Tips tidak Takabbur: Menyembunyikan Ibadah

by Penulis Palontaraq | Sabtu, Des 1, 2018 | 79 views
Takabbur. (Ilustrasi/Foto by: darwis/palontaraq)

Takabbur. (Ilustrasi/Foto by: darwis/palontaraq)

SEBUAH kebaikan tidak akan sempurna sampai kita menganggapnya remeh. Segala kemampuan kita letakkan di pelupuk mata kita bahwa itu kecil, sehingga menjadi motivasi untuk selalu berbuat baik, tanpa pamrih, tanpa riya’, dan tanpa ingin dipuji. Segala sesuatu yang kita lakukan hanya mencari keridhaan Allah SWT dan bukan mencari keridhaan manusia. Kita akan senantiasa mencari kesempurnaan ibadah karena ketika menganggap itu kecil dan akan berusaha menambah amalan ibadah kita. Kapan kita menganggap yang kita lakukan tersebut sudah banyak, maka pada sejak saat itu tensi ibadah dan produktifitas beramal akan cenderung berkurang.

(1) Menghindari Riya’

Pertama, jika ingin tidak takabbur, maka sembunyikanlah amalan dan perbuatan kebaikan kita. Tak perlu repot untuk dilihat dan diketahui Orang Lain. Al Abbas bin Abi Muthalib berkata, “Sembunyikan amal ibadahmu, kecuali dalam rangka syiar atau amal ibadah tersebut termasuk syiar seperti adzan, shalat 5 waktu berjamaah di masjid bagi laki-laki, shalat jumat, shalat id, atau dalam rangka berdakwah kita perlihatkan sedekah kepada anak kita agar termotivasi. Namun jika itu bukan syiar dan itu bukan dalam rangka berdakwah atau menolak fitnah, maka hukum asalnya kita sembunyikan.

(2) Menghindari Sum’ah

Kedua, Supaya tidak takabbur maka hindarilah sum’ah, yaitu sikap seseorang yang aktivitas selalu ingin didengar orang lain. Allah SWT berfirman dalam Qs. Al-Baqarah: 271.

إِن تُبْدُواْ الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاء فَهُوَ خَيْرٌ لُّكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنكُم
مِّن سَيِّئَاتِكُمْ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya:
Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Al-Baqarah: 271)

(3) Tinggalkan ‘Ujub

Ketiga, supaya tidak takabbur maka tinggalkanlah sikap ‘Ujub, yaitu sifat selalu membanggakan diri dengan segala kelebihannya, baik kelebihan fisik maupun kelebihan pengetahuan. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Al Khatib dalam kitab Tarikhnya, “Barangsiapa diantara kalian yang mampu menyembunyikan amal ibadahnya, maka lakukanlah. Pastikan jangan sampai ada orang yang mengetahui sehebat apapun tahajudmu, dan sebanyak apapun sedekahmu. Jangan sombong karena tidak akan mencapai kesempurnaan ibadah sampai kita menutupinya dari pandangan manusia.

(4) Fakhr

Keempat, Menjauhi Fakhr, yaitu Merasa bangga dengan kelebihan harta dan tahta yang dimilikinya. Sifat Takabbur akan tetap ada, jika tidak menjauhi kebanggaan pada harta dan kedudukan yang dimiliki. Tak perlu juga semua hal disampaikan kalau kita memiliki harta dan kedudukan tinggi, karena hal ini sebenarnya merupakan ujian tersendiri. Membanggakan kedudukan dan harta dengan sendirinya bisa merusak kualitas amal-amal kita karena pujian itu mematikan dan membahayakan. Sedikit saja terbuka pintu riya dan pintu sum’ah’, maka rusaklah segala amaliah yang kita lakukan.

(5) Ikhtiyal

Kelima, Hindarilah Ikhtiyal, yaitu Merasa ingin tidak tersaingi oleh org lain & ingin selalu tampil berbeda. Apabila seluruh manusia bersepakat memberi manfaat kepada Anda maka tidak akan berhasil jika Allah tidak mentakdirkan. Hanya Allah yang bisa memberi mudharat dan manfaat kepada manusia. Mau dipuji sebanyak apapun, disanjung seperti apapun tidak akan mengubah takdir. Ketika kita melakukan ibadah yang wajib dan sunnah itu berarti kita melakukan pendekatan dengan Allah (Ta’aruf), ia ingin berkhalwat dengan Allah.

(6) Tasahhul

Keenam, yaitu Menganggap enteng org lain/ meremehkannya. Tasahhul merupakan salah satu sifat orang Takabbur, karena itu tetaplah sembunyikanlah amal-amal ibadah kita sebagaimana kita menyembunyikan dosa-dosa kita. Bahkan sebagian ulama berpendapat bahwa menyembunyikan amal shalih itu lebih ditekankan daripada menyembunyikan dosa atau aib-aib kita.

(7) Ananiyah

Ketujuh, Ananiyah, yaitu Egois atau mementingkan diri sendiri. Ananiyah atau egois merupakan salah satu sifat orang Takabbur. Untuk menghindarinya, rutinkan amalan berdzikir, baca Al Qur’an, istighfar 100 kali dan sebagainya. Hanya Allah dan kita yang tahu. Kalau kita bisa lakukan maka lakukanlah. Setiap hari ada kesempatan untuk menyembunyikan amalan kita. Imam Hasan Al Bashri menasihati bahwa jika kita sedang berdzikir atau membaca Al Quran atau mendengar kajian di tempat umum lalu kita ingin menangis, maka bangkitlah dari tempatmu lalu cari tempat yang kosong lalu menangislah hanya di hadapan Allah Ta’ala.

(8) Syuhh

Kedelapan, Syuhh, yaitu (kikir jiwa) dengan ciri-cirinya ada lima, yaitu (1) Selalu mengingat-ingat kelebihan/kebaikan dirinya. (2) Mudah sekali melupakan kebaikan orang lain terhadapnya. (3) Jika ia salah, tdk pernah mau minta maaf. (4) Jika orang lain salah, tidak mau memberi maaf. (5) Orang harus menuruti keinginannya, tapi dia tidak peduli dengan keinginan orang lain.

Masih ingatkah kita dengan 7 golongan yang akan mendapatkan naungan dari Allah SWT? Dimana pada hari itu tidak ada naungan selain dari Allah, salah satu di antaranya adalah seseorang yg bersedekah lalu ia sembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya. Sembunyikan amal ibadah Anda dari mata manusia termasuk orang-orang terdekat Anda yg selama ini selalu bersama Anda, seperti analogi tangan kanan dan tangan kiri. Dimana ada tangan kanan disitu ada tangan kiri. Bahkan kedekatan tangan kanan dengan tangan kiri lebih dekat dari pasangan suami-istri,, sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dilakukan tangannya.

Dalam Q.S At Taubah 105:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ
وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya:
Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Semoga bermanfaat dan semoga kita dijauhkan dari golongan seperti itu. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response