Oleh: W.I.M Poli
PALONTARAQ.ID – Jendela ada untuk melalukan cahaya dan angin segar kedalam rumah, tetapi bukan tanpa batas. Ada pilihan posisi dan ukuran jendela.
Bukan hanya itu. Ada pula kain jendela yang turut membatasi keluar-masuknya sinar dan angin. Bukan hanya itu. Ada ukuran dan warna pilihan pemilik rumah.
Hasil akhir yang diinginkan: keterpaduan, keserasian, dan keindahan yang menyehatkan dan menyenangkan.
Kita berada di lingkungan Abad XXI dengan lalu-lintas gelombang manusia, barang, jasa, informasi, gaya hidup dan nilai-nilai yang mendasarinya. Gelombang perubahannya cepat, intensif, dan disruptif. Apa pilihan kita?
Kata Mahatma Gandhi: “Kita membuka semua pintu dan jendela kita untuk masuknya semua macam gelombang, sambil tetap bediri teguh di atas kaki sendiri.”
Dalam hal kurikulum pendidikan, misalnya, ada muatan nasional dan global, yang seyogianya diimbangi muatan lokal yang membumi pada kebudayaan sendiri. Tanpa kebudayaan, kita hilang jatidiri.
Implikasi Revolusi Industri 4.0 di bidang pendidikan nasional? Tanda tanya dan tanda seru!
Renungan: Selamat datang gelombang perubahan Abad XXI dalam batas kebijakan nasional pembangunan Indonesia. (*)


