Beranda Opini Teruntuk Prabowo: "Ini kelewatan! Ini sangat Menyakitkan!"

Teruntuk Prabowo: “Ini kelewatan! Ini sangat Menyakitkan!”

Jokowi - Prabowo
Jokowi – Prabowo. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

PALONTARAQ.ID – Sampai saat ini, kami masih berusaha melupakan dan tak latah untuk ikut mempersoalkan. Tentang Anda, tentang komitmen Anda yang telah menulis wasiat, tentang pilihan Anda untuk menjemput kemuliaan atau Syahid diatas jalan kebenaran.

Anda, tak hadir bersama kami, saat kami berkeringat, bertempur digaris depan, diparit-parit perjuangan. Kami, ketika itu menunggu-nunggu Anda, untuk memimpin kami melawan kecurangan, menuntut pelaku curang didiskualifikasi, dan menuntut Anda yang dikukuhkan menjadi pemenang dan pemimpin kami.

Anda hanya datang, setelah kami menjadi korban. Anda, hanya menjenguk setelah luka dan korban nyawa menimpa teman, sahabat, keluarga, bahkan anak saudara kami.

Anda, bahkan menarik mundur pasukan dan menyerah membawa perkara ke MK. Padahal dahulu, Anda yang menyuarakan gerakan rakyat, Mahkamah Rakyat, dan menolak tunduk membawa perkara di kuburan politik MK.

Lihat pula: Inilah Induk segala Pengkhianatan!

Saat Anda memilih bunuh diri politik membawa perkara ke MK, kami masih mendukung Anda. Tetapi aneh, Anda justru menghalangi kami mendukung Anda ke MK. Anda, bahkan meminta kami dengan cukup duduk-duduk manis dirumah dan mengumbar doa.

Tapi kami juga masih setia, kami masih datang ke MK. Kami, masih kembali mengorbankan waktu, biaya, tenaga dan pikiran untuk mendukung Anda, berkorban untuk anda, setelah pengorbanan kami yang banyak. Hingga akhirnya, putusan dzalim itu akhirnya diumumkan juga. Anda, dikalahkan.

Namun hari ini, tetiba Anda menemui rezim tiran, bersalaman dengan orang yang tangannya berlumuran darah. Anda, mengunggah salam hormat, pada sosok yang telah mengkhianati negara dan bangsa ini, mengkhianati umat, juga mengkhianati Anda.

Aduhai, Anda ini sebenarnya macan atau kambing? Anda ini mau ikut bertransaksi dan menjual murah darah dan nyawa kami? Apapun alasannya, peristiwa Stasiun Lebak Bulus hari ini sangat mengecewakan kami. Anda menambah kemarahan. Sebelumnya, kami hanya marah terhadap rezim. Sejak hari ini, kami juga marah terhadap Anda!

Anda, menganggap remeh pengorbanan emak-emak. Anda, mengesampingkan ulama kami yang ditangkap, diusir, berjuang untuk perubahan dan juga untuk posisi Anda. Anda, yang sebelumya bersumpah untuk memimpin negeri ini dengan visi adil dan makmur, sekarang melupakan ikhtiar aktivis-aktivis kami.

Kami tidak terima, dengan pertemuan pendahuluan ini, dengan permulaan rekonsiliasi ini. Apapun argumen yang Anda nyatakan nanti, baik argumen baru atau menjiplak argumen rezim: demi persatuan, demi perdamaian, demi pembangunan, demi masa depan bangsa. Semua itu saya katakan OMONG KOSONG!

Lihat pula: Sayonara Pak Prabowo

Anda, bukan mengurangi beban kami, menjadi bagian mitra perjuangan kami. Sejak hari ini, Anda telah menambah beban menjadi bagian dari musuh kami.

Tetapi saya ingatkan kepada Anda, juga kepada rezim dzalim. Silakan buatlah ikatan sarang laba-laba untuk menyatukan kalian. Kami tidak gentar, kami tidak takut.

Kakek buyut kami adalah pahlawan Islam, mereka mampu menaklukan Konstantinopel, menaklukkan Spanyol, menaklukkan Romawi dan Persia. Jelas, bagi kami sangat ringan untuk melawan kalian, rezim dzalim dan siapapun yang membebek pada kedzaliman.

Selamat datang, di era baru pertarungan. Wahai seluruh umat, ikat dan kencangkan sabuk pengaman. Kita akan bertempur lagi dan lagi. Allahu Akbar! [*].

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Ujian Semester Ganjil Mapel SKI Kelas XII

Tulisan sebelumnya: Peristiwa Penting dalam Sejarah Nusantara Abad ke-17 Mata Pelajaran (Mapel): Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas/Semester: XII/Ganjil Guru Mapel: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i Pengawas: Guru/Pembina Ponpes Modern...

Ujian Semester Ganjil Mapel SKI Kelas XI

  Tulisan sebelumnya: Metode, Waktu, dan Referensi Pembelajaran SKI: Sejarah Daulah Bani Umayyah Mata Pelajaran (Mapel): Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas/Semester: XI/Ganjil Guru Mapel: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i Pengawas:...

Ujian Semester 3 Mapel SKI Kelas VIII

  Tulisan Sebelumnya: Asal Usul dan Sejarah Berdirinya Dinasti Abbasiyah Mata Pelajaran (Mapel): Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Guru Mapel: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i Waktu: 60 Menit Pengawas: Guru/Pembina Ponpes...

Ujian Semester Ganjil Mapel SKI SMP/MTs Kelas VII

  Tulisan sebelumnya: Mengapa mesti Belajar Sejarah Kebudayaan Islam? Mata Pelajaran (Mapel): Sejarah Kebudayaan Islam Guru Mapel: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i Pengawas: Guru/Pembina Ponpes Modern...