BerandaEkonomiNatura Non Facit Saltum!

Natura Non Facit Saltum!

Ilustrated byL wimpoli
Ilustrated by: wimpoli

Oleh: W.I.M Poli

PALONTARAQ.ID – Kini ada demam “Revolusi Industri 4.0” yang melanda dunia. Diinginkan perubahan besar dan cepat. Umumnya, orang tidak mau ketinggalan kereta.

Keinginan ini diperhadapkan dengan hasil penglihatan seorang tokoh Ilmu Ekonomi, Alfred Marshall (1842-1924). Di halaman depan bukunya, “Principles of Economics” (1890), ditulis: “Natura Non Facit Saltum.”

Artinya, alam berubah tidak dengan loncatan-loncatan besar, melainkan perubahan-perubahan kecil yang terakumlasi dalam perjalanan waktu. Evolusi! Bukan revolusi! Pikiran yang sama dipopulerkan terlebih dahulu lewat Teori Evolusi dari Charles Darwin (1809-1882).

Secara tidak langsung pendapat Darwin dan Marshall diperkuat Kurt Lewin (1890-1947) dengan teorinya tentang Analisis Kekuatan Medan. Setiap perubahan akan menghasilkan kekuatan yang melawannya, yang menghambat proses perubahan.

Kini, kita hidup di Abad XXI, dengan gelombang perubahan yang cepat, luas, dan intensif. Pendapat Marshall, Darwin, dan Lewin di atas kiranya perlu disandingkan dengan Teori-M dari fisikawan kawakan, Stephen Hawking (1942-2018).

Menurut Hawking, setiap teori tentang jagad-raya ada kebenarannya, tetapi tidak ada satu teori yang paling benar. Teori-M adalah teori yang belum ada, tetapi didambakan akan ada.

Dan, ciri Teori-M yang didambakan itu harus sederhana, dan dapat dimengerti orang banyak, bukan hanya segelintir orang pilihan. Pendapat yang sama sudah dikemukakan sebelumnya oleh Albert Einstein (1879-1955).

Katanya: “Jika Anda belum dapat menjelaskan dengan sederhana, Anda belum memahami apa yang mau dijelaskan.”

Renungan: Apa pendapatku tentang perubahan di Abad XXI, di lingkunganku sendiri?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT