Do’a ketika Hujan

by Penulis Palontaraq | Selasa, Feb 5, 2019 | 101 views
Banjir di Barru (foto: tagarnews)

Banjir di Barru (foto: tagarnews)

HUJAN adalah berkah. Ya, hujan selalu diidentikkan dengan keberkahan (barakah). Hujan membawa berkah.  Hanya tangan-tangan manusialah yang tidak peduli dengan alam dan kelestarian lingkungan, sehingga hujan berdampak pada banjir dan kerusakan. Juga hujan berakibat bencana karena sudah terlalu banyaknya kemaksiatan diatas muka bumi ini. Itulah sebabnya setiap muslim disunnahkan untuk berdo’a ketika hujan.  Ketika hujan turun juga menjadi salah satu waktu mustajab dikabulkannya doa. (HR Hakim).

1. Doa Ketika mendung dan langit diselimuti awan hitam

 

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا فِيْه

 

Allohumma innii a’uudzu bika min syarri maa fiihi

Artinya: “Ya Allah ! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan yang terkandung di dalam awan ini” (HR. Bukhari)

2. Do’a ketika Hujan Pertama Kali Turun

 

اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعا

 

Allohumma shoyyiban nafi’an

Artinya: “Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat” (HR. Bukhari)

Banjir di Barru (foto: kabarnews)

Banjir di Barru (foto: kabarnews)

3. Do’a ketika Hujan Turun dengan Sangat Lebat

 

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

 

Allohumma hawaalainaa wa laa ’alainaa. Allohumma ’alal aakaami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthuunil audiyati, wa manaabitisy syajari

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, namun jangan untuk menghancurkan dan merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan” (HR. Bukhari)

4. Do’a ketika Angin Bertiup Kencang

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أرسلت بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أرسلت بِهِ.

 

Allohumma innii as aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bihi, wa a’uudzu bika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi

Artinya: “Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan angin (ribut ini), dan kebaikan apa yang ada di dalamnya dan kebaikan dari tujuan angin itu dihembuskan. Dan Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan angin ini, dan kejahatan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan dari tujuan angin itu dihembuskan” (HR. Bukhari – Muslim)

5. Ketika mendengar Petir

 

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِه

 

Subhaanalladzi yusabbihur ro’du bihamdihii wal malaaikatu min khiifatihi

Artinya: “Maha Suci Allah yang halilintar/petir bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepada-Nya”.

Saat Hujanpun berhenti, tetap disunnahkan berdoa. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Saat Hujanpun berhenti, tetap disunnahkan berdoa. (foto: mfaridwm/palontaraq)

6. Ketika Hujan Berhenti

 

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ

 

Muthirnaa bi fadhlillaahi wa rohmatihi

Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah” (HR. Muttafaq ‘alaih)

Turunnya hujan harus diyakini beriringan dengan turunnya barakah dari Allah SWT. Dalam Alquran, Allah SWT menyebutkan, “Dan Kami menurunkan dari langit air yang penuh barokah (banyak manfaatnya).”(Qs. Qaaf: 9). Rasulullah SAW dan para sahabatnya selalu menyambut hujan dengan penuh sukacita. Itulah sebabnya, umat Islam dilarang mencela hujan karena sama artinya mencela pencipta hujan, yaitu Allah SWT. (*)

 

Like it? Share it!

Leave A Response