Ekonomi Enggar 'Agen Cukong' Larang Minyak Goreng Curah?

Enggar ‘Agen Cukong’ Larang Minyak Goreng Curah?

-

- Advertisment -

Minyak goreng curah. (foto: ist/palontaraq)
Minyak goreng curah. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

PALONTARAQ.ID – Kurang kerjaan saja Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Enggar ini, melarang peredaran minyak goreng curah hanya berdalih untuk menjamin kesehatan masyarakat.

Situ izinin Import ugal-ugalan, bahkan tanpa labelisasi halal untuk pruduk daging, peduli pada kesehatan masyarakat? Masyarakat Indonesia itu mayoritas muslim, unsur pertama sebelum bicara sehat itu wajib halal.

Situ dulu terbitkan Permendag Nomor 29 Tahun 2019 tentang ketentuan ekspor dan impor hewan dan produk hewan, merevisi Permendag 59 Tahun 2016.

Situ bikin aturan impor produk hewan tak lagi diwajibkan mencantumkan label halal. Kan aturan begini nyakitin umat Islam.

Lagi pula, berpuluh tahun masyarakat mengkonsumsi minyak curah tidak pernah ada masalah. Belum pernah, ada kasus mati mendadak karena minyak curah. Urusan sakit ? Yang bikin sakit itu lapar, Ga bisa makan. Bisa beli minyak curah saja sudah bersyukur.

Saya saja sejak lahir dan dibesarkan dalam iklim memasak menggunakan minyak curah, hingga hari ini sehat-sehat saja. Kalau mau adu lari dengan Mendag, saya berani bertaruh berkali lipat.

Jangan berlindung dibalik ‘kesehatan masyarakat’ kalau cuma mau menciptakan kartel minyak bagi para cukong. Seleksi BPOM, lolos ini itu, itu semua pake duit. Dan siapapun di negeri dongeng ini, bisa diintervensi untuk terbitkan izin bisa juga diintervensi untuk mengganjal izin.

Yang bisa ‘mengendalikan rezim perizinan’ ini ya para cukong, pemain minyak besar, penguasa kartel minyak. Kalau minyak curah dilarang, otomatis ceruk pasar konsumsi minyak akan berpindah semuanya dalam kekuasaan kartel cukong.

Sekarang ini Ga usah berlindung dibalik ‘alasan rakyat’ alasan ‘kesehatan masyarakat’. Memangnya Mendag peduli dengan rakyat ?

Saat petani bawang panen raya, Mendag Ga peduli. Import bawang jalan terus. Akhirnya, berkah dari ‘konsumsi bawang nasional’ itu yang menikmati ya importir bawang. Denger-denger, fee Import itu lumayan gede. Mungkin Mendag hanya peduli dengan fee ini, Ga ada pedulinya dengan rakyat.

Sekarang mau terapkan hukum besi, tanpa masa transisi minyak curah langsung ‘haram beredar’. Lantas, semua yang memproduksi, memperdagangkan, dan mengkonsumsi minyak curah mau dimasukan penjara? 

Biar penjara dipenuhi rakyat kecil ? Biar koruptor tidak kebagian tempat di penjara ?

Di negeri ini mau cari makan saja diusili Pemerintah, bukannya memudahkan urusan rakyat Pemerintah malah membuat susah rakyat. Kalau punya mau, selalu rakyat yang dijadikan alasan padahal rakyat ogah dengan kebijakan rezim.

Ga usah ngurusi minyak goreng, sebaiknya Mendag fokus ngurusi perdagangan negara agar surplus, tidak tekor melulu. Apa gunanya ada Mendag, kalau neraca perdagangan negara defisit terus ?

Kalau Mendag tugasnya hanya keluarin izin Import, itu mah tak perlu Mendag. Cukup calo pasar tanah abang, paling pinter mereka Ngurus percaloan. Fee sedikitpun mereka sudah giat bekerja.

Ini kerjaan Ga becus, selalu menyusahkan petani dan pedagang pribumi karena keran Import diobral, sekarang mau nyusahin kostumer dan pedagang minyak kecil.

Pingin rasanya, Mendag yang kader Nasdem ini juga kena OTT KPK seperti bupati lampung utara yang baru saja kena OTT. Semoga saja cepat terjadi, Amiiiin. [*]

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Jangan alihkan Kesalahan Polri pada Surat jalan Djoko Tjandra

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Sengaja atau tidak, pimpinan Polri berusaha mengalihkan fokus kesalahan Polri secara institusional menjadi kesalahan Brigjen...

Rakyat dibayangi Pertanyaan: Mungkinkah Komunisme-PKI bangkit kembali?

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Kalau pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD (31/5/2020) dijadikan pegangan, tampaknya tidak mungkin PKI bisa hidup...

Ayasofya Camii!

  Oleh: Ustadz Felix Siauw PALONTARAQ.ID - Salah satu keinginan terbesar saya ketika menulis buku "Muhammad Al-Fatih 1453", adalah sujud di...

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

  Oleh: Hersubeno Arief PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi kembali menyatakan betapa berbahayanya situasi dunia, khususnya Indonesia. Jokowi bahkan menggunakan kosa kata yang...

Jokowi merasa Ngeri!

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi mengatakan dia ngeri dengan situasi yang akan dihadapi. Pertumbuhan ekonomi bisa minus 8%. Pak...

Denny Siregar tak perlu Minta Maaf!

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Pegiat medsos pro-penguasa, Denny Siregar (DS), didesak untuk meminta maaf kepada seluruh santri dan kiyai. Dia...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you