Beranda Highlight Bersin dan Menguap dalam Tinjauan Kesehatan Islam

Bersin dan Menguap dalam Tinjauan Kesehatan Islam

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID – Setiap diri kita pasti pernah mengalami dan merasakan bersin, yaitu suatu hentakan dari aktivitas tubuh untuk mengeluarkan udara dengan keras, melalui hidung dan mulut.

Bersin dalam Tinjauan Kesehatan Islam, dipandang sebagai hal yang di sukai oleh Allah SWT. Sebagimana Hadist Rasulullah SAW:

“Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya dan adapun menguap itu dari syeitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabila seseorang menguap dan mengeluarkan bunyi aaaa…, maka syeitan pun tertawa karenanya.” (HR. Abu Hurairah)

Bersin itu datang dari Allah Yang Maha Pengasih, sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Itulah sebabnya setiap muslim dianjurkan untuk mengucap hamdalah usai bersin karena di dalamnya mengandung faedah yang sangat luar biasa.

Bersin merupakan reaksi tubuh terhadap iritasi-termasuk debu, serbuk sari, dan bulu binatang-di lapisan hidung. Bila iritan ini masuk ke hidung kita, otak kita menerima sinyal untuk menyingkirkannya dengan cara bersin.

Bersin adalah lawan dari menguap, yang datangnya dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh.

Itupula sebabnya setiap muslim dianjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap, sebagaimana diuraikan dalam Al-Haqa’iq Al-Thabiyah fii Al-Islam, halaman 155.

Rasulullah SAW bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال

 إن الله يحب العطاس ويكره التثاؤب، فإذا عطس فحمد الله فحق على كل مسلم سمعه أن يشمته

وأما التثاؤب فإنما هو من الشيطان فليرده ما استطاع، فإذا قال: ها، ضحك منه الشيطان

صحيح البخاري في الأدب 6223

Artinya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’alaa anhu, Rasulullah bersabda, “Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya”. (Shahih Bukhari, 6223)

Imam Ibn Hajar berkata, “Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap.”

“Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)

Rasulullah SAW menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut.

Rasulullah SAW bersabda:

(( إذا عطس أحدكم فليقل الحمد لله، وليقل له أخوه أو صاحبه: يرحمك الله

فإذا قال له يرحمك الله فليقل: يهديكم الله ويصلح بالكم )

صحيح البخاري في الأدب: 6224

Artinya:

Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum (HR. Bukhari, 6224)

Dalam Tinjauan Medis, para dokter di kekinian meyakini bahwa Menguap merupakan gejala otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh.

Menguap seringkali terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian.

Biasanya menguap itu terjadi dalam bentuk aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam.

Ilustasi menguap (foto: ist/palontaraq)
Ilustasi menguap (foto: ist/palontaraq)

Mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Itulah sebabnya, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka akan berpotensi dimasuki berbagai jenis mikroba dan debu, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, secara Kesehatan Islam, yang umum kita sebut sebagai Thibbun Nabawi, dianjurkan untuk menutup mulut sekuat-kuatnya apabila ada keinginan menguap diluar kesadaran kita.

Cara menutup mulut saat menguap, yaitu dengan menggunakan tangan kanan atau  dengan punggung tangan kiri.

Demikian, Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...