Apa Benar Indonesia Mengimpor Air? Ini Faktanya!

by Penulis Palontaraq | Selasa, Feb 19, 2019 | 131 views
Laut Indonesia sangat luas. Benarkah Indonesia mengimpor air?

Laut Indonesia sangat luas. Benarkah Indonesia mengimpor air?

Laporan:  Etta Adil 

JAKARTA – Debat Calon Presiden (Capres) 2019 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Hotel Sultan, Ahad malam (17/2/2019), menyisakan banyak debat-debat kecil diantara pendukung para capres. Tak hanya para tim sukses, tetapi juga netizen pendukung keduanya di jagad maya.

Salah satu pernyataan Prabowo yang disindir Cebongers, sebutan yang melekat bagi pendukung Capres Petahana Jokowi di sosial media adalah pernyataan terkait impor air. Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menjadi bahan perbincangan menarik oleh kedua pendukung capres, baik Cebongers maupun kampreters lantaran menyebut impor air yang kerap dilakukan Indonesia.

“Suatu negara dikatakan bisa berhasil kalau bisa memenuhi pangan untuk rakyatnya, energi untuk rakyatnya, dan air tanpa impor,” ujar Prabowo. Kedengarannya memang aneh dan tak masuk akal. “Indonesia adalah negara kepulauan, buat apa impor air? Air justru sangat banyak dan berlimpah?” – begitu ungkapan banyak penanggap.

Baca juga: Beberapa Catatan Terkait Debat Pilpres 2019

Agaknya memang unik, untuk tidak mengatakannya aneh, untuk sebuah negara kepulauan, dengan laut yang sangat luas, beriklim tropis dan memiliki banyak hutan hujan, lantas mengimpor air. Benarkah Indonesia mengimpor air?

Ini Faktanya

Berdasarkan rekaman data perdagangan luar negeri yang dikompilasi oleh UN Comtrade (sebuah lembaga PBB), memang benar Indonesia melakukan impor air setiap tahunnya, setidaknya sejak 1989.

Sebagai catatan, UN Comtrade mencatat data perdagangan yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Air yang dimaksud dalam data perdagangan tersebut adalah semua air yang masuk dalam golongan kode HS 2201.

Data Ekspor dan Impor Air Indonesia.

Data Ekspor dan Impor Air Indonesia. (Sumber: UN Comtrade)

Berdasarkan penjabaran yang dicantumkan di situs resmi Bea Cukai, definisi untuk barang dengan kode HS 2201 adalah ‘Air, termasuk air mineral alam atau artifisial dan air soda, tidak mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya maupun pemberi rasa, es dan salju. Artinya memang benar jika Indonesia kerap melakukan impor air setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2017, jumlah impor air mencapai 3.168 ton (asumsi masa jenis air = 1kg/liter).

Baca juga:  Sstt.. Ternyata Benar Lho Indonesia Impor Air, Ini Buktinya!

Selain mengimpor air, Indonesia juga mengekspor air. Jumlah impor air relatif kecil bila dibandingkan ekspor air yang juga telah berlangsung setiap tahun.

Pada tahun 2017, volume ekspor air mencapai 95.029 ton. Artinya, volume ekspor air Indonesia hampir 30 kali lipat volume impornya.

Impor Air RI. (sumber: BPS)

Impor Air RI Tahun 2017. (sumber: BPS)

Secara nilai, seharusnya impor air tidak menimbulkan kecemasan. Hanya sayangnya ternyata harga air yang diimpor jauh lebih mahal ketimbang harga air yang diekspor. Untuk setiap 1 kg air yang diimpor, Indonesia harus merogoh kocek sebesar US$ 0,76. Sedangkan air yang di ekspor hanya dihargai US$ 0,2/kg.

Sebagai informasi, negara utama asal air impor yang masuk ke Indonesia adalah Prancis. Maka tak heran banyak beredar air minum dengan merk Evian yang harganya relatif lebih mahal di masyarakat. Sedangkan tujuan utama ekspor air adalah Timor Leste, Filipina, dan Singapura. (*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response