Mengkultuskan Muwafiq, Merendahkan Nabi SAW

Gus Muwafiq. (foto: ist/palontaraq)

Gus Muwafiq. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

Related Post: FPI Polisikan Gus Muwafiq soal Penistaan Agama

PALONTARAQ.ID – Orang-orang yang taklid buta, ashobiyah, membela Muwafiq secara brutal tak sadar telah ikut merendahkan Nabi Muhammad SAW. Mereka ini nalarnya terbalik, Muwafiq dianggap suci, tak pernah salah, tak boleh dicela dan dikritisi, tak boleh di sanksi, sementara mereka bungkam atas tindakan Muwafiq yang merendahkan Nabi SAW.

Allah SWT membongkar hakekat kebusukan Muwafiq. Kembali beredar, video celotehan muwafiq merendahkan Nabi SAW dengan mempersoalkan beliau SAW yang menikahi Aisyah RA, ummul mukminin, dalam usia 9 (sembilan) tahun. Dalam video itu, dengan nada mengejek dan merendahkan, Muwafiq berulangkali mempertanyakan tindakan itu, menyebut nalarnya tak sanggup mencerapnya.

Jadi, Muwafiq ini memang punya tabiat, karakter bahkan hobi merendahkan Nabi SAW. Tindakannya yang menyebut masa kecil Nabi SAW rembes, tidak terurus, bahkan nyolong jambu jika di Arab ada pohon jambu, bukanlah keseleo atau kepleset lidah. Namun, tindakan yang dilakukan secara sadar.

Saya heran kepada orang atau ulama yang menisbatkan dirinya aswaja, pecinta Nabi SAW, tetapi tidak menuntut Muwafiq. Bahkan, habis-habisan membela Muwafiq ?

Muncul tagar #KamiBersamaMuwafiq. Orang orang ini tak sadar, ketika mendeklarasikan bersama Muwafiq berarti sama saja orang orang ini menentang Rasulullah SAW. Kalau menentang Rasulullah kenapa masih mengklaim cinta Nabi SAW ?

Rezim juga ikut membela Muwafiq, dengan tidak segera memproses kasusnya. Kasus Muwafiq sama dengan Busukma, ditelantarkan.

Bahkan, rezim membuat operasi pengalihan isu. Habib Ja’far shodik diperkarakan, dituding menghina Ma’ruf Amien, padahal video yang menjadi dasar perkara itu video lama, video saat Pilpres. Kenapa baru sekarang ditindak? Apalagi Ma’ruf Amien menyatakan memaafkan, lah kewenangan menyidik polisi itu dasarnya apa ? Itu kan delik aduan ?

Target yang jelas ingin diraih adalah mengubah posisi para penuntut Muwafiq berubah menjadi terdakwa, pesakitan. Mengubah opini umum tuntutan agar Muwafiq dan Busukma dipenjara, berubah membahas penghinaan Ma’ruf Amien. Pengalihan isu.

Tetapi umat ini sudah paham kelakuan rezim, sudah banyak umat ini yang diperlakukan zalim, ulamanya ditangkapi. Sementara para penjilat di barisan rezim dapat terus melenggang bebas, terus menghina agama Islam.

Sebut saja Abu Janda, Ade Armando, Deny Siregar, Fictor Laiskodat, Busukma, Muwafiq, semua nama ini penghina dan pencela Islam yang mendapat perlindungan dari bunker penguasa. Sampai saat ini semua laporan polisi terhadap mereka tidak diproses.

Polisi hanya garang menghadapi Gus Nur, Habib Bahar bin Smith, Ustadz Bernard, Ustadz Slamet Ma’arif, Habib Ja’far Shadiq. Tapi begitu menghadapi Abu Janda, Ade Armando, Deny Siregar, Victor Laiskodat, Busukma, Muwafiq, polisi melempem.

Baiklah, kalian punya kuasa, punya alat negara, tetapi kami punya iman dan Allah SWT. Kami tak akan mundur, untuk menuntut penista agama, penista Rasulullah Muhammad SAW hingga masuk penjara. Silahkan permainkan hukum, kami akan permainkan opini publik dan melakukan penggalangan massa.

Kami akan demo berjilid-jilid, kami akan terus melakukan konsolidasi, kami akan terus mengkondisikan opini, kita lihat saja siapa yang lebih kuat dan menang. Kalian para pengikut Muwafiq, atau kami pengikut Rasulullah SAW. Kalian, umatnya Muwafiq atau kami umatnya Kanjeng Nabi Muhammad SAW. [*]

Like it? Share it!

Leave A Response