Beranda Kesehatan Herba Sawi Pagoda dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Sawi Pagoda dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID – SAWI PAGODA (Brassica narinosa) adalah tanaman asli Asia khususnya berasal dari Cina.

Di Indonesia, iklim, cuaca, dan tanahnya sangan cocok untuk budidaya sawi pagoda dan hasilnya malahan lebih baik dari tempat asalnya.

Mengenal Sawi Pagoda

Sebutan lain untuk Sawi Pagoda ini adalah totsoi, sawi bayam, sawi sendok, atau roset bok choy. Tanaman sawi- sawian sangat mudah didapat dan menjadi sayuran yang digemari.

Secara Taksonomi, Sawi Pagoda masuk dalam Kingdom Plantae, Divisio Angiosperms dan Sub division Eudicots, Kelas Rosids dan Sub kelas Brassicales, Family Brassicaceae, Genus Brassica, dan nama Speciesnya Brassica narinosa (Anonim, 2012).

Secara Morfologi, Tanaman pagoda memiliki sistem perakaran tunggang dan memiliki cabang-cabang akar yang berbentuk bulat panjang dan menyebar keseluruh arah hingga kedalaman kurang lebih 30- 50cm.

Akar sawi pagoda berfungsi sebagai penghisap air dan zat makanan dari dalam tanah serta akar tunggang yang menguatakan tumbuhnya tanaman.

Sawi Pagoda berbatang pendek dan beruas- ruas sehingga batangnya tidak terlihat jelas. Batang pagoda memiliki fungsi sebagai pembentuk dan penopang daun serta batang berwarna hijau muda.

Sawi pagoda memiliki struktur bunga yang tersusun dalam tangkai bunga (inflorescentia) yang tumbuh memanjang (tinggi) dan bercabang banayak.

Pada tiap kuntum bunga Sawi Pagoda memiliki empat helai daun kelopak, empat helai daun mahkota bunga berwarna kuning cerah, empat helai benang sari dan satu buah putik yang berongga dua, memiliki daun berbentuk flat rosette yang dekat dengan tanah, berwarna hijau tua, lunak, serta daun berbentuk seperti sendok.

Biji sawi pagoda berbentuk bulat kecil- kecil berwarna coklat-kehitaman, memiliki permukaan licin, mengkilap, dan keras. Biji sawi pagoda mirip sekali dengan biji sawi hijau lainnya.

Tanah yang cocok untuk budidaya sawi pagoda adalah tanah liat, berpasir, cukup lembab, gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik.

Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhan Sawi Pagoda adalah antara pH 6-7.

Tanaman sawi pagoda membutuhkan hawa yang sejuk sehingga dapat tumbuh di dataran tinggi pada suhu 10°C- 25°C, dan tumbuh optimal pada suhu 18° C dengan ketinggian tempat mulai 500 mdpl hingga 1200 mdpl.

Kelembaban yang dibutuhkan untuk bubidaya adalah 80%- 90% . Tanaman sawi- sawian adalah tanaman yang tolerir terhadap hujan dengan kebutuhan curah hujan 1000-1500 mm/tahun.

Pada musim kemarau tanaman sawi pagoda dapat ditanam dengan menjaga tingkat kelembaban yaitu tanaman disiram secara teratur.

Tanaman Sawi Pagoda tidak suka dengan air yang menggenang. Tanaman sawi pagoda sangat suka dengan penyinaran yang utuh untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

Sawi Pagoda. (Jurnal Hidroponik)
Sawi Pagoda. (Jurnal Hidroponik)

Secara kesehatan, Sawi Pagoda memiliki manfaat sebagai Gondok dan baik untuk Pertumbuhan Otot.

Sawi Pagoda adalah Sumber Zat Besi, Selenium, dan Beta Karoten sehingga dapat dimanfaatkan untuk Menjaga kehalusan dan Kelembaban Kulit.

Sawi Pagoda juga efektif menurunkan Kolesterol, menjaga metabolisme Tubuh, membantu Sumsum Tulang Belakang Produksi Sel Darah, Anti Tumor dan Anti Kanker, Menghambat Penuaan Dini, Memperbaiki Pencernaan dan Melancarkan Peredaran Darah.

Selain itu, Sawi Pagoda juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi Gastritis, Anti Radang dan Anti Demam, Memperkuat Tulang dan Gigi, dan Mengatasi Osteoporosis.

Juga dapat meningkatkan Kerja Otak, Memperbaiki Saraf Otak, sebagai Penenang, Antidiuretik, Mengatasi Insomnia, Mengobati TBC, Wasir, dan Anemia.

Peresepan Herba Sawi Pagoda

Siapkan Daun sawi pagoda 1 genggam, Bunga sawi pagoda 1/4 potong, dan akar dari sawi pagoda sebanyak 1/4 potong. Semua bahan direbus dengan air 5 gelas hingga sisa jadi 2 gelas.

Selanjutnya airnya disaring. Minum 2 kali perhari pergelas, lebih baik lagi jika ditambahkan 1 sendok makan madu. Resep ini sangat baik bagi penderita TBC khususnya.

Bagi penderita anemia (kurang darah), siapkan daun sawi pagoda 1 genggam, kemudian bahan dipotong-potong kecil diblender dengan air 1 gelas, layaknya membuat jus.

Minum 2 kali perhari pergelas, lebih baik lagi ditambahkan 1 sendok makan sari buah kurma, lalu aduk sampai rata.

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...