Nabi saw. memeranginya karena mempertahankan diri.
    3. Setelah Nabi saw. hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad saw. banyak mengajarkan pentingnya mengangkat harkat dan martabat manusia, sehingga tidak ada perbedaan jender dan adanya kesetaraan hak dan kewajiban antara si kaya dan si miskin dan antara laki-laki dan perempuan
    4. Ketika penaklukan kota Mekkah, Nabi saw. tidak akan menyerang baik anak-anak, wanita dan orang yang masuk rumahnya Abu Sofyan. Maka Nabi saw. dapat menaklukkan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah karena begitu tingginya akhlak rasullulah

    8.sama sama punya misi dlm menegakkan akidah bdanya klau dulu berperang melawan kemunkaran dgn senjata dan fisik kalau skrang berperang melawan pemikran dan teknologi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT