Beranda Islam Hajj Journey - 15: Renungan Mina

Hajj Journey – 15: Renungan Mina

jamaah-haji-bergerak-dari-mina-ke-masjidil-haram-lalin-padat-merayap-MkfAiAiTjX
Jamaah Haji berjalan kaki  dari Mina ke Masjidil Haram. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation/Travel Nusantara USA

Tulisan Sebelumnya: Hajj Journey – 14

PALONTARAQ.ID – Manusia itu ada karena Dia Yang Maha Ada. Keangkuhan manusialah yang akan mengingkari adanya Dia. Dan kebodohan yang paling nyata adalah kepura-puraan dalam pengingkaran itu. Karena sesungguhnya fitrah (nurani) insan-insan itu tak pernah dan takkan mampu mengingkari adanya.

Di saat aku berjalan di pinggiran gunung bebatuan, menuju terowongan Al-Mu’aeshim kemarin siang, dalam guyuran hujan deras dan terpaan angin yang meniup, seolah menampakkan kebesaran Dia Yang Maha Pengendali alam semesta.

Kutatap kemegahan gunung bebatuan di sebelah kiri, dan tenda-tenda jamaah di lembah-lembah yang rendah di sebelah kanan, tersiram air yang bagaikan tumpah ruah dari langit, semakin menguatkan keyakinan itu. Betapa Dia Yang Maha Ada itu menggenggam kekerdilan alam semesta dalam jari-jemari kekuasaaNya.

Didorong oleh keinginan meraih pahala sunnahnya “pilihan tercinta” aku tinggalkan tenda di bawah terik mentari. Kepanasan, kegerahan, keringatan, bahkan mengeluhkan panasnya siang itu.

Tiba-tiba saja semua itu berbalik dalam sekejap. Kini aku berjalan kembali menuju tenda dalam keadaan basah kuyup, merasakan dinginnya terpaan angin di pinggir-pinggir gunung di ujung terowongan itu.

Aku semakin tersadarkan, Dialah yang mengendalikan keadaan. Dialah yang membolak balik keadaan alam. Dia yang membalik kobaran api menjadi istana sementara bagi hambaNya Ibrahim. Dialah yang membalik ganasnya ombak laut merah menjadi jalan-jalan yang menyenangkan bagi hambaNya Musa.

berjalan menuju pelemparan Jumrah di hari kedua Mina.
Berjalan menuju pelemparan Jumrah di hari kedua Mina. (foto: dok.pribadi Imam Shamsi Ali)

Akupun semakin yakin, ragam tantangan, bahkan penderitaan umat yang seolah tak kunjung berakhir itu, pada masa yang ditentukannya akan dibalik menjadi jalan tapak menuju kemenangan dan kejayaannya.

Tengoklah ke atas. Pandang awan-awan di ketinggian sana. Hadirkan dalam hatimu harapan dan optimisme itu. Setebal apapun awan-awan yang engkau lihat, as-shams (mentari) itu tetap pada dirinya. Terang….dan terus tiada henti memberikan sinar dan kehidupan ke alam sekitarnya.

 

Mina, 13 Agustus 2019

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Sudah Saatnya dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Salah satu fokus utama Amerika Serikat (AS) setelah kemerdekaannya (4 Juli 1776) adalah pembangunan kekuatan militer. Ini dibuktikan ketika presiden pertama...

Omnibus Law Itu Strategi Jokowi untuk Menyingkirkan Oligarki Cukong

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Bergegas saya ke laptop. Khawatir inspirasi hilang. Inspirasi itu datang ketika sedang olahraga kecil di belakang rumah. Senam rutin itu...

Pesan Dakwah: Manisnya Madu

  Lihat pula: Khasiat Madu saat Dicampur Kayu Manis Oleh: Prof. dr. Veni Hadju, Ph.D PALONTARAQ.ID - Penjualan madu di Indonesia meningkat selama Pandemi Covid-19. Walaupun meningkat,...

Di IMMIM Pangkep, Upacara Hari Santri Nasional digelar dengan Protokol Kesehatan

  Laporan: Dra Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri IMMIM Pangkep yang sejak 9 dan 11 Agustus lalu telah memasukkan santriwati baru ke sekolah dan...