Feature Jokowi bagi-bagi Sembako, Pengamat: Tak ada Wibawa

Jokowi bagi-bagi Sembako, Pengamat: Tak ada Wibawa

-

- Advertisment -

 

Laporan: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali turun langsung membagikan paket sembako di jalan Raya Kedung Halang, Bogor, Minggu (26/4).

Tak ayal lagi, Aktivitas tersebut menjadi sorotan media dan viral di media sosial. Di satu sisi, banyak yang menyambut gembira, disisi lain, banyak pula yang mencibirnya sebagai bentuk pencitraan ditengah Pandemi Covid-19.

Jokowi, dibantu Paspampres bagi-bagi sembako. (foto: ist/palontaraq)
Jokowi, dibantu Paspampres bagi-bagi sembako. (foto: ist/palontaraq)

“Kenapa tidak menyalurkan di lembaga yang sudah ada, supaya teratur dan tertib, juga diketahui bahwa penerima adalah orang yang layak mendapatkan bantuan,” ujar seorang netizen di akun medsosnya.

Ekonom Senior Rizal Ramli menilai Presiden memiliki banyak kekuasaan untuk membuat rakyat hidup lebih baik. “Loh ini kok kayak Santa Claus? Sebegitu haus pengakuankah?,” cuitnya di Twitternya, Senin (27/4/2020).

Selain membaginya di pinggir jalan, Jokowi juga terlihat langsung ke rumah warga. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin menyebutkan, pembagian sembako itu dilakukan Kepala Negara pada Minggu (26/4/2020) di wilayah Sempur, Bogor.

“Minggu sekitar pukul 09.00 WIB malam dan datang ke rumah-rumah penduduk,” kata Bey saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2020). Ada sekitar tiga rumah warga yang didatangi langsung oleh Presiden Jokowi. Namun, tidak hanya warga di tiga rumah itu yang mendapatkan paket sembako.

Sembako Presiden. (foto: ist/palontaraq)
Sembako Presiden. (foto: ist/palontaraq)

Kepala Desa sempat stres menurut Bey, membagikan paket sembako langsung ke rakyat merupakan cara Presiden Jokowi secara pribadi menyatakan keprihatinan dan empati kepada masyarakat yang sedang dalam kesulitan.

“Pak Jokowi juga kita tahu bahwa selama ini memang dikenal dekat dengan wong cilik, jadi sangat mengerti kesulitan hidup yang sedang melanda,” kata Bey. Bey pun memastikan bahwa protokol kesehatan Covid-19 tetap diterapkan saat Presiden Jokowi menuju ke rumah warga.

Presiden Jokowi tercatat sudah beberapa kali membagikan sembako di tengah pandemi Covid-19. Namun, pembagian sembako sebelumnya hanya dilakukan di pinggir jalan, ditemani Paspampres.

Menanggapi aksi Jokowi itu. Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago mengungkapkan bahwa itu sangat tidak elok dan tak menunjukkan wibawa pemimpin negara.

“Niat baik oke, tapi caranya tidak elok. Sudah banyak diingatkan orang bahwa itu salah, cara lempar-lempar (sembako) ke rakyat. Tetapi tetap, tingkah laku yang tak elok ini dipertahankan,” ujarnya, Selasa (28/4).

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu menilai bahwa Pemerintahan Presiden Jokowi saat ini sudah hampir kehilangan legitimasi. Ketidakpercayaan publik terus tumbuh. Jika tidak cepat siuman, pemerintahan sudah di tepi jurang.

“Kecuali dalam waktu dekat mereka mau berbenah dan introspeksi diri, mau memperbaiki kredibilitas,” pungkas Pangi.

Sementara itu, banyak netizen berkicau di media sosial bahwa merasa malu mendapati video viral Presiden Jokowi membagi-bagikan langsung bantuan. “Itupun bukan sembako, yang terlihat itu hanya sabako, satu kebutuhan pokok, seperti beras yang dibagikan di pinggir jalan itu,” ujar Adi, seorang netizen dalam twitnya.

Terlihat iring-iringan kendaraan yang salah satunya ditumpangi oleh orang nomor satu di Indonesia. Jokowi yang berada di mobil sedan berwarna hitam melambaikan tangan kepada warga lalu menunjuk ke arah belakang.

Beberapa saat kemudian, seorang yang menumpang mobil minibus di belakang kendaraan Jokowi, membagikan sembako kepada warga.

Aksi tersebut tak pelak mengundang komentar dari warganet, meski bukan kali pertama terjadi.

Pemilik Akun @sociotalker berkomentar, “Pak @jokowi, you were not elected to be a santa claus! (Pak @jokowi, Anda tidak terpilih untuk menjadi seorang santa claus –Red),”. Menurut @Sociotalker, jika Jokowi ingin menunjukkan kepedulian, harus lewat langkah nyata bukan donasi di jalanan.

“Because if you want to show compassion as a president who holds political power, do it with real policy and coordinated actions, not with street donation.” (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Turunkan Tensi dengan Teh Bunga Rosella

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Tips Membuat Minuman Herba Penurun Tensi dan Rematik PALONTARAQ.ID - Kenal dengan Rosela? Bukan,...

Kisah Heroik Kapten Ruslan Buton Selamatkan Korban Penyanderaan

  Oleh: Ir. H Soetrisno T. Sudrjo PALONTARAQ.ID - Peristiwa itu terjadi sekira Tahun 2004 silam di tempat tinggal kami Jalan...

Ponpes Putri IMMIM siap Terapkan ‘New Normal’

PALONTARAQ.ID - Hasil Rapat Pimpinan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep, Jumat (29/5/2020) memutuskan tanggal 15 Juli sekolah dibuka...

Sekolah buka lagi?

Oleh: Ahmad Hadiwijaya, Dokter Anak/Korlap Relawan Covid-19 ALPUKAT PALONTARAQ.ID - Satu persatu fasilitas umum dibuka dan diaktifkan. Diawali dengan pembukaan...

Dua Perupa asal Pangkep Komentari Patung Sultan Hasanuddin

  Laporan: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Patung Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin yang sosok dan karakter wajahnya berbeda-beda bertebaran di beberapa titik...

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Pemimpin yang Menyengsarakan Rakyat

Oleh: Ustadz Miftahul Ihsan, Lc إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ...

Must read

Kisah Heroik Kapten Ruslan Buton Selamatkan Korban Penyanderaan

  Oleh: Ir. H Soetrisno T. Sudrjo PALONTARAQ.ID - Peristiwa itu...

Turunkan Tensi dengan Teh Bunga Rosella

  Oleh: Muhammad Farid Wajdi Tulisan sebelumnya: Tips Membuat Minuman...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you