Jeritan Hati Sang Prajurit Sejati

by Etta Adil | Selasa, Des 4, 2018 | 63 views
Prajurit TNI membantu peserta kegiatan Reuni 212 yang hendak menyeberang ke Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, dari Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Ahad (2/12).

Prajurit TNI membantu peserta kegiatan Reuni 212 yang hendak menyeberang ke Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, dari Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Ahad (2/12). (Sumber: Republika)

Pengantar

Tulisan ini merupakan buah tangan dari seorang prajurit TNI di lapangan, yang sedang bertugas pada acara Reuni Akbar Mujahid 212 di Monumen Nasional, Jakarta, 2 Desember lalu. Tanpa mengurangi makna dan pesan yang ingin disampaikannya, penulis melakukan penyuntingan sekadarnya serta tidak menyebutkan sumbernya. (tulisan viral di media sosial ini juga tidak menyebutkan sumber pertamanya, dari penulisnya sendiri merahasiakannya, Barakallah, semoga prajurit TNI tersebut senantiasa dalam lindungan Allah SWT).

Jeritan Hati Sang Prajurit Sejati

Yaa Allah Yaa Rabb
Hari ini cuaca Jakarta engkau berikan begitu cerahnya. Namun tidak secerah hati kami dan rekan-rekan prajurit TNI lainnya yang saat ini dikumpulkan di Lapangan Monas. Kami bersama ribuan prajurit dan rekan-rekan polisi dengan persenjataan yang sangat lengkap seolah sedang dipersiapkan untuk berperang melawan musuh yang besar.

Yaa Allah Yaa Rabb
Siapakah musuh yang akan kami hadapi sampai harus seperti ini? Kami tidak pernah takut untuk menghadapi musuh dan lawan manapun, tapi hari ini hati kami sedih, ciut, menangis, bagaimana tidak, mereka yang akan kami hadapi adalah saudara, adik, kakak, orang tua bahkan guru-guru kami, bahkan saudara-saudara kami yang buta.

Yaa Allah Yaa Rabb. Untuk apa kami dibekali senjata ini? Untuk siapa peluru-peluru yang ada di dalam senjata ini? Apakah untuk menakut-nakuti mereka atau bahkan untuk menembaki mereka.

Yaa Allah Yaa Rabb.
Kami lebih baik dikirim ke medan tempur, kami lebih berani dan bangga kalau harus berangkat ke Libanon, Konggo, Palestina, Syiria atau diperintah untuk menghadapi OPM maupun Separatis lainnya,,,, Tapi jangan hadapkan kami dengan saudara-saudara kami ini.

Yaa Allah Yaa Rabb.
Pagi ini kami sudah dihadapkan dengan mereka, ribuan manusia berbondong-bondong dengan wajah yg begitu damai. Mereka menghampiri kami dengan senyum yang tulus. Mereka menyalami, dan memeluk kami dengan hangatnya, bahkan mengalungkan Sorban mereka kepada kami. Hati ini ingin menangis menerima salam mereka.

Yaa Allah Yaa Rabb. Untuk apa senjata- yang kami bawa ini? Untuk apa? untuk apa?

Yaa Allah Yaa Rabb.
Merekakah yang harus kami hadapi? Untuk merekakah senjata yang kami pegang ini? Tegakah kami menggunakan senjata yang diberikan pada kami untuk menghadang dan menembaki mereka? Padahal apa yang kami pakai ini dan yang kami pegang ini, semuanya Pembelian dari uang mereka (Rakyat)?

Yaa Allah Yaa Rabb
Sungguh hati ini terus bergejolak, antara nurani, sumpah prajurit dengan tugas yang harus kami emban? Akankah kami mengkhianati apa yang telah ditanamkan Panglima Besar Jenderal Soedirman kepada kami selaku Anak dan Generasi penerusnya untuk NKRI.

Yaa Allah Yaa Rabb
Ingin rasanya hari ini hanya sebuah mimpi pendek. Ingin rasanya hari ini itu tidak ada. Ingin rasanya kami sudah berada di hari esok.

Yaa Allah Yaa Rabb
Hanya dengan berdo’a dan bermunajad kepada-MU yang bisa kami lakukan saat ini. Semoga hari ini semua berjalan dengan aman dan damai. Semoga hari ini tidak ada penyusup-penyusup yang ingin merusak kesucian acara itu. Semoga hari ini bisa kami lalui dengan aman dan damai,

dan…..

Yaa Allah Yaa Rabb
Turunkan Malaikat-MU untuk senantiasa menjaga dan memelihara saudara-saudara kami ini, Ya Rabb. Sayangilah mereka dan Tunjukkan Kuasa-MU. Turunkanlah Azabmu yang paling pedih bagi mereka yang ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa kami ini, Ya Rabb.

Ya Allah Yaa Rabb
Semoga hari ini saudara-sauadara kami yang datang dari seluruh penjuru tanah air diberikan kelancaran, kekuatan, kesehatan dan bisa kembali kerumah dan kampung halamannya dalam keadaan selamat.

Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.

(*)

~ Dan tak terasa air mata inipun menetes, saat setiap harap dalam tulisan ini, diketik ulang. Semoga NKRI tetap jaya, Buat saudara-saudaraku Mujahid 212, tetap bela agama dan bela bangsa. Dan Mari kita semua berdo’a agar setiap upaya dan makar terhadap Bangsa dan Negara ini, dihancur-leburkan oleh Allah SWT. (*)

 

Like it? Share it!

Leave A Response