Menghidupkan Malam Hari Raya

by Penulis Palontaraq | Selasa, Jun 4, 2019 | 77 views
Ilustrasi - Malam Hari Raya. (foto: ist/palontaraq)

Ilustrasi – Malam Hari Raya. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: M. Farid Wajdi, S.H.i

PALONTARAQ.ID – Syaikhul-Islam Zakariya al-Anshari dalam “Asna al-Mathalib”, Djuz 1 halaman 566 dan Syaikh Muhammad Mahfuzh al-Tarmasi dalam “Hasyiyah Mauhibah”, Djuz 4 halaman 456 menyebutkan tentang bagaimana seorang muslim menyikapi akhir bulan Ramadhan dan bersikap pada malam hari raya Idul Fitri.

Dari sahabat Abu Umamah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

 

((مَنْ قَامَ لَيْلَتَيِ الْعِيدَيْنِ مُحْتَسِبًا لِلَّهِ لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ ))

Artinya:
“Barang siapa yang beribadah pada malam hari raya karena mencari ridha Allah, maka hatinya tidak akan mati ketika hati banyak orang mengalami kematian.”

Hadits riwayat Ibnu Majah (1782) dan al-Baihaqi dalam “al-Sunan al-Kubra” Djuz 3 halaman 319 dari Abu al-Darda’ رضي الله عنه. Hadits di atas diriwayatkan dari beberapa jalur yang dha’if, tetapi diamalkan oleh para ulama.

Maksud hadits di atas, orang yang mengisi malam-malam hari raya dengan ibadah kepada Allah SWT, misalnya sholat, istighfar dan lain-lain, maka Allah SWT memberikan kehidupan pada hatinya ketika hati banyak orang mengalami kematian.

Kematian hati tersebut adakalanya disebabkan rakus pada dunia (hubbun dunya), seperti mencintai harta kekayaan dan jabatannya, yang dapat menyebabkan seseorang meninggalkan ajaran agama.

Matinya hati bisa juga disebabkan kekufuran yang merajalela dan berpengaruh terhadap banyak orang untuk meninggalkan ajaran kebenaran. Atau matinya hati sebab terkejut menghadapi huru-hara pada hari kiamat.

Berdasarkan hadits di atas, disunnahkan bagi setiap Muslim untuk menghidupkan malam hari raya dengan aneka ragam ibadah sunnah. Menghidupkan malam hari raya bisa dengan beribadah dalam sebagian besar waktu malam itu.

Bisa juga dengan menunaikan shalat berjamaah Isya’ dan bermaksud menunaikan shalat berjamaah shubuh. Semakin banyak menggunakan waktu malam dengan beribadah, semakin bagus.

Wallaahu a’lam bish-shawab. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response